Rekomendasi

Cek Target Harga! Saham Bank Himbara Diprediksi Kembali Moncer, Ada Apa?

Selasa, 03 Februari 2026 | 07:11 WIB
Cek Target Harga! Saham Bank Himbara Diprediksi Kembali Moncer, Ada Apa?

ILUSTRASI. Cek Target Harga! Saham Bank Himbara Diprediksi Kembali Moncer, Ada Apa?


Reporter: Selvi Mayasari  | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Pasar saham Indonesia pada awal Februari 2026 masih tertekan imbas pembekuan evaluasi saham MSCI. Harga saham-saham bank pelat merah atau Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) pun berguguran. Apakah masih ada peluang bagus untuk investasi di saham bank kategori blue chip tersebut?

IHSG pada awal perdagangan dibuka turun 0,84% ke level 8.259,25 hingga pada penutupan perdagangan terlihat terjun 4,88% ke level Ro 7.922,73. Tekanan jual tersebut langsung berdampak ke sektor perbankan, khususnya saham-saham bank BUMN yang selama ini menjadi tulang punggung likuiditas pasar.

Jika dilihat, saham PT Bank Tabungan Negara (BBTN) melemah 0,81% ke level Rp 1.220 per saham. Pada pembukan perdagangan sahamnya sempat berada di level Rp 1.250. Selama sepekan terakhir sahamnya juga susut 0,81%.

Kemudian, saham PT Bank Mandiri (BMRI) yang ditutup turun 0,41% ke level Rp 4.800 per saham. Pada pembukaan perdagangan sahamnya sempat dibuka menguat di level Rp 4.900, namun selama sepekan terakhir sahamnya terlihat susut 2,24%.

Baca Juga: Harga Emas Jatuh, Emiten Produsen Emas Ikut Rontok, Saatnya Beli / Jual?

Berbeda dengan kinerja saham PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) yang ditutup menguat 0,52% ke level Rp 3.830 per saham, dan pada pembukaan perdagangan sahamnya juga menguat ke level Rp 3.860 per saham walaupun sempat melemah ke level Rp 3.750 namun kembali bangkit di penutupan perdagangan. Tapi jika dilihat pergerakan sahamnya selama sepekan terakhir terlihat turun 0,52%.

Pada penutupan perdagangan, kinerja saham PT Bank Negara Indonesia (BBNI) juga terlihat menguat 0,22% ke level Rp 4.500 per saham. Namun jika dilihat pergerakannya selama sepekan terlihat turun 0,66%.

Head of Online Trading BCA Sekuritas, Achmad Yaki, menilai prospek saham bank pelat merah tetap cukup baik meskipun pasar sedang berada dalam fase koreksi.

Menurutnya, tekanan eksternal seperti pelemahan nilai tukar rupiah, suku bunga acuan yang bertahan di level 4,75%, serta inflasi (IHK) yang masih relatif tinggi memang membayangi pergerakan pasar saham secara keseluruhan.

“Namun secara fundamental, perbankan BUMN masih ditopang oleh skala bisnis besar, permodalan yang kuat, serta peran strategis dalam mendukung perekonomian nasional,” ujarnya kepada kontan.co.id, Senin (2/2).

Terkait isu potensi dukungan likuiditas melalui Danantara, Yaki menjelaskan bahwa hingga saat ini bank-bank Himbara belum menerima kucuran dana langsung di pasar modal.

“Untuk sementara baru sebatas alokasi Dana SAL. Namun apabila ke depan bank-bank Himbara benar-benar mendapatkan tambahan dana, tentu ini akan menjadi sentimen positif,” katanya.

Tonton: Naik Kelas BPJS Kesehatan, Benarkah Selalu Mahal? Ini Penjelasannya

Menurutnya, tambahan likuiditas akan membuat ruang ekspansi perbankan semakin longgar, khususnya dalam penyaluran kredit, sehingga berpotensi memperkuat kinerja keuangan sekaligus persepsi investor terhadap saham bank BUMN.

Di tengah koreksi pasar, Yaki melihat kondisi saat ini justru membuka peluang trading bagi investor. Sejumlah saham bank pelat merah dinilai sudah berada pada level harga yang menarik setelah mengalami diskon cukup dalam sejak awal tahun.

BCA Sekuritas merekomendasikan beberapa saham bank BUMN dengan strategi trading buy. Untuk BBNI, target harga dipatok di level 4.630. Sementara BBRI direkomendasikan trading buy dengan target harga 3.900.

Adapun BBTN direkomendasikan trading buy dengan target harga 1.310, sedangkan BMRI diproyeksikan menuju target harga 5.075.

 

 

Profil Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Dirut BEI Sementara

 

Selanjutnya: Suhu Capai 32 Derajat Celcius, Intip Prediksi Cuaca NTB Selasa 3 Februari 2026

Menarik Dibaca: Promo Hypermart Weekday 3-5 Februari 2026, Cumi Siap Masak Diskon Rp 18.600

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru