Inilah Saham Kapitalisasi Terbesar di Bursa Efek dengan Free Float Di Bawah 15%

Kamis, 05 Februari 2026 | 04:40 WIB
Inilah Saham Kapitalisasi Terbesar di Bursa Efek dengan Free Float Di Bawah 15%

ILUSTRASI. Inilah Saham Kapitalisasi Terbesar di Bursa Efek dengan Free Float Di Bawah 15%


Reporter: Yuliana Hema  | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. 

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Peningkatan batas minimal free float naik dari 7,5% menjadi 15% akan berimbas terhadap ratusan emiten saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dari jumlah tersebut, sebanyak 49 emiten saham dengan kapitalisasi pasar besar di pasar modal Indonesia. Berikut 49 emiten saham yang akan terimbas aturan free float terbaru.

BEI menghitung jika batas minimal free float naik dari 7,5% menjadi 15%, akan ada 267 perusahaan tercatat alias emiten yang terdampak atau belum memenuhi ketentuan tersebut.  

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman Yetna menjelaskan dari 267 emiten tersebut, 49 perusahaan tercatat di antaranya merupakan emiten dengan kapitalisasi pasar besar alias big cap.  

“Ada 49 di dalamnya yang memberikan kontribusi sebesar 90% dari total kapitalisasi pasar. Jadi kami coba sasar dulu yang 49 ini, walaupun yang harus memenuhi 267 emiten” jelasnya saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia, Rabu (4/2/2026). 

Baca Juga: Resmi, Ini Rincian 27 Sub-Tipe Investor Saham Di Pasar Modal Indonesia

Nyoman menjelaskan 49 emiten itu berasal dari berbagai sektor, di mana emiten itu akan menjadi proyek percontohan alias pilot project kepada perusahaan tercatat lainnya sesuai dengan tahapan. 

Saham dengan nilai kapitalisasi pasar alias market cap terbesar nomor satu di BEI, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) baru memiliki jumlah saham beredar bebas sebesar 12,3% per Desember 2025.  

Emiten milik Prajogo Pangestu lainnya, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) terpantau baru memiliki free float sebesar 10,66% per Desember 2025. Adapun market TPIA per Rabu (4/2/2026) mencapai Rp 592 triliun.

Tonton: Dulu 9 Kini 27 Klasifikasi Investor Saham Di BEI, Pengawasan Pasar Modal Diperketat

Di periode yang sama entitas usaha TPIA, yakni PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) tercatat baru memiliki saham free float sebesar 9,97%. CDIA tercatat memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp 134 triliun.

Selain saham milik konglomerasi, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) juga belum mencapai minimal free float. Berdasarkan data kepemilikan efek per Desember 2025, free float HMSP baru mencapai 7,5%. 

Kemudian ada PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) yang saham free float-nya sedikit lagi mencapai 15%. Per Desember 2025, jumlah saham free float UNVR mencapai 14,05%. 

ANTM Tegaskan Kenaikan HPE Emas Tak Pengaruhi Penjualan, Fokus Pasar Domestik

Selanjutnya: Cek Emiten Big Caps yang Berpeluang Penuhi Batas Minimum Free Float 15%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tag

Terbaru