KONTAN.CO.ID - Jakarta. Pelemahan harga saham blue chip di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih terjadi hingga awal Juni 2026. Meski harga turun, dua saham blue chip di BEI siap memberikan dividen tunai triliunan rupiah.
Saham blue chip adalah saham lapis satu yang telah berpengalaman lama di bursa efek dan memiliki nilai kapitalisasi pasar besar. Saham blue chip biasanya memiliki likuiditas yang besar.
Di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham blue chip biasanya menjadi anggota indeks mayor seperti LQ45. Salah satu anggota LQ45 yang baru saja mengumumkan dividen adalah PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)
Pengumuman dividen ini terjadi di tengah pelemahan harga saham AMRT. Pada perdagangan Kamis 4 Juni 2026, harga saham AMRT di level 1.330 turun 1,48% atau 20 poin secara harian. Sejak awal tahun 2026, harga saham perusahaan pengelola jaringan Alfamart ini telah merosot 33% atau 655 poin.
Baca Juga: VKTR Siapkan Rights Issue 25 Miliar Saham: Cek Profil Bisnis Bakrie & Kinerja Terkini
Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Kamis (4/6/2026). Nilai dividen yang dibagikan kepada pemegang saham setara Rp41,5 per saham.
Corporate Secretary AMRT, Tomin Widian, menjelaskan bahwa pembagian dividen tersebut mencerminkan dividend payout ratio sebesar 50% dari laba bersih tahun 2025. Persentase tersebut meningkat dibandingkan payout ratio tahun sebelumnya yang berada di level 40%.
“Jumlah dividen yang dibagikan sekitar Rp1,7 triliun atau Rp41,5 per saham dengan payout ratio sekitar 50%, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 40%,” ujar Tomin dalam paparan publik, Kamis (4/6/2026).
Kenaikan rasio pembagian dividen tersebut sejalan dengan pertumbuhan kinerja keuangan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk sepanjang 2025. Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp126,74 triliun, meningkat dari Rp118,23 triliun pada tahun sebelumnya.
Dari sisi profitabilitas, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp3,41 triliun pada 2025. Realisasi ini lebih tinggi dibandingkan laba bersih tahun 2024 yang sebesar Rp3,15 triliun.
Manajemen menyebut pertumbuhan kinerja didorong oleh peningkatan penjualan di seluruh jaringan ritel Alfamart, didukung strategi promosi yang efektif serta kontribusi yang semakin besar dari kanal digital dan layanan omnichannel.
Transformasi digital yang terus dilakukan perusahaan turut memberikan dampak positif terhadap peningkatan transaksi dan perluasan jangkauan layanan kepada pelanggan di berbagai wilayah Indonesia.
Di sisi operasional, AMRT melanjutkan ekspansi bisnis dengan menambah 1.159 gerai baru sepanjang 2025. Dengan tambahan tersebut, total jaringan gerai yang dioperasikan perseroan mencapai 24.434 unit hingga akhir tahun.
Ekspansi gerai yang konsisten menjadi salah satu strategi utama perusahaan untuk memperkuat pangsa pasar sekaligus mendekatkan layanan kepada konsumen di berbagai daerah.
Ke depan, manajemen AMRT menyatakan akan terus memperkuat pengembangan digital dan omnichannel, serta meningkatkan efisiensi rantai pasok guna menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Perseroan optimistis strategi tersebut dapat mendukung peningkatan kinerja operasional sekaligus memperkuat daya saing di industri ritel modern yang semakin kompetitif.
Dengan kinerja yang tetap solid dan kebijakan dividen yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk menunjukkan komitmennya untuk terus memberikan nilai tambah bagi pemegang saham sekaligus menjaga pertumbuhan usaha dalam jangka panjang.
Tonton: IHSG Kembali Anjlok 4%, Ini Support Berikutnya
Dividen UNVR Rp 4 Triliun
Saham LQ45 lain yang mengumumkan dividen adalah PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR). Emiten sektor Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) ini akan membagikan dividen final sebesar Rp114 per saham dengan total nilai mencapai Rp4,33 triliun. Dengan demikian, setiap investor akan mendapat dividen Rp 11.400 per lot saham UNVR.
Pembayaran dividen final tersebut akan didistribusikan kepada pemegang saham yang berhak pada 30 Juni 2026 mendatang.
Bagi investor, pembagian dividen ini menjadi salah satu daya tarik utama saham UNVR. Berdasarkan harga penutupan saham UNVR di level Rp1.615 per saham pada perdagangan Kamis (4/6/2026), dividen final sebesar Rp114 per saham mencerminkan potensi dividend yield sekitar 7,06%.
Yield tersebut mencapai 3x bunga deposito rupiah di bank umum yang saat ini hanya 2%-an.
Sebelumnya, UNVR telah membayarkan dividen interim sebesar Rp87 per saham atau sekitar Rp3,3 triliun pada 30 Desember 2025.
Dengan demikian, total dividen yang ditetapkan perseroan untuk tahun buku 2025 mencapai Rp201 per saham. Secara keseluruhan, nilai dividen yang dibagikan kepada pemegang saham mencapai Rp7,63 triliun.
Sementara jika mengacu pada total dividen tahun buku 2025 sebesar Rp201 per saham, potensi dividend yield UNVR mencapai sekitar 12,45%. Angka tersebut menjadikan saham UNVR sebagai salah satu emiten dengan tingkat pengembalian dividen yang menarik di Bursa Efek Indonesia.
Besaran dividen tersebut mencerminkan dividend payout ratio sebesar 100% dari laba bersih tahun buku 2025. Kebijakan ini menunjukkan konsistensi Unilever Indonesia dalam mengembalikan nilai kepada para pemegang saham melalui pembagian dividen yang optimal.
Presiden Direktur Unilever Indonesia, Benjie Yap, mengatakan bahwa payout ratio sebesar 100% menegaskan komitmen perseroan untuk terus memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham.
"Ini juga mencerminkan disiplin kami dalam mengelola alokasi modal, serta keyakinan terhadap kekuatan dan ketahanan operasional perseroan," ujar Benjie dalam keterangannya, Kamis (4/6/2026).
Menurut Benjie, keseimbangan antara pembayaran dividen yang optimal dan kinerja jangka panjang menjadi fondasi penting dalam menciptakan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.
Perseroan juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat fundamental bisnis dan mendorong pertumbuhan yang bertanggung jawab, menguntungkan, konsisten, serta kompetitif di tengah dinamika industri barang konsumsi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News