Sebelum IPO Anthropic, Investor Perlu Tahu Hubungannya dengan Pemerintah AS

Sabtu, 06 Juni 2026 | 05:25 WIB
Sebelum IPO Anthropic, Investor Perlu Tahu Hubungannya dengan Pemerintah AS

ILUSTRASI. Ilustrasi Mythos, AI Pencari celah keamanan siber buatan Anthropic (KONTAN/Hasbi Maulana)


Sumber: Reuters  | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Anthropic tengah bersiap menuju penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) yang berpotensi menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah industri kecerdasan buatan (AI).

Perusahaan AI asal Amerika Serikat itu disebut dapat meraih valuasi hingga US$ 1 triliun, setara sekitar Rp 18.060 triliun.

Menjelang IPO tersebut, investor tidak hanya memperhatikan perkembangan teknologi AI yang dikembangkan Anthropic. Hubungan perusahaan dengan pemerintah Amerika Serikat juga menjadi faktor yang mulai mendapat perhatian pasar.

Perlu diingat, Anthropic sempat berselisih dengan pemerintahan Presiden Donald Trump dan Departemen Pertahanan AS. Hubungan kedua pihak kini menunjukkan tanda-tanda membaik meski sengketa hukum masih berlangsung.

Baca Juga: Booming IPO India, Raksasa Asing Justru Tarik Dana Miliaran Dolar

Mengapa Hubungan Anthropic dengan Pemerintah AS Penting?

Hubungan antara perusahaan AI dan pemerintah AS menjadi isu penting karena teknologi kecerdasan buatan semakin banyak digunakan dalam sektor strategis, mulai dari keamanan siber hingga pertahanan.

Ketegangan antara Anthropic dan pemerintah AS bermula awal tahun ini ketika perusahaan menolak mengizinkan model AI miliknya digunakan untuk pengawasan domestik dan sistem persenjataan otonom militer.

Tak lama setelah itu, Departemen Pertahanan AS menetapkan Anthropic sebagai "supply-chain risk" atau risiko rantai pasok.

Status tersebut membuat puluhan ribu kontraktor yang bekerja untuk militer AS tidak dapat menggunakan teknologi AI Anthropic dalam proyek yang berkaitan dengan pertahanan.

Menurut Reuters, ini merupakan pertama kalinya perusahaan asal Amerika Serikat menerima label tersebut, yang biasanya diberikan kepada perusahaan yang memiliki keterkaitan dengan negara-negara yang dianggap sebagai lawan strategis Washington.

Baca Juga: Saham MU Naik 7% Usai Kabar Keluarga Glazer Pertimbangkan Penjualan

Hubungan Mulai Menghangat Jelang IPO

Meski perselisihan belum berakhir, hubungan Anthropic dengan pemerintah AS mulai menunjukkan perbaikan dalam beberapa bulan terakhir.

Salah satu perkembangan penting terjadi pada pertengahan April ketika CEO Anthropic, Dario Amodei, mengunjungi Gedung Putih untuk membahas peluang kerja sama. Pertemuan itu menjadi kontak resmi pertama antara kedua pihak sejak konflik muncul.

Anthropic juga sempat diundang menghadiri acara penandatanganan perintah eksekutif terkait AI yang direncanakan pemerintah AS.

Meskipun acara tersebut akhirnya dibatalkan, perusahaan kemudian menyatakan siap berkolaborasi dengan Gedung Putih dalam implementasi kebijakan AI yang baru ditandatangani Presiden Trump.

Selain itu, Anthropic disebut terlibat dalam sejumlah diskusi dengan pejabat pemerintah mengenai sistem AI tercanggih miliknya yang bernama Mythos.

Baca Juga: Wall Street Cetak Rekor, Analis Peringatkan Risiko Koreksi Tajam

Apa Artinya bagi Investor?

Bagi investor, hubungan Anthropic dengan pemerintah AS menjadi salah satu faktor yang patut dicermati menjelang IPO.

Di satu sisi, sengketa dengan Departemen Pertahanan belum sepenuhnya selesai. Hingga pekan ini, kedua pihak masih saling mengajukan dokumen hukum terkait status "supply-chain risk" yang diberikan kepada Anthropic.

Di sisi lain, komunikasi yang kembali terjalin dengan Gedung Putih menunjukkan bahwa hubungan kedua pihak tidak lagi setegang beberapa bulan lalu.

Analis PitchBook, Harrison Rolfes, menilai membaiknya hubungan tersebut dapat membantu meningkatkan kepercayaan investor dalam jangka pendek saat perusahaan bersiap melantai di bursa.

Baca Juga: AS Sanksi Bursa Kripto Terbesar Iran, Nobitex Dituduh Bantu IRGC

Ringkasan Anthropic Jelang IPO

  • Perusahaan: Anthropic
  • Sektor: Kecerdasan buatan (AI)
  • Potensi valuasi IPO: US$ 1 triliun
  • Setara dalam rupiah: sekitar Rp 18.060 triliun
  • Status saat ini: Persiapan menuju IPO
  • Sengketa utama: Status "supply-chain risk" dari Departemen Pertahanan AS
  • Perkembangan terbaru: Hubungan dengan Gedung Putih mulai membaik

Bagi investor yang memantau rencana IPO perusahaan ini, dinamika tersebut menjadi salah satu aspek penting untuk diperhatikan selain prospek bisnis AI yang tengah berkembang pesat.

Baca Juga: Morningstar Ragukan Bisnis AI SpaceX, Valuasi Dinilai Kemahalan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tag

Terbaru