MAXI Sempat Masuk UMA BEI: Cek Profil Emiten dari Lini Usaha hingga Kinerjanya

Jumat, 24 April 2026 | 11:19 WIB
MAXI Sempat Masuk UMA BEI: Cek Profil Emiten dari Lini Usaha hingga Kinerjanya

ILUSTRASI. Makanan ringan produksi PT Maxindo Karya Anugerah Tbk (MAXI) (Dok/MAXI)


Sumber: Bursa Efek Indonesia (BEI  | Editor: Bimo Kresnomurti

KONTAN.CO.ID - Intip profil emiten MAXI yang kembali perdagangan pasca UMA BEI. Investor retail tengah ramai dengan perbincangan saham PT Maxindo Karya Anugerah Tbk (MAXI) menjadi sorotan pasar setelah masuk kategori Unusual Market Activity (UMA) di Bursa Efek Indonesia pada (21/4) lalu.

Status UMA biasanya diberikan ketika terjadi pergerakan harga atau volume yang tidak biasa, sehingga investor diminta lebih mencermati fundamental dan keterbukaan informasi emiten sebelum mengambil keputusan investasi.

Saat ini, saham MAXI tercatat alami kenaikan pada 5 hari terakhir 24%, dengan kini memerah ke Rp62/saham.

Lalu, seperti apa profil emiten MAXI yang masuk UMA BEI? Cek penjelasan dari lini usaha hingga kinerjanya.

Baca Juga: Saham GIAA Tercatat ARA: Cek Profil Emiten, Lini Usaha, hingga Kinerjanya

Profil Singkat Emiten

Melansir laman BEI, PT Maxindo Karya Anugerah Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di sektor consumer non-cyclicals, khususnya industri makanan dan minuman. Perseroan resmi melantai di BEI pada 12 Juni 2023.

Secara bisnis, MAXI dikenal sebagai produsen makanan ringan berbasis bahan alami Indonesia seperti singkong, talas, dan ubi.

Produk yang dihasilkan meliputi keripik, kerupuk, hingga produk setengah jadi (pelet) yang dipasarkan baik dengan merek sendiri maupun melalui skema private label untuk pasar ekspor.

Perusahaan juga menargetkan pasar global dengan positioning sebagai produsen snack premium berbasis bahan tropis.

Baca Juga: Pabrik VKTR Diresmikan Presiden Prabowo, Cek Profil Emiten hingga Kinerjanya

Lini Usaha MAXI

Kegiatan usaha utama MAXI meliputi:

  • Produksi makanan ringan (keripik singkong, talas, ubi, dll)
  • Produk siap makan dan siap goreng
  • Produksi bahan setengah jadi (pelet snack)
  • Kerja sama manufaktur (OEM/private label) untuk pasar internasional

Fokus ekspor menjadi salah satu kekuatan utama, di mana perusahaan menggandeng distributor luar negeri untuk memperluas pasar.

Baca Juga: Saham RISE Anjlok 38% dan Terkena UMA BEI, Cek Profil Emiten Properti Ini

Struktur Pemegang Saham

Berdasarkan data terbaru per akhir 2025, kepemilikan saham MAXI didominasi oleh beberapa entitas besar, antara lain:

  • PT Karya Nusa Perdana (~31,24%)
  • PT Bintang Mulia (~30,85%)
  • PT Akasia Mas (~9,59%)
  • Publik (~19,41%)

Konsentrasi kepemilikan yang cukup tinggi ini sering menjadi perhatian investor karena dapat memengaruhi likuiditas saham di pasar.

Baca Juga: ADMF Bagi Dividen Rp630, Intip Profil Emiten dari Lini Usaha hingga Kinerjanya

Kinerja dan Fundamental 2025

Dari sisi fundamental, MAXI masih tergolong saham dengan valuasi tinggi:

Secara year on year (YoY), kinerja PT Maxindo Karya Anugerah Tbk pada 2025 menunjukkan perbaikan yang signifikan. Pendapatan perseroan tumbuh 38,3% menjadi Rp143,8 miliar dibandingkan Rp104,0 miliar pada 2024. Laba kotor juga meningkat 25,4% menjadi Rp34,6 miliar dari sebelumnya Rp27,6 miliar.

Dari sisi profitabilitas, EBITDA tercatat naik 69,9% menjadi Rp12,4 miliar dibandingkan Rp7,3 miliar pada tahun sebelumnya.

Sementara itu, laba bersih berbalik dari rugi Rp2,8 miliar pada 2024 menjadi laba Rp722,1 juta pada 2025, mencerminkan perbaikan kinerja secara menyeluruh meskipun secara persentase YoY tercatat -125,8% akibat basis perbandingan rugi di tahun sebelumnya.

Selain itu, dalam RUPS 2025, perseroan memutuskan tidak membagikan dividen dan memilih menahan laba untuk pengembangan usaha.

Langkah ini menunjukkan fokus perusahaan masih pada ekspansi bisnis dibandingkan distribusi keuntungan ke pemegang saham.

Tonton: Purbaya Tolak Tawaran Pinjaman Utang dari IMF & World Bank: Fiskal RI Masih Aman

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru