Emiten

Saham DIVA Melonjak 30%: Cek Profil Emiten Teknologi UMKM Ini

Senin, 23 Februari 2026 | 11:45 WIB
Saham DIVA Melonjak 30%: Cek Profil Emiten Teknologi UMKM Ini

ILUSTRASI. Investor ritel mengamati IHSG lewat gawainya yang Ditutup Melemah (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Penulis: Bimo Kresnomurti  | Editor: Bimo Kresnomurti

KONTAN.CO.ID - Simak profil emiten DIVA yang menjadi sorotan investor. Saham teknologi ini tercatat mengalami kenaikan signifikan dalam sesi 1 hari Senin (23/2).

Saham DIVA tercatat naik 30,56% ke harga Rp188 dalam sehari. Apabila dihitung dalam 6 bulan, saham DIVA telah naik lebih dari 58%.

PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (kode saham: DIVA) merupakan perusahaan teknologi Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI/IDX) sejak 27 November 2018.

Baca Juga: Setelah Denda BVN Rp 5,25 Miliar, OJK Buru 32 Influencer Terkait Goreng Saham

Perusahaan ini berfokus pada pengembangan dan penyediaan solusi digital untuk transaksi elektronik, dengan penekanan kuat pada pemberdayaan UMKM melalui platform terintegrasi. Didirikan pada 11 Mei 2004 (awalnya 29 September 2003 menurut beberapa sumber),

DIVA berbasis di Jakarta dan memiliki visi menjadi perusahaan teknologi pertumbuhan tinggi yang memberdayakan UMKM sebagai penggerak ekonomi digital nasional.

Lalu, seperti apa profil emiten ini? Cek lini usaha hingga kinerja dari DIVA.

Baca Juga: Emiten Saham Ini Berubah Jadi Persero, Investor Ritel Harus Apa?

Lini Usaha Utama DIVA

DIVA bergerak di sektor teknologi, khususnya aplikasi dan jasa internet. Lini usaha utamanya meliputi:

  • Pengembangan dan distribusi produk digital (seperti voucher, pulsa, token listrik, dan pembayaran elektronik).
  • Penyediaan solusi pembayaran tunai dan non-tunai melalui DIVA Smart Outlet, platform Point of Sales (POS) terpadu yang dirancang untuk UMKM, memungkinkan penjualan produk digital dan non-digital.
  • Platform DIVA Intelligent Instant Messaging, sistem penjualan terintegrasi melalui aplikasi pesan instan populer di Indonesia seperti WhatsApp, Facebook Messenger, Telegram, dan Line (model O2O: online-to-offline).
  • Layanan pembayaran digital dan platform O2O lainnya.

Perusahaan memiliki beberapa anak usaha, termasuk PT Multidaya Dinamika, PT Surprise Indonesia, PT Anugrah Wicaksana Digital, dan PT Alphanovation Digital Teknindo (Pawoon), yang mendukung operasional dan ekspansi digitalnya.

Baca Juga: MBMA Sempat Naik, Kini Memerah: Cek Profil, Kinerja, hingga Lini Usaha Emiten

Susunan Direksi dan Dewan Komisaris DIVA

Komisaris:

  • Bambang Irawan sebagai Komisaris Utama (Independen)
  • Sebastian Togelang sebagai Komisaris
  • Artiko Samudro sebagai Komisaris Independen

Direksi:

  • Raymond Loho sebagai Direktur Utama (CEO)
  • Tati Rahmawati sebagai Direktur
  • Stanley Tjiandra sebagai Direktur

Data ini bersumber dari profil IDX dan situs perusahaan (ptdvn.com).

Baca Juga: Usai BI Rate Tetap 4,75%, Ini Prediksi Pasar Saham di BEI & Rekomendasi Saham Pilihan

Ringkasan Kinerja Utama Q3 2025

Melansir laman BEI, laporan keuangan tidak diaudit untuk periode triwulan III 2025 (berakhir 30 September 2025) pada akhir Oktober/awal November 2025.

Berikut ringkasan utama berdasarkan data yang dipublikasikan.

  • Laba Bersih: Rp 16,2 miliar (naik signifikan dibandingkan periode sebelumnya di tahun yang sama atau tahun lalu, di mana perusahaan sempat mencatat kerugian di beberapa kuartal sebelumnya).
  • Kas dan Setara Kas: Rp 43,45 miliar (turun dari posisi sebelumnya sekitar Rp 79,36 miliar di periode pembanding, menunjukkan penggunaan kas untuk operasional atau investasi).
  • Investasi Lainnya: Rp 71,06 miliar (salah satu aset signifikan yang mendukung likuiditas).
  • Total Aset: Sekitar Rp 721,4 miliar (berdasarkan snapshot balance sheet Q3 2025).
  • Market Cap (pada saat rilis sekitar November 2025): Sekitar Rp 294,3 miliar (dengan harga saham terakhir disebut Rp 206 per lembar dan jumlah saham beredar 1,4 miliar lembar).

Itulah informasi mengenai profil emiten DIVA yang menjadi sorotan investor.

Tonton: Matikan Industri Lokal, Kadin Desak Prabowo Batalkan Impor Kendaraan dari India

Selanjutnya: Pemerintah Tegaskan Tidak Ada Pengecualian Sertifikasi Halal untuk Produk dari AS

Menarik Dibaca: Promo Payday Starbucks & Chatime Tebar Diskon Spesial hingga Bundling Hemat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru