Danantara Siap Gelontorkan US$ 7 Miliar ke Pasar Modal Lewat Manajer Investasi

Senin, 02 Februari 2026 | 04:30 WIB
Danantara Siap Gelontorkan US$ 7 Miliar ke Pasar Modal Lewat Manajer Investasi

ILUSTRASI. Danantara Siap Gelontorkan US$ 7 Miliar ke Pasar Modal Lewat Manajer Investasi


Reporter: Yuliana Hema  | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Siap-siap dana bernilai jumbo mengguyur pasar saham Indonesia. Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara akan menempatkan setengah dana investasinya ke pasar modal Indonesia pada 2026. 

Danantara menegaskan akan berperan aktif di pasar modal Indonesia melalui skema investasi tidak langsung lewat manajer investasi. Untuk mendukung langkah tersebut, Danantara berencana mengalokasikan sekitar setengah dari total dana investasinya ke pasar modal.

Berdasarkan catatan Kontan, Danantara menargetkan penyaluran investasi hingga US$ 14 miliar pada 2026. Dengan demikian, dana yang berpotensi masuk ke pasar modal Indonesia mencapai sekitar US$ 7 miliar.

Baca Juga: Apa Itu Buyback Saham yang Dilakukan BBCA? Ini Arti dan Tujuannya

Chief of Investment Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, mengatakan Danantara memiliki mandat untuk melakukan investasi baik secara langsung maupun tidak langsung, termasuk ke perusahaan swasta dan private market.

“Kami sudah bicara dengan BEI dan OJK. Kami akan menjadi partisipan aktif baik di pasar surat utang maupun di pasar ekuitas,” kata Pandu dalam Dialog Pelaku Pasar Modal di Main Hall BEI, Minggu (1/2/2026).

Pandu mengungkapkan, Danantara sebenarnya telah mulai berinvestasi di pasar ekuitas sejak akhir Desember 2025. Namun, investasi tersebut dilakukan secara tidak langsung melalui sejumlah manajer investasi yang tidak ditunjuk secara spesifik.

Tonton: OJK Mengundang Pelaku Pasar Modal untuk Menenangkan Gejolak

Ia menjelaskan, Danantara memberikan arahan kepada para manajer investasi agar fokus membeli saham dengan tiga kriteria utama, yakni memiliki likuiditas yang baik, fundamental yang kuat, serta valuasi yang menarik.

“Pekan depan akan masuk lebih aktif ke pasar modal karena kami melihat prospek Indonesia masih bagus. Untuk tahun ini, sekitar setengah dari pendanaan Danantara akan masuk ke public market di Indonesia,” ujar Pandu.

Sementara itu, CEO Danantara Rosan Roeslani menegaskan bahwa Danantara akan mendukung penuh berbagai inisiatif dan kebijakan yang diluncurkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self Regulatory Organization (SRO).

Menurut Rosan, kepentingan Danantara di pasar modal sangat besar mengingat badan usaha yang berada di bawah Danantara berkontribusi hampir 30% terhadap total kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia.

“Kepentingan Danantara besar, bagaimana bersama-sama menjaga agar pasar modal mencerminkan valuasi yang sesungguhnya,” pungkas Rosan.

Tok! OJK Tunjuk Frederica Widyasari Dewi Sebagai Plt Ketua OJK, dan Hasan Fawzi

Selanjutnya: Kurs Rupiah Terjepit Krisis Kepercayaan

Menarik Dibaca: Cek Jadwal KRL Jogja-Solo Hari Ini 2-6 Februari 2026, Perhatikan Jamnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tag

Terbaru