KONTAN.CO.ID - Simak profil emiten FUTR yang menjadi sorotan Investor. Saham FUTR dikenal memiliki volatilitas tinggi. Harga saham pernah mencapai puncak sekitar Rp866 per saham pada 2025.
Dalam periode berikutnya, harga bergerak turun dan pada 13 Maret 2026 berada di kisaran Rp230 per saham atau turun 43% dari bulan Februari 2026.
Bahkan, BEI di awal pekan ini memberikan status Unusual Market Activity atau UMA pada FUTR.
Fluktuasi tajam ini membuat FUTR sering menjadi perhatian pelaku pasar, terutama karena faktor perubahan pengendali hingga transformasi bisnis.
Lalu, seperti apa profil emiten FUTR ini? Cek lini usaha hingga kinerja keuangannya.
Baca Juga: Peluang Cuan Saham Rights Issue: 4 Emiten Siap, Mana Paling Menjanjikan?
Profil FUTR
PT Futura Energi Global Tbk (FUTR) merupakan perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia yang kini bergerak di sektor energi, khususnya energi baru terbarukan (EBT).
Perusahaan ini berdiri pada 2021 dan sebelumnya bernama PT Lini Imaji Kreasi Ekosistem Tbk, sebelum kemudian melakukan transformasi bisnis menjadi perusahaan energi hijau pada 2025.
Perubahan arah bisnis tersebut terjadi setelah masuknya pemegang saham baru yang mendorong FUTR menjadi holding yang berfokus pada pengembangan proyek energi berkelanjutan.
Dalam beberapa waktu terakhir, saham FUTR menjadi sorotan karena pergerakannya yang sangat volatil, termasuk penurunan signifikan dalam jangka pendek setelah sebelumnya sempat melonjak tinggi.
Baca Juga: Harga Ratusan Rupiah, Saham Emiten jasa Migas Diprediksi Bisa Beri Cuan Besar
Lini Usaha
Secara historis, FUTR memiliki bisnis di sektor industri kreatif dan teknologi digital. Namun setelah restrukturisasi dan perubahan pemegang saham, perusahaan mulai mengalihkan fokus ke sektor energi.
Kegiatan usaha FUTR meliputi:
- Energi baru terbarukan (EBT)
- Pengembangan proyek energi hijau seperti panas bumi dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).
- Solusi industri berkelanjutan
- Penyediaan infrastruktur dan proyek yang mendukung pengurangan dampak lingkungan.
- Bisnis kreatif dan digital (historis)
- Periklanan dan desain konten kreatif
- Produksi film, animasi, dan konten media
- Konsultasi manajemen
- Pemrograman komputer serta platform digital
Transformasi ini menjadikan FUTR sebagai perusahaan holding yang menargetkan proyek energi bersih di Indonesia.
Baca Juga: Saham Big Cap Ini Diburu Asing Saat Net Sell, Apakah Investor Receh Perlu Ikut Beli?
Susunan Manajemen
Berdasarkan keterbukaan informasi perusahaan, struktur manajemen FUTR antara lain:
Direktur
- Anggara Suryawan sebagai Direktur Utama
- E Andy Chrisna, SE sebagai Direktur
- Dana Wijaya sebagai Direktur
Komisaris
- Drs. Sutanto sebagai Komisaris Utama
- Harry Maryanto, SE sebagai Komisaris
Sementara itu, perusahaan juga berada di bawah pengendali baru setelah PT Aurora Dhana Nusantara mengakuisisi sekitar 45% saham FUTR dan menjadi pemegang saham pengendali.
Baca Juga: DSSA Resmi Stock Split 1:25, Harga Saham Berpotensi Turun ke Kisaran Rp 3.100
Kinerja Keuangan
Dari sisi kinerja, FUTR sempat menunjukkan pertumbuhan laba meski skalanya masih relatif kecil dibandingkan emiten energi besar.
Data terbaru yang banyak dirujuk adalah hingga Q3 2025 (Januari-September 2025), dirilis akhir Oktober 2025:
Pendapatan (Revenue): Rp 33,94 miliar (kumulatif 9 bulan 2025), naik signifikan dibanding periode sebelumnya.
Breakdown kuartalan (dalam jutaan Rp):
- Q1 2025: Revenue ~13.988, Net Profit ~2.145
- Q2 2025: Revenue ~7.759, Net Profit ~1.558
- Q3 2025: Revenue ~12.196, Net Profit ~1.000 (beberapa sumber sebut laba bersih Q3 saja ~Rp 3,7 miliar kumulatif? Ada variasi, tapi tren naik).
Laba Bersih (Net Profit) kumulatif 9 bulan 2025: Rp 3,7 miliar (naik tajam ~444% YoY dari periode sama 2024 yang rendah/negatif di beberapa kuartal).
Demikian informasi mengenai profil emiten FUTR yang harganya turun 40% lebih per Maret 2026.
Tonton: Dari Bintang Sinetron ke Bos OJK! Ini Sosok Friderica Widyasari Dewi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News