Saham RISE Anjlok 38% dan Terkena UMA BEI, Cek Profil Emiten Properti Ini

Jumat, 06 Februari 2026 | 12:46 WIB
Saham RISE Anjlok 38% dan Terkena UMA BEI, Cek Profil Emiten Properti Ini

ILUSTRASI. Jaya Sukses Makmur Sentosa (dok pribadi/Jaya Sukses Makmur Sentosa )


Penulis: Bimo Kresnomurti  | Editor: Bimo Kresnomurti

KONTAN.CO.ID - Simak profil saham RISE yang mendapatkan peringatan UMA. Saham RISE sering mengalami volatilitas tinggi, termasuk penurunan signifikan baru-baru ini.

Pada 6 Februari 2026, BEI mengumumkan pemantauan Unusual Market Activity (UMA) terhadap saham RISE bersama AGII dan NZIA. Status UMA ini dipicu oleh pergerakan harga saham yang tidak biasa, di mana RISE terpantau anjlok 38,8% dalam sebulan dan mengalami tekanan lanjutan.

BEI menekankan bahwa UMA bukan indikasi pelanggaran langsung, melainkan langkah perlindungan investor untuk mencermati pola transaksi, kinerja perusahaan, dan keterbukaan informasi.

RISE diminta menyampaikan klarifikasi terkait laporan bulanan registrasi pemegang efek per 3 Februari 2026. Volatilitas ini terjadi di tengah aksi korporasi sebelumnya seperti pembagian saham bonus Rp525 miliar pada Januari 2026.

Lalu, seperti apa profil dari saham RISE? Cek informasi lini usaha, direksi, hingga Keuangan.

Baca Juga: Harga Saham PGAS Melesat 13,99%: Analis Rekomendasi Beli!

Profil RISE

PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (kode saham: RISE), juga dikenal sebagai Tanrise Property, adalah emiten properti yang didirikan pada 23 Mei 2003 dan berkantor pusat di Jl. Ruko Sentral Square C3, Jl. Ahmad Yani 41-43, Desa Gedangan, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Perusahaan ini melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Juli 2018 di Papan Pengembangan. RISE merupakan salah satu emiten milik konglomerat Hermanto Tanoko (dikenal sebagai pemilik Samator Group), dengan fokus utama pada pengembangan properti residensial, komersial, dan hospitality.

Kini, Kapitalisasi pasar per awal Februari 2026 sekitar Rp11,2 triliun (berdasarkan harga saham fluktuatif di kisaran Rp4.000-an).

Baca Juga: CDIA: Buyback Rp 1 Triliun, Sinyal Harga Saham Terbang?

Lini Usaha

Bisnis utama RISE adalah pengembangan, jasa, dan pengelolaan properti serta real estate di segmen residensial, komersial, dan hospitality.

Perusahaan mengembangkan:

  • Properti residensial seperti kompleks perumahan Grand Sunrise Gresik.
  • Apartemen seperti ARC100 dan Kyo Society.
  • Perkantoran premium seperti Voza Premium Office di Surabaya.
  • Hotel dan hospitality: Solaris Hotel, Vasa Hotel Surabaya, dan Cleo Business Hotel.
  • Pusat perbelanjaan, gudang, ruko, kondotel, serta ekspansi ke sektor lifestyle dan golf & villa premium untuk recurring income.

Segmen ini beroperasi terutama di Jawa Timur (Surabaya, Gresik, Sidoarjo), dengan merek dagang Tanrise Property.

Baca Juga: TOWR Buyback Saham Rp300 Miliar, Cek Profil, Lini Usaha, hingga Kinerjanya

Susunan Direksi dan Komisaris (Terbaru 2026)

Susunan manajemen RISE tidak mengalami perubahan signifikan pasca-2025 berdasarkan data publik:

Direksi

No Nama Posisi Terafiliasi
1 Budi Agusti Direktur Utama Tidak
2 Go Herliani Prayogo Direktur Tidak
3 Go Ie Tiong Direktur Tidak
4 Samuel Adhiputra Bunjamin Direktur Tidak

Dewan Komisaris

No Nama Posisi Independen
1 Hermanto Tanoko Komisaris Utama Tidak
2 Sanderawati Joesoef Komisaris Tidak
3 Eleazar Leslie Sajogo, SH., MCIArb Komisaris Ya

Baca Juga: Berlaku 2026, Ini Rancangan Aturan IPO Saham Di BEI yang Semakin Ketat

Kinerja Keuangan Q3 2025 (Triwulan III 2025, per 30 September 2025)

Melansir laporan BEI, berikut laporan keuangan interim Q3 2025:

  • Pendapatan: Rp294,1 miliar (kumulatif 9M25, naik dari periode sebelumnya).
  • Laba Bersih: Rp51,9 miliar (naik signifikan, melonjak sekitar 102,44% YoY per kuartal III-2025 dibandingkan tahun sebelumnya).
  • Gross Profit: Rp129,9 miliar.
  • Operating Profit: Rp45,2 miliar.
  • EBITDA: Rp52,8 miliar.
  • Net Margin: 17,6%.
  • Interest Expense: Rp15,5 miliar.

Kinerja positif ini didukung ekspansi hospitality dan properti premium, meski volatilitas saham baru-baru ini memengaruhi sentimen pasar.

Tonton: Juda Ungkap Alasan Mundur Jadi Deputi Gubernur BI: Ditugaskan sebagai Wamenkeu

Selanjutnya: Ini Alasan Perlu Punya Perlindungan Finansial Berbasis Lintas Mata Uang

Menarik Dibaca: Harga Emas Global Menguji Naik Setelah Tumbang 3,7% Kemarin

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru