Emiten

Harga Turun 11%, Saham Ini Siap Beri Dividen dengan Yield 11%, Hari Ini Cum Date

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:00 WIB
Harga Turun 11%, Saham Ini Siap Beri Dividen dengan Yield 11%, Hari Ini Cum Date

ILUSTRASI. Harga Turun 11%, Saham Ini Siap Beri Dividen dengan Yield 11%, Hari Ini Cum Date


Reporter: Adi Wikanto  | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Harga saham PT Merck Tbk (MERK) turun hingga 11% dalam sebulan terakhir. Namun investor saham MERK bisa bergembira karena ada dividen dengan yield hampir 10%.

Perusahaan penghasil obat ini akan membagikan total dividen final tahun buku 2025 sebesar Rp123,2 miliar. Investor saham MERK akan mendapatkan dividen Rp275 per saham atau Rp 27.500 per lot. 

Keputusan tersebut disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada 25 Mei 2026.

Menariknya, harga saham MERK dalam tren melemah menjelang cum dividen date. Hal ini menjadikan yield dividen saham MERK semakin besar.

Pada perdagangan Kamis 4 Juni 206, harga saham MERK ditutup di Rp 3.880 turun 0,51% atau 20 secara harian. Selama perdagangan 30 hari terakhir, harga saham MERK terakumulasi melemah 11,42% atau 500.

Dengan harga tersebut, yield dividen saham MERK mencapai 9,55%. Jumlah itu setara 4x bunga deposito rupiah di bank umum yang hanya 2%-an.

Baca Juga: VKTR Siapkan Rights Issue 25 Miliar Saham: Cek Profil Bisnis Bakrie & Kinerja Terkini

Presiden Direktur Merck, Evie Yulin, mengatakan bahwa di tengah dinamika industri yang terus berkembang, perseroan tetap berfokus membangun bisnis yang adaptif, resilien, dan mampu tumbuh secara berkelanjutan. Menurutnya, perusahaan juga berkomitmen memberikan dampak positif bagi masyarakat serta mendukung ekosistem kesehatan di Indonesia.

"Kinerja perseroan pada tahun 2025 dan kuartal I-2026 menjadi bukti komitmen kami dalam menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan melalui penguatan bisnis Healthcare, disiplin operasional, serta fokus untuk menghadirkan manfaat bagi lebih banyak masyarakat di Indonesia," ujar Evie dalam pernyataan resmi, Rabu (27/5/2026).

Sepanjang tahun 2025, PT Merck Tbk membukukan pendapatan sebesar Rp1,2 triliun atau tumbuh 16% dibandingkan Rp1,04 triliun pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan pendapatan tersebut turut mendorong kenaikan laba usaha sebesar 66% dari Rp193 miliar menjadi Rp320 miliar.

Sementara itu, laba tahun berjalan meningkat 59% menjadi Rp244 miliar dari sebelumnya Rp153 miliar. Kinerja positif tersebut juga tercermin pada total aset yang naik 33% menjadi Rp1,27 triliun pada 2025.

Di sisi lain, ekuitas perseroan meningkat 21% menjadi Rp976 miliar seiring bertambahnya saldo laba. Arus kas operasi juga mencatat pertumbuhan yang kuat, didukung peningkatan penerimaan kas dari pelanggan serta pengelolaan operasional yang disiplin.

Tonton: Ribuan Pekerja Rokok Tembakau Tolak Rancangan Aturan Kemasan dari Kemenkes

Pertumbuhan kinerja PT Merck Tbk sepanjang 2025 ditopang peningkatan penjualan di seluruh divisi usaha. Kontributor utama berasal dari produk Healthcare, baik melalui penjualan kepada mitra utama maupun aktivitas ekspor.

Memasuki kuartal I-2026, produk diabetes tetap menjadi penyumbang terbesar penjualan Healthcare dengan kontribusi 24% dan pertumbuhan 51,1% secara tahunan. Selain itu, produk fertility mencatat pertumbuhan 18,2%, thyroid naik 44,9%, dan endocrinology meningkat 2,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan volume penjualan dan perubahan product mix turut mendorong kenaikan laba bruto sebesar 30% secara tahunan pada kuartal I-2026. Perseroan juga membukukan lonjakan laba usaha sekitar 380% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sejalan dengan efisiensi biaya operasional yang dilakukan perusahaan.

Posisi kas dan setara kas Merck meningkat menjadi sekitar Rp443 miliar pada akhir Maret 2026. Kenaikan tersebut didukung oleh pertumbuhan arus kas operasi serta penurunan utang dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain mencatat pertumbuhan bisnis yang solid, PT Merck Tbk juga memperkuat komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan. Sepanjang 2025, perseroan berhasil menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) scope 1 dan 2 hingga 87,5% dibandingkan tahun dasar 2020.

Capaian tersebut bahkan melampaui target yang sebelumnya ditetapkan untuk tahun 2030. Pengurangan emisi didukung oleh pengoperasian panel surya rooftop sejak 2024 serta pemanfaatan energi terbarukan untuk lokasi operasional di Jakarta.

Perusahaan juga melanjutkan berbagai program keberlanjutan lainnya, termasuk efisiensi penggunaan air, pengelolaan limbah berbasis prinsip 4R (Reduce, Reuse, Recycle, Recovery), serta program penghijauan melalui penanaman 1.000 pohon bakau guna mendukung pengurangan emisi karbon dan menjaga ekosistem pesisir.

"Bagi kami di Merck, pertumbuhan bisnis dan keberlanjutan harus berjalan beriringan. Oleh karena itu, perseroan terus memperkuat berbagai inisiatif keberlanjutan lingkungan sebagai bagian dari komitmen jangka panjang kami dalam menjalankan operasional yang lebih bertanggung jawab," tutup Evie. 

Tonton: Trump Usulkan Tarif Tambahan hingga 12,5% ke 60 Negara, Termasuk Indonesia

Berikut jadwal lengkap pembayaran dividen saham MERK: 

  • Cum Dividen Pasar Reguler & Negosiasi: 5 Juni 2026
  • Ex Dividen Pasar Reguler & Negosiasi: 8 Juni 2026
  • Cum Dividen Pasar Tunai: 9 Juni 2026
  • Ex Dividen Pasar Tunai: 10 Juni 2026
  • Recording Date (Daftar Pemegang Saham): 9 Juni 2026
  • Tanggal Pembayaran Dividen: 24 Juni 202

Tonton: KPK Tetapkan Wamen Imigrasi Silmy Karim Jadi Tersangka, Ini Kasus yang Menyeretnya



 

Ekonom UGM: DSI Berpotensi Perkuat Ekspor dan Transparansi Tata Kelola SDA Indonesia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru