KONTAN.CO.ID - Cek profil emiten AMMN yang sempat menghijau kini merosot tajam. Di tengah pelemahan signifikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang akhir Januari 2026 saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) justru menunjukkan ketangguhan luar biasa.
Emiten pertambangan tembaga dan emas ini berhasil mencatat kenaikan harga yang impresif, bahkan menjadi salah satu penggerak utama IHSG pada beberapa sesi, didorong oleh momentum positif harga tembaga global yang mencapai rekor serta sentimen rebound di sektor komoditas.
Pada periode tersebut, AMMN sempat melesat hingga belasan persen dalam hitungan hari, menjadikannya top leader di antara saham-saham big cap dan memberikan kontras tajam dengan mayoritas emiten lain yang tertekan.
Namun, euforia tersebut berbalik arah secara dramatis memasuki awal Februari 2026. Pada perdagangan Senin (2 Februari 2026), saham AMMN anjlok lebih dari 13% (dari level sebelumnya sekitar Rp7.600 menjadi kisaran Rp6.550),
Lalu, seperti apa profil dari emiten AMMN? Cek lini usaha hingga kinerja keuangan.
Baca Juga: Pjs Dirut BEI Segera Diumumkan, Nama Jeffrey hingga Kartika & Pahala Mencuat
Profil Emiten AMMN
PT Amman Mineral Internasional Tbk (kode saham: AMMN) adalah perusahaan pertambangan tembaga dan emas terbesar kedua di Indonesia, berbasis di Jakarta Selatan. Didirikan sebagai perusahaan holding pada 2015, AMMN mengelola operasi pertambangan terintegrasi kelas dunia melalui anak usahanya, terutama PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT).
Perusahaan ini terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan memiliki cadangan mineral berkualitas tinggi di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. AMMN dikenal sebagai produsen tembaga dan emas dengan biaya produksi rendah serta operasi yang mapan, termasuk tambang Batu Hijau yang telah berproduksi sejak awal 2000-an.
AMMN fokus pada rantai nilai lengkap mulai dari eksplorasi hingga pemurnian, dengan komitmen terhadap praktik berkelanjutan dan kontribusi ekonomi nasional. Perusahaan ini memainkan peran strategis dalam mendukung kebutuhan mineral untuk transisi energi global (tembaga sebagai bahan kunci baterai dan infrastruktur listrik).
Baca Juga: Danantara Siap Gelontorkan US$ 7 Miliar ke Pasar Modal Lewat Manajer Investasi
Lini Usaha / Bisnis Utama
Lini usaha AMMN mencakup seluruh rantai pertambangan tembaga-emas secara terintegrasi di Indonesia:Eksplorasi dan pengembangan: Melakukan survei dan studi kelayakan untuk cadangan baru.
- Penambangan: Operasi tambang terbuka (open-pit) di Batu Hijau (produksi utama bijih tembaga-emas) dan pengembangan proyek Elang (cadangan potensial besar di masa depan).
- Pengolahan: Pengolahan bijih menjadi konsentrat tembaga dengan kandungan emas dan perak.
- Peleburan dan pemurnian: Melalui anak usaha seperti Amman Mineral Industri (AMIN), AMMN membangun smelter tembaga dan Precious Metal Refinery (PMR) di Benete, Sumbawa, untuk memproduksi katoda tembaga dan emas batangan olahan (refined gold), sehingga meningkatkan nilai tambah domestik.
- Bisnis pendukung: Termasuk infrastruktur (Amman Mineral Integrasi), properti (Amman Nusa Propertindo), dan gas industri (Amman Nusantara Gas).
- Produk utama: konsentrat tembaga (dengan emas/perak sebagai by-product), katoda tembaga, dan emas olahan. Operasi utama berada di satu segmen: pertambangan dan pengolahan tembaga-emas di Batu Hijau.
Baca Juga: MSCI Bikin IHSG Sempat Turun Ke 7.000-an, Purbaya Optimistis Bisa Tembus 10.000
Susunan Direksi dan Dewan Komisaris
Berdasarkan data resmi dari situs perusahaan dan pengumuman terbaru (setelah RUPS Juni 2025):
Dewan Komisaris:
- Presiden Komisaris: Agoes Projosasmito
- Komisaris: Alexander Ramlie (mantan Direktur Utama sebelum Juni 2025, kini Komisaris)
- Komisaris: M. Teguh Pamuji
- Komisaris Independen: Markus Permadi
- Komisaris Independen: Teguh Boentoro (juga Ketua Komite Audit)
- Dan beberapa komisaris lainnya seperti Agus (mantan Komisaris Utama).
Direksi:
- Presiden Direktur / Direktur Utama: Arief Widyawan Sidarto (diangkat Juni 2025)
- Direktur: David Alexander Gibbs (pengalaman >45 tahun di pertambangan internasional, diangkat Juni 2025)
- Direktur: Aditya Sasmito
- Direktur: Irwin Ka Pui Wan
- Direktur: Lal Naveen Chandra
Susunan ini mencerminkan perombakan signifikan pada Juni 2025, termasuk transisi Alexander Ramlie dari Dirut menjadi Komisaris.
Baca Juga: MSCI Bikin IHSG Loyo, Begini Strategi OJK untuk Jaga Pasar Saham
Kinerja Keuangan Q3 2025 (per 30 September 2025)
AMMN merilis laporan keuangan 9M 2025 (Januari–September 2025) pada 30 Oktober 2025, yang mencakup Q3 2025. Kinerja menunjukkan tantangan tetapi ada kemajuan di segmen refined gold:
- Pendapatan bersih (revenue): Turun signifikan menjadi sekitar USD 545,3 juta (Rp ~9 triliun, kurs saat rilis) untuk 9M 2025, turun 78,1% YoY karena fluktuasi harga komoditas dan transisi operasi. Namun, Q3 2025 menunjukkan peningkatan QoQ hampir dua kali lipat.
- Rugi bersih: Rp 2,98 triliun (setara USD 178,5 juta) untuk 9M 2025, turun 75,1% YoY (artinya kerugian lebih kecil dibanding tahun sebelumnya).
- Produksi & Penjualan: Produksi tembaga mencapai 41.052 ton, penjualan 39.805 ton (rata-rata harga jual USD 9.800/ton). Mulai ada kontribusi dari refined gold: USD 154,7 juta hingga September 2025 (penjualan emas olahan pertama kali tercatat signifikan di Q3).
Meski rugi, perusahaan mencatat kemajuan di smelter dan PMR, serta produksi bijih dari fase tambang yang lebih tinggi. EPS negatif (sekitar -61,49 TTM), tetapi ada optimisme untuk pemulihan di 2026 seiring ramp-up smelter dan harga tembaga global.
Data diambil dari laporan resmi AMMN (financial statements & earnings release 9M 2025) pada situs perusahaan.
Tonton: OJK Tanpa Ampun! Era Saham Gorengan Resmi Berakhir, Influencer & Bandar Dibidik
Selanjutnya: Liang Wenfeng, CEO DeepSeek: Sosok di Balik Gebrakan Besar Industri AI
Menarik Dibaca: Belanja Hemat di Promo Tokopedia 2.2, Ada Gratis Ongkir & Diskon hingga Rp 1,2 Juta
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News