Usai BI Rate Tetap 4,75%, Ini Prediksi Pasar Saham di BEI & Rekomendasi Saham Pilihan

Jumat, 20 Februari 2026 | 04:10 WIB
Usai BI Rate Tetap 4,75%, Ini Prediksi Pasar Saham di BEI & Rekomendasi Saham Pilihan

ILUSTRASI. Usai BI Rate Tetap 4,75%, Ini Prediksi Pasar Saham di BEI & Rekomendasi Saham Pilihan


Reporter: Pulina Nityakanti  | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) periode Februari-Maret 2026 tetap 4,75%. Berikut prediksi pergerakan pasar saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan rekomendasi saham pilihan pasca BI mempertahankan BI rate.

Pasar merespon negatif atas hasil Rapat Dewan Gubernur BI pada Kamis 19 Februari 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,43% ke 8.274 pada akhir Kamis (19/2).

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus melihat, pelaku pasar dan investor masih menerima situasi dan kondisi dari keputusan BI dalam mempertahankan tingkat suku bunga. 

“Sebab, pelaku pasar dan investor melihat belum banyak situasi dan kondisi yang berubah hingga hari ini, meskipun sudah mulai stabil,” katanya kepada Kontan, Kamis (19/2/2026).

Namun, investor justru tidak menyangka perihal cerita mengenai risalah The Fed yang konon katanya ada beberapa pejabat yang ingin menaikkan tingkat suku bunga. 

Baca Juga: Portofolio Saham Anda Aman? 50 Emiten Saham Disuspensi BEI, Daftarnya: AKKU CLAY GTBO

The Fed merilis risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada 27–28 Januari pada Rabu (18/2/2026). Dokumen itu menunjukkan bahwa keputusan mempertahankan suku bunga acuan (Fed Rate) di kisaran 3,50%–3,75% didukung oleh “hampir seluruh” anggota. Artinya, para pejabat The Fed tetap terpecah terkait kebijakan suku bunga ke depan.

Meskipun demikian, risalah tersebut tetap mengindikasikan narasi positif, seperti pertumbuhan ekonomi yang stabil, inflasi yang berpotensi mengalami penurunan, dan ketenagakerjaan yang mulai pulih. “Kabar itu menjadi bekal bagi pelaku pasar dan investor untuk mulai masuk (ke pasar saham Indonesia),” ungkapnya.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) David Kurniawan menilai, keputusan BI mempertahankan bunga di 4,75% memberikan kepastian di tengah fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. 

“Sementara, risalah FOMC menjadi panduan arus modal asing. Meskipun ada tekanan jual (outflow), kekuatan domestik terbukti mampu menjaga IHSG di 8.200-an hari ini,” ujarnya kepada Kontan, Kamis (19/2).

Sementara, Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto menyampaikan, peluang IHSG untuk rebound masih besar, mengingat koreksi yang sangat dalam dari level all time high (ATH) pada Januari lalu. 

“Namun sentimen BI rate tidak akan banyak berdampak,” ujarnya kepada Kontan, Kamis.

Tonton: Investor Obligasi Tenang! SMAR Siapkan Rp 220 Miliar untuk Pelunasan

Dalam jangka pendek, kata Nico, pergerakan IHSG masih memasuki fase konsolidasi dan ada di rentang 8.170 – 8.350. Di tengah kondisi saat ini, sektor yang bisa dilirik oleh investor adalah consumer non-cyclical, energi, basic industry, properti, dan infrastruktur.

David melihat, IHSG sepanjang kuartal I berpotensi stabil di atas 8.200, dengan target optimis 8.450 – 8.500 di penghujung Maret nanti.

Sektor yang prospektif di tengah sentimen kebijakan bank sentral ini adalah sektor energi serta konsumer dan ritel. 

Untuk sektor energi, didorong oleh efisiensi biaya dan kenaikan harga komoditas. Sementara, sektor konsumer dan ritel terkerek sentimen musiman jelang Ramadan dan Lebaran.

David pun menyarankan investor untuk memerhatikan saham MEDC, PGAS, ERAA, dan INDF.

Sementara, Rully memprediksi, IHSG di akhir Februari akan ada di kisaran 8.300 - 8.500. Sementara, di akhir kuartal I nanti akan ada di kisaran 8.400 - 8.700.

“Sektor konsumen dan ritel akan lebih banyak terdampak positif dari stimulus yang akan dikeluarkan oleh pemerintah sepanjang kuartal I 2026,” ungkapnya.

Rully pun merekomendasikan beli untuk EXCL, CMRY, dan MYOR dengan target harga masing-masing Rp 4.300 per saham, Rp 7.100 per saham, dan Rp 2.800 per saham.


 

BREAKING NEWS! DONALD TRUMP PIMPIN PERTEMUAN PERDANA BOARD OF PEACE

Selanjutnya: Jadwal Imsak Bandar Lampung Jumat 20 Februari 2026, Simak Waktu Sahur

Menarik Dibaca: Jadwal Imsakiyah Kabupaten Karanganyar 2026: Panduan Lengkap Ibadah, Catat yuk

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tag

Terbaru