KONTAN.CO.ID - Simak profil emiten EXCL yang menjadi sorotan investor retail. Emiten telekomunikasi ini merupakan salah satu pemegang 3 merek ternama provider telepon seluler di Indonesia.
Kabar terbaru, Aksi korporasi terbaru yang menarik perhatian adalah pembelian saham oleh direktur (insider buying) pada Februari 2026. Direktur & CFO Yessie Dianty Yosetya melakukan akumulasi saham secara berturut-turut.
- Pada 13 Februari 2026: Membeli 342.200–342.500 saham EXCL dengan harga rata-rata Rp 2.880 per lembar, senilai sekitar Rp 985–986 juta.
- Pada 23 Februari 2026: Membeli tambahan 140.000 saham dengan harga Rp 3.280–Rp 3.290 per lembar, senilai Rp 459,80 juta.
Melansir laporan Kontan.co.id, transaksi ini meningkatkan kepemilikan langsung Yessie dari sekitar 1,89 juta lembar menjadi 2,24 juta lembar (0,0123% dari total saham beredar).
Baca Juga: Saham DOID Anjlok 35%, Mengapa Analis Justru Rekomendasi Beli?
Tujuan transaksi dinyatakan untuk "pembelian dengan kepemilikan langsung". Aksi ini bukan yang pertama; Yessie juga melakukan pembelian signifikan pada Desember 2025 dan periode sebelumnya.
Insider buying ini menjadi sinyal positif dari manajemen terhadap prospek jangka panjang EXCL pasca-merger, terutama di tengah kinerja Q3 2025 yang masih rugi tapi menunjukkan pertumbuhan pendapatan dan sinergi operasional.
Saat ini, harga EXCL berkinerja positif dalam sepekan terakhir dengan kenaikan Rp3.300 atau naik 13,79%.
Lalu seperti apa profil dari EXCL? Cek lini usaha hingga kinerja keuangannya.
Baca Juga: WMUU Right Issue: Risiko Dilusi Mengintai Jika Anda Tak Bertindak
Profil EXCL
PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (kode saham: EXCL) adalah perusahaan telekomunikasi terkemuka di Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI/IDX) sejak 29 September 2005.
Perusahaan ini merupakan hasil merger strategis antara PT XL Axiata Tbk dan PT Smartfren Telecom Tbk yang rampung pada April 2025, menciptakan entitas baru dengan nama XLSMART Telecom Sejahtera Tbk.
Merger ini menjadikan EXCL sebagai operator seluler terbesar ketiga di Indonesia setelah Telkomsel dan Indosat Ooredoo Hutchison, dengan pangsa pasar yang lebih kuat di segmen data dan layanan digital.
Baca Juga: 3 Saham Ini Masuk UMA BEI: Investor Jangan Sampai Terjebak Risiko Volatilitas Harga
Lini Usaha Utama
EXCL bergerak di sektor telekomunikasi dan teknologi informasi, dengan fokus utama pada penyediaan layanan seluler dan digital. Lini usaha mencakup:
- Penyediaan jaringan dan layanan telekomunikasi seluler (voice, SMS, dan data) melalui merek XL (untuk segmen premium/white collar) dan Axis (untuk segmen muda/blue collar).
- Layanan data mobile broadband (4G/5G), internet rumah (XL Home), dan layanan konvergensi (fixed-mobile convergence).
- Layanan digital seperti XL SATU (layanan konvergensi), aplikasi myXL dan AXISNET, serta ekosistem digital seperti fintech, e-commerce, dan konten.
- Pasca-merger dengan Smartfren, EXCL memperluas jangkauan ke segmen 4G/5G murah dan layanan enterprise (B2B).
Baca Juga: Profil YELO: Saham Melonjak 60% Sepekan, Bisnis Digital Turis Jadi Sorotan
Susunan Direksi dan Dewan Komisaris (Terbaru per 2026)
Pasca-merger dan perubahan susunan direksi/komisaris yang terjadi sepanjang 2025, susunan terbaru adalah:
Dewan Komisaris:
| No | Nama | Jabatan | Independen |
|---|---|---|---|
| 1 | M. Arsjad Rasjid P.M. | Presiden Komisaris | Tidak |
| 2 | Vivek Sood | Komisaris | Tidak |
| 3 | Lay Krisnan Cahya | Komisaris | Tidak |
| 4 | Nik Rizal Kamil Bin Nik Ibrahim Kamil | Komisaris | Tidak |
| 5 | Sean Quek Chin Haur | Komisaris | Tidak |
| 6 | David Robert Dean | Komisaris | Tidak |
| 7 | Retno Lestari Priansari Marsudi | Komisaris | Ya |
| 8 | Robert Pakpahan | Komisaris | Ya |
| 9 | Willem Lucas Timmermans | Komisaris | Ya |
Baca Juga: Influencer Saham Wajib Tahu: OJK Siapkan Sanksi Berat, Ini Rencana Aturannya!
Direksi:
| No | Nama | Jabatan | Terafiliasi |
|---|---|---|---|
| 1 | Rajeev Sethi | Presiden Direktur | Ya |
| 2 | Antony Susilo | Direktur | Ya |
| 3 | David Arcelus Oses | Direktur | Ya |
| 4 | Andrijanto Muljono | Direktur | Ya |
| 5 | Feiruz Ikhwan Bin Abdul Malek | Direktur | Ya |
| 6 | Shurish Subbramaniam | Direktur | Ya |
| 7 | Yessie Dianty Yosetya | Direktur | Ya |
| 8 | Merza Fachys | Direktur | Ya |
| 9 | Jeremiah Ratadhi | Direktur | Ya |
| 10 | Sanjay Kumar Gordhan A Vaghasia | Direktur | Ya |
Baca Juga: Harga Saham SMGR Melonjak 20%, Saatnya Jual atau Tetap Beli?
Kinerja Keuangan Q3 2025 (Triwulan III 2025)
Melansir laman BEI, Laporan keuangan interim Q3 2025 (per 30 September 2025) mencerminkan periode transisi pasca-merger dengan Smartfren:
- Pendapatan: Rp 30,54 triliun (tumbuh 20,44% YoY), didorong oleh konsolidasi penuh Smartfren dan peningkatan ARPU (rata-rata pendapatan per pengguna).
- Laba Bersih: Rugi bersih Rp 2,60 triliun (menurun dibandingkan periode sebelumnya, tetapi masih negatif akibat biaya merger, restrukturisasi, dan amortisasi aset).
- EBITDA: Positif dan membaik, dengan margin yang lebih baik berkat sinergi operasional.
- Pelanggan: Total pelanggan mencapai sekitar 79,6 juta (kombinasi XL dan Smartfren).
- Aset & Ekuitas: Total aset sekitar Rp 100+ triliun (estimasi pasca-merger), dengan posisi keuangan yang lebih kuat meski ada tekanan utang.
Demikian informasi menarik mengenai profil emiten EXCL yang menjadi sorotan investor retail.
Tonton: Prabowo Terbang ke Inggris Saksikan Kerjasama Danantara Arm di Sektor Semikonduktor
Selanjutnya: Tidak Punya Rekening BRI? Ini Cara Bayar BRIVA lewat DANA dan ShopeePay
Menarik Dibaca: Promo 1 Hari Superindo Spesial Gajian 25 Februari 2026, Diskon 40% & Beli 1 Gratis 1
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News