KONTAN.CO.ID - Simak profil emiten SINI yang segera right issue Rp3,6 triliun. PT Singaraja Putra Tbk (SINI) mengumumkan rencana Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue senilai hingga Rp3,6 triliun.
Melansir laman BEI, aksi korporasi jumbo tersebut mendapat dukungan dari pemegang saham besar, termasuk kelompok usaha milik pengusaha Prajogo Pangestu dan Happy Hapsoro.
Rights issue ini menjadi penting karena nilainya mencapai lebih dari 148% jumlah saham yang saat ini beredar, menjadikannya salah satu aksi korporasi terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun ini.
Baca Juga: Masa Depan HOPE: Segera Akuisisi Tambang, Cek Profil Emiten hingga Kinerjanya
Rights Issue Rp3,6 Triliun
SINI berencana menerbitkan sekitar 712,5 juta saham baru dengan asumsi harga pelaksanaan Rp5.000 per saham. Dari aksi korporasi ini, perusahaan berpotensi memperoleh dana hingga Rp3,6 triliun.
Rasio 2 saham lama mendapatkan 3 rights, dan efek dilusi hingga 60%.
| Penggunaan Dana | Keterangan |
|---|---|
| Akuisisi PT Kemilau Mulia Sakti (KMS) | Sekitar Rp1,73 triliun |
| Pelunasan utang bank | Sekitar Rp900 miliar |
| Modal kerja | Sisa dana rights issue |
PT Kemilau Mulia Sakti (KMS) merupakan perusahaan tambang batu bara yang saat ini berada di bawah PT Petrosea Tbk (PTRO). Akuisisi tersebut dinilai akan memperbesar aset dan cadangan batu bara SINI secara signifikan.
Baca Juga: Siap Cair Dividen CMRY Rp1,59 Triliun, Intip Profil Emiten hingga Kinerja Terakhirnya
Keterlibatan Prajogo Pangestu dan Hapsoro
Melansir laman resmi Singaraja Putra, Rights issue SINI mendapat perhatian karena melibatkan dua nama besar. Hapsoro sebagai salah satu pengendali perseroan menyatakan akan menggunakan haknya dalam PMHMETD.
Sementara itu, PT Kreasi Jasa Persada yang merupakan anak usaha PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) milik Prajogo Pangestu juga menyatakan akan melaksanakan haknya dalam rights issue tersebut.
Dengan kepemilikan sekitar 19,74%, kelompok usaha Prajogo Pangestu berpotensi menyuntikkan dana ratusan miliar rupiah dalam aksi korporasi ini.
Lalu, seperti apa profil emiten SINI ini? Cek informasi menarik selengkapnya.
Baca Juga: Pabrik VKTR Diresmikan Presiden Prabowo, Cek Profil Emiten hingga Kinerjanya
Profil Singkat SINI
PT Singaraja Putra Tbk merupakan perusahaan yang awalnya dikenal bergerak di bidang jasa akomodasi dan perhotelan. Namun dalam beberapa tahun terakhir, perseroan melakukan transformasi bisnis dan mulai masuk ke sektor pertambangan batu bara serta bisnis pendukung energi.
Struktur pemegang saham utama SINI saat ini antara lain:
| Pemegang Saham | Kepemilikan |
|---|---|
| PT Autumn Prima Indonesia | 30,00% |
| PT Kreasi Jasa Persada | 19,74% |
| Batubara Development Pte Ltd | 15,49% |
| Hapsoro | 9,00% |
| Publik | 25,77% |
Data tersebut menunjukkan keterlibatan kelompok usaha Hapsoro dan afiliasi Prajogo Pangestu melalui PT Kreasi Jasa Persada yang merupakan bagian dari ekosistem PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).
Baca Juga: Dividen JSMR Segera Cair Rp1,1 Triliun, Cek Profil Emiten Infrastruktur Ini
Lini Usaha SINI
Saat ini SINI memiliki fokus usaha yang semakin mengarah ke sektor energi dan pertambangan. Beberapa lini bisnis yang dijalankan meliputi:
| Lini Usaha | Kegiatan |
|---|---|
| Pertambangan batu bara | Pengelolaan aset tambang dan penjualan batu bara |
| Jasa pendukung pertambangan | Operasional dan layanan penunjang tambang |
| Akomodasi dan properti | Bisnis hotel dan aset pendukung |
| Investasi dan holding | Pengembangan investasi pada berbagai anak usaha |
Kontribusi pendapatan dari penjualan batu bara mulai terlihat signifikan pada laporan keuangan 2025, menandakan transformasi bisnis yang tengah dijalankan perseroan.
Baca Juga: Pendapatan ASLC Sentuh Rp1 Triliun, Cek Profil Emiten Otomotif Digital Ini
Kinerja Keuangan Terbaru
Meski pendapatan meningkat sepanjang 2025, SINI masih membukukan rugi bersih akibat tingginya beban operasional dan biaya keuangan. Berikut laporan tahunan terbaru 2025, dirangkum dari laman BEI.
| Pos Keuangan | 2025 | 2024 |
|---|---|---|
| Pendapatan | Rp534,02 miliar | Rp435,14 miliar |
| Laba Kotor | Rp97,41 miliar | Rp89,88 miliar |
| Rugi Bersih | Rp41,21 miliar | Rp23,63 miliar |
| Total Aset | Rp1,57 triliun | Rp0,84 triliun* |
| Total Liabilitas | Rp2,26 triliun | Rp1,45 triliun |
Walaupun pendapatan tumbuh lebih dari 20%, tingginya beban bunga dan pembiayaan membuat perseroan masih mencatatkan kerugian pada 2025. Selain itu, posisi liabilitas yang lebih besar dibanding ekuitas menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi perusahaan.
SINI sedang berada dalam fase transformasi besar dari bisnis akomodasi menuju perusahaan yang berfokus pada sektor pertambangan dan energi. Meskipun masih mencatatkan rugi bersih pada 2025, perseroan berhasil meningkatkan pendapatan lebih dari 22% dan memperbesar asetnya secara signifikan.
Rights issue senilai Rp3,6 triliun menjadi langkah strategis untuk memperkuat struktur permodalan, mengurangi beban utang, sekaligus mengakuisisi aset tambang batu bara baru.
Adanya nama Happy Hapsoro dan kelompok usaha Prajogo Pangestu menjadi salah satu faktor yang membuat aksi korporasi SINI mendapat perhatian besar dari pelaku pasar.
Tonton: Saham Perusahaan Bagus Belum Tentu Cuan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News