Rekomendasi

Emiten Prajogo Pangestu Kompak Buyback Saham, Sinyal Valuasi Murah?

Kamis, 05 Februari 2026 | 07:20 WIB
Emiten Prajogo Pangestu Kompak Buyback Saham, Sinyal Valuasi Murah?

ILUSTRASI. Emiten Prajogo Pangestu Kompak Buyback Saham, Sinyal Valuasi Murah?


Reporter: Dimas Andi  | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten terafiliasi konglomerat Prajogo Pangestu, yakni PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), kompak menggelar aksi pembelian kembali (buyback) saham di tengah kondisi pasar yang bergejolak.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), BRPT menyiapkan dana buyback sebesar Rp 1 triliun, TPIA Rp 2 triliun, dan CUAN Rp 750 miliar. Seluruh dana buyback berasal dari kas internal masing-masing emiten.

Ketiga emiten tersebut akan melaksanakan buyback saham selama periode 4 Februari 2026 hingga 3 Mei 2026. Manajemen menegaskan aksi ini tidak akan mengganggu operasional perusahaan karena ditopang arus kas dan modal kerja yang memadai.

Investment Analyst Infovesta Utama, Ekky Topan, menilai buyback ini dilakukan di tengah tekanan jual dan volatilitas pasar yang tinggi. Di level harga saat ini, manajemen dinilai melihat valuasi saham sudah berada di bawah nilai wajar.

“Buyback menjadi sinyal kepercayaan manajemen terhadap prospek bisnis, sekaligus berfungsi menahan tekanan penurunan harga saham,” ujarnya, Rabu (4/2/2026).

Baca Juga: Inilah Saham Kapitalisasi Terbesar di Bursa Efek dengan Free Float Di Bawah 15%

Pada hari pertama pelaksanaan buyback, Rabu (4/2/2026), saham BRPT melonjak 7,58% ke Rp 2.130 per saham, TPIA naik 4,98% ke Rp 6.850 per saham, dan CUAN menguat 3% ke Rp 1.715 per saham.

Sebelumnya, ketiga saham tersebut mengalami koreksi signifikan dalam sebulan terakhir. Saham BRPT anjlok 33,23%, CUAN turun 25,11%, sementara TPIA terkoreksi 3,86%.

 

 

Tonton: Tommy Soeharto Lepas Seluruh Saham Humpuss Intermoda Transportasi (HITS)

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas, Hari Rachman, menilai buyback merupakan instrumen strategis untuk meredam tekanan jual berlebihan dan menjaga stabilitas harga saham. Penggunaan kas internal juga mencerminkan kondisi likuiditas yang sehat serta keyakinan manajemen terhadap prospek jangka menengah dan panjang.

Meski demikian, analis menilai buyback lebih berperan sebagai penopang harga dan penahan volatilitas, bukan katalis reli agresif. Pergerakan saham selanjutnya tetap akan bergantung pada kinerja keuangan, realisasi ekspansi, dan kondisi pasar secara keseluruhan.

Untuk jangka pendek, investor dapat memanfaatkan momentum teknikal dengan tetap disiplin. Sementara untuk jangka menengah hingga panjang, analis cenderung menyarankan strategi wait and see sambil mencermati perkembangan fundamental masing-masing emiten.

 

OJK Buka Suara Soal Pemeriksaan Kasus Pasar Modal Oleh Bareskrim

Selanjutnya: IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, Cermati Saham Rekomendasi Analis, Kamis (5/2)

Menarik Dibaca: Ini 5 Saham yang Paling Banyak Dilepas Asing dengan Net Sell Tertinggi (4/2)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru