KONTAN.CO.ID - Simak profil saham VKTR yang akan right issue jumbo. PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) menjadi sorotan pasar setelah mengumumkan rencana aksi korporasi berupa Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue jumbo pada 2026.
Melansir laman BEI, perseroan berencana menerbitkan hingga 21,87 miliar saham baru. Dalam perkembangan terbaru, target penerbitan saham bahkan ditingkatkan menjadi sebanyak-banyaknya 25 miliar saham baru.
Dana yang diperoleh akan digunakan untuk tambahan modal kerja dan penyertaan modal kepada anak usaha guna mendukung pengembangan bisnis kendaraan listrik dan komponen otomotif.
Bagi pemegang saham yang tidak mengeksekusi haknya dalam rights issue tersebut, terdapat potensi dilusi kepemilikan hingga sekitar 33%-36%.
Baca Juga: Pabrik VKTR Diresmikan Presiden Prabowo, Cek Profil Emiten hingga Kinerjanya
Profil Singkat VKTR
PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang mobilitas listrik dan komponen otomotif. Perseroan dikenal sebagai emiten kendaraan listrik komersial pertama yang tercatat di Bursa Efek Indonesia setelah melaksanakan IPO pada Juni 2023.
VKTR merupakan bagian dari ekosistem bisnis Grup Bakrie yang berfokus pada pengembangan kendaraan listrik berbasis baterai, khususnya kendaraan komersial seperti bus listrik dan truk listrik.
Perseroan juga mengembangkan bisnis manufaktur komponen otomotif melalui sejumlah anak usaha.
Baca Juga: Nama-nama Besar Sokong Rights Issue SINI, Cek Profil Emiten hingga Kinerja Terbaru
Lini Usaha VKTR
Kegiatan usaha VKTR terbagi dalam beberapa segmen utama, yaitu:
1. Kendaraan Listrik Komersial
VKTR merupakan salah satu pionir penyedia bus listrik di Indonesia. Perseroan bekerja sama dengan produsen kendaraan listrik global untuk menghadirkan bus listrik yang digunakan oleh operator transportasi publik, termasuk Transjakarta.
VKTR juga mulai memperluas portofolio ke segmen truk listrik dan kendaraan komersial lainnya guna memperbesar pasar yang dapat digarap.
2. Manufaktur Komponen Otomotif
Melalui anak usaha, VKTR memproduksi berbagai komponen otomotif untuk kendaraan roda empat maupun kendaraan niaga. Bisnis ini menjadi salah satu sumber pendapatan yang relatif stabil bagi perusahaan.
3. Ekosistem Mobilitas Listrik
Selain menjual kendaraan listrik, VKTR juga mengembangkan infrastruktur pendukung seperti pengisian daya (charger), layanan purna jual, serta solusi elektrifikasi kendaraan komersial.
Baca Juga: Masa Depan HOPE: Segera Akuisisi Tambang, Cek Profil Emiten hingga Kinerjanya
Susunan Manajemen Terbaru
Berdasarkan paparan publik dan keterbukaan informasi perusahaan, jajaran manajemen VKTR antara lain:
1. Direksi
| Nama | Jabatan | Terafiliasi |
|---|---|---|
| Anindra Ardiansyah Bakrie | Direktur Utama | Ya |
| Mochammad Yana Aditya | Direktur | Ya |
| S. Erika Mouna Hamizar | Direktur | Ya |
| Valentinus Bimo Kurniatmoko | Direktur | Ya |
| Achmad Amri Aswono Putro | Direktur | Ya |
| Dino Ahmad Ryandi | Direktur | Ya |
| Indah Permatasari Saugi | Direktur | Ya |
2. Komisaris
| Nama | Jabatan | Komisaris Independen |
|---|---|---|
| Sharif Cicip Sutardjo | Komisaris Utama | Ya |
| Anindya Novyan Bakrie | Wakil Komisaris Utama | Tidak |
| Dr. Ing. Ilham A. Habibie | Komisaris | Ya |
| The Lord Aamer Ahmad Sarfraz | Komisaris | Tidak |
| Dr. Dino Patti Djalal | Komisaris | Ya |
Manajemen menargetkan tahun 2026 sebagai fase percepatan bisnis kendaraan listrik menuju profitabilitas yang lebih berkelanjutan melalui peningkatan utilisasi produksi dan efisiensi operasional.
Baca Juga: Dividen Mini IRSX Cair Juni 2026: Cek Profil Emiten hingga Kinerja Terbarunya
Kinerja Keuangan Terbaru
Melansir laporan BEI, VKTR mencatat pertumbuhan pendapatan yang cukup kuat dalam beberapa tahun terakhir seiring meningkatnya kontribusi bisnis kendaraan listrik. Sepanjang tahun 2025, perseroan membukukan:
| Pos Keuangan | 2025 |
|---|---|
| Penjualan Bersih | Rp 1,09 triliun |
| Total Aset | Rp 1,80 triliun |
| Total Liabilitas | Rp 553 miliar |
Sementara itu, hingga kuartal I 2026, VKTR membukukan pendapatan sebesar Rp 345 miliar. Secara trailing twelve months (TTM), pendapatan perseroan mencapai Rp 1,22 triliun atau tumbuh sekitar 19,6% dibandingkan periode sebelumnya.
Pada periode sembilan bulan pertama 2025 (9M25), pendapatan VKTR mencapai Rp 717 miliar, meningkat 11% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut terutama didorong peningkatan penjualan kendaraan listrik dan kinerja stabil bisnis komponen otomotif.
Prospek Setelah Rights Issue
Dana hasil rights issue direncanakan untuk memperkuat modal kerja dan mendukung ekspansi anak usaha. Perseroan juga menargetkan diversifikasi bisnis dari bus listrik ke segmen truk listrik yang memiliki pasar lebih besar di Indonesia.
Selain itu, VKTR telah memperoleh sejumlah proyek pengadaan bus listrik dan berhasil menjadi salah satu produsen bus listrik berbasis CKD dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) 40% untuk produk bus 12 meter. Hingga akhir kuartal III 2025, armada dalam ekosistem VKTR telah menempuh lebih dari 13,4 juta kilometer operasional.
Dengan rights issue jumbo yang sedang dipersiapkan, VKTR berupaya memperkuat struktur permodalan untuk menangkap peluang pertumbuhan kendaraan listrik nasional yang masih berada pada tahap awal perkembangan
Tonton: Prabowo Soroti Kepemimpinan BGN Tidak Kompeten dan Tidak Jujur
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News