CDIA: Buyback Rp 1 Triliun, Sinyal Harga Saham Terbang?

Jumat, 06 Februari 2026 | 04:30 WIB
CDIA: Buyback Rp 1 Triliun, Sinyal Harga Saham Terbang?

ILUSTRASI. CDIA: Buyback Rp 1 Triliun, Sinyal Harga Saham Terbang?


Reporter: Dimas Andi, Yuliana Hema  | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Satu lagi emiten afiliasi orang terkaya Indonesia Prajogo Pangestu, yang mengalami pembelian kembali atau buyback saham. Terbaru, buyback akan dilakukan untuk saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA).

Manajemen CDIA berencana untuk menggelar pembelian kembali atau buyback saham pada 6 Februari 2026–5 Mei 2026. Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis pada Kamis (5/2), CDIA menyiapkan anggaran Rp 1 triliun untuk buyback termasuk biaya transaksi, yang berasal dari kas internal CDIA. 

“Pembelian kembali saham tidak akan mengakibatkan menurunnya pendapatan CDIA dan tidak ada dampak yang signifikan atas pembiayaan,” tulis Manajemen CDIA dalam keterbukaan informasi. 

Baca Juga: Emiten Prajogo Pangestu Kompak Buyback Saham, Sinyal Valuasi Murah?

Manajemen meyakini bahwa pelaksanaan transaksi pembelian kembali saham tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kegiatan usaha CDIA.

“Mengingat CDIA memiliki modal kerja dan arus kas yang cukup untuk melaksanakan pembiayaan transaksi bersamaan dengan kegiatan usaha CDIA,” jelas manajemen CDIA. 

Pada akhir perdagangan sesi satu Kamis (4/1), CDIA berada di level Rp 1.090 per saham atau menguat 0,39% dibanding penutupan hari sebelumnya. Dalam sebulan terakhir, CDIA sudah melemah 35,88%. 

Tonton: Purbaya Usul Pengelolaan SDA Dibatasi Hanya untuk BUMN dan Lembaga Negara

Sebelumnya, buyback juga berlaku untuk sejumlah emiten saham terafiliasi Prajogo Pangestu. Emiten tersebut PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), BRPT menyiapkan dana buyback sebesar Rp 1 triliun, TPIA Rp 2 triliun, dan CUAN Rp 750 miliar. Seluruh dana buyback berasal dari kas internal masing-masing emiten.

Ketiga emiten tersebut akan melaksanakan buyback saham selama periode 4 Februari 2026 hingga 3 Mei 2026.

 

Arief Hidayat: Putusan Batas Usia Capres Cawapres Jadi Titik Awal Indonesia Tidak Baik-baik Saja

 

Selanjutnya: Saham Minna Padi Investama (PADI) Cetak ARB Usai Lepas FCA, Ini Penyebabnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tag

Terbaru