AS Sanksi Bursa Kripto Terbesar Iran, Nobitex Dituduh Bantu IRGC

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:50 WIB
AS Sanksi Bursa Kripto Terbesar Iran, Nobitex Dituduh Bantu IRGC

ILUSTRASI. Bendera Iran (Raheb Homavandi/File Photo/REUTERS)


Sumber: Reuters  | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi terhadap Nobitex, bursa mata uang kripto terbesar di Iran pada Selasa (2/6) waktu setempat.

Washington menuduh platform tersebut membantu pemerintah Iran dan sejumlah lembaga yang telah masuk daftar hitam untuk menghindari sanksi Barat.

Langkah itu diumumkan sekitar sebulan setelah investigasi Reuters mengungkap peran Nobitex dalam sistem keuangan alternatif yang digunakan Iran untuk memproses transaksi bernilai ratusan juta dolar AS.

Dalam laporannya, Reuters menyebut Nobitex menjadi salah satu pusat transaksi yang digunakan oleh Bank Sentral Iran dan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Bursa kripto itu juga dilaporkan tetap beroperasi saat Iran memberlakukan pemadaman internet nasional, dengan nilai transaksi mencapai jutaan dolar.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan pemerintah Iran memanfaatkan teknologi aset digital untuk menghindari tekanan ekonomi internasional.

"Ketika ekonomi Iran berada dalam kondisi terpuruk, rezim justru memilih memanfaatkan teknologi aset digital untuk agenda korup mereka, termasuk menghindari sanksi dan memindahkan kekayaan ke luar negeri," kata Bessent dalam pernyataan resminya.

Baca Juga: Dividen MAIN Rp52 per Saham, Yield 3x Bunga Deposito! Catat Jadwal Pembayaran

Pemilik dan CEO Nobitex Ikut Kena Sanksi

Selain Nobitex, Departemen Keuangan AS juga menjatuhkan sanksi kepada dua sosok yang disebut terkait dengan kepemilikan perusahaan, yakni Seyed Mohammad Ali Aghamir Mohammad Ali dan Seyed Mohammad Aghamir Mohammad Ali.

Keduanya disebut berasal dari keluarga Kharrazi, salah satu keluarga paling berpengaruh di Iran.

Investigasi Reuters sebelumnya mengungkap hubungan mereka dengan keluarga tersebut serta dugaan penggunaan nama keluarga berbeda saat Nobitex pertama kali didirikan.

CEO Nobitex, Amir Hossein Rad, juga masuk dalam daftar individu yang dikenai sanksi.

Menurut Departemen Keuangan AS, Nobitex telah memberikan dukungan signifikan kepada pemerintah Iran dan memfasilitasi banyak transaksi digital yang terkait dengan IRGC maupun Bank Sentral Iran.

"Nobitex memberikan dukungan signifikan kepada pemerintah Iran dan memfasilitasi sejumlah besar transaksi aset digital yang terkait dengan IRGC dan Bank Sentral Iran," tulis Departemen Keuangan AS.

Pemerintah AS juga menuduh Nobitex membantu memindahkan aset dan dana ke luar Iran untuk melindungi kekayaan pemerintah, termasuk saat negara tersebut mengalami pembatasan akses internet.

Baca Juga: Cum Dividen Hari Ini (3/6), Harga Saham dengan Yield Dividen 9% Ini Masih Anjlok 32%

Nobitex Bantah Tuduhan

Hingga sanksi diumumkan, Nobitex belum memberikan tanggapan terbaru.

Namun dalam pernyataan kepada Reuters pada April lalu, perusahaan itu membantah memiliki hubungan langsung dengan pemerintah Iran maupun membantu aktivitas negara untuk menghindari sanksi internasional.

Nobitex menegaskan bahwa jika ada dana ilegal yang mengalir melalui platformnya, hal tersebut terjadi tanpa persetujuan atau sepengetahuan manajemen.

Perusahaan juga membantah tuduhan bahwa dua pemiliknya pernah menggunakan identitas alternatif atau mengubah identitas mereka.

Baca Juga: Apa Itu FTSE Russell yang Coret 8 Saham RI? Ini Pengertian hingga Dampaknya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru