Emiten Terseret Kasus Saham Gorengan, Cek Profil PIPA, Lini Usaha, hingga Kinerjanya

Rabu, 04 Februari 2026 | 10:38 WIB
Emiten Terseret Kasus Saham Gorengan, Cek Profil PIPA, Lini Usaha, hingga Kinerjanya

ILUSTRASI. PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) (KONTAN/PIPA)


Penulis: Bimo Kresnomurti  | Editor: Bimo Kresnomurti

KONTAN.CO.ID - Simak profil emiten PIPA yang terseret kasus saham gorengan. Saham PIPA sering disebut sebagai “saham gorengan” karena fluktuasi harga ekstrem yang diduga dipicu spekulasi, pump and dump, serta manipulasi pasar.

Melansir laman Kontan.co.id, pada Februari 2026, Bareskrim Polri menetapkan tiga tersangka baru dalam kasus dugaan tindak pidana pasar modal terkait IPO PIPA 2023: seorang eks staf BEI (inisial BH), financial advisor (DA), dan project manager PIPA (RE).

Penyidik menyatakan PIPA sebenarnya tidak layak IPO karena valuasi aset tidak memenuhi persyaratan BEI, dengan modus memanfaatkan advisory dari mantan pegawai BEI untuk memuluskan proses penawaran saham.

Baca Juga: Resmi, Ini Rincian 27 Sub-Tipe Investor Saham Di Pasar Modal Indonesia

Kasus ini merupakan pengembangan dari perkara sebelumnya yang sudah inkracht, dan membuat PIPA menjadi salah satu emiten yang terseret skandal goreng saham terbaru.

Meski ada perubahan pengendali (Morris Capital) dan rencana transformasi bisnis (termasuk potensi ke holding energi), isu ini terus memengaruhi sentimen investor dan volatilitas saham PIPA hingga kini.

Lalu, seperti apa profil dari PIPA? Cek lini usaha hingga keuangan PT Multi Makmur Lemindo Tbk.

Baca Juga: Aturan Free Float: 38 Saham Disuspen, Jumlahnya Berpotensi Bertambah

Profil Emiten Saham PIPA

Mengutip laman resmi PIPA, PT Multi Makmur Lemindo Tbk (kode saham: PIPA) adalah emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang bergerak di sektor perindustrian, tepatnya manufaktur material bahan bangunan berbasis plastik.

Perusahaan ini didirikan pada Juni 2005 (awalnya sebagai CV Multi Makmur Lemindo dengan fokus produksi lem PVC), kemudian menjadi perseroan terbatas pada Januari 2012.

PIPA resmi melantai di BEI melalui IPO pada 10 April 2023 di papan Pengembangan, meraup dana sekitar Rp97 miliar dengan harga IPO Rp105 per saham. Kantor pusat berada di Jl. Sultan Iskandar Muda No. 70, Kedaung Baru, Neglasari, Tangerang, Banten.

Baca Juga: Marak Buyback Saham Blue Chip, Cek yang Layak Beli & Berpotensi Datangkan Cuan!

Lini Usaha

Bisnis utama PIPA adalah produksi dan pemasaran produk bahan bangunan berbahan dasar PVC (Polyvinyl Chloride) serta HDPE (High Density Polyethylene).

Produk andalannya meliputi pipa PVC, pipa HDPE, fitting PVC (termasuk merek Rubicon), lem pipa PVC (PVC glue, awalnya merek INTRPLAS), talang PVC, roofing PVC, ember cor, serta aksesori rumah tangga terkait.

Perusahaan awalnya fokus pada lem PVC/PVAc, kemudian ekspansi ke manufaktur pipa dan fitting melalui akuisisi mesin serta sistem makloon, dengan distribusi mencakup Jabodetabek hingga seluruh Pulau Jawa, Sumatera, Bali, dan Sulawesi.

Visi perusahaan adalah menyediakan produk bermutu dengan harga terjangkau dan mudah dijangkau di seluruh Indonesia, sambil mengutamakan keamanan lingkungan serta pengembangan SDM. 

Baca Juga: Keputusan Investor Krusial: IHSG Rebound, Tapi Waspada Sinyal Ini

Susunan Direksi dan Komisaris (Terbaru Februari 2026)

Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 26 Januari 2026 (diumumkan 2 Februari 2026), PIPA melakukan rombak pengurus dengan masa jabatan hingga 30 Juli 2027. 

Dewan Direksi: 

  • Direktur Utama: Firrisky Ardi Nurtomo (sebelumnya Direktur).  
  • Direktur: Noprian Fadli.

Dewan Komisaris: 

  • Komisaris Utama: Nicolas Sahrial Rasjid.  
  • Komisaris: Ramdani Eka Saputra.

Pengunduran diri meliputi Imanuel Kevin Mayola (mantan Direktur Utama), Junaedi (mantan Direktur, yang sebelumnya memegang sekitar 29,2% saham sebagai penerima manfaat akhir), dan Susyanalief (mantan Komisaris).

Perubahan ini terjadi di tengah pengambilalihan kendali oleh PT Morris Capital Indonesia sejak 2025, yang menjadi pemegang saham pengendali baru. 

Baca Juga: Saham AADI Menghijau Saat IHSG Merah, Cek Profil Emiten Batubara Ini

Kinerja Keuangan Q3 2025 (Triwulan III 2025)

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian dari BEI per 30 September 2025, PIPA membukukan perbaikan signifikan.

Laba bersih mencapai Rp2,7 miliar, berhasil balikkan rugi dari periode yang sama tahun sebelumnya (Q3 2024). Aset lancar naik menjadi Rp66,93 miliar dari Rp64,56 miliar pada Q3 2024, menunjukkan peningkatan likuiditas.

Secara keseluruhan, kinerja ini mencerminkan pemulihan operasional meski perusahaan masih berada di papan Pengembangan dengan kapitalisasi pasar relatif kecil dan fluktuasi harga saham tinggi. 

Itulah informasi mengenai profil emiten PIPA yang terseret kasus saham gorengan.

Tonton: Prabowo Klaim Keberhasilan Program MBG Capai 99,9 Persen

Selanjutnya: Metland (MTLA) Percaya Diri Hadapi 2026, Bisnis Mal Dinilai Masih Tahan Banting

Menarik Dibaca: 6 Promo Kuliner Hari Ini Rabu 4 Februari: Subway Diskon 50% dan A&W Beli 1 Gratis 1

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru