KONTAN.CO.ID - Jakarta. Info penting untuk investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dua saham baru akan memulai debut perdagangan di BEI hari ini, Selasa 7 Juli 2026.
Kedua saham tersebut adalah PT Niramas Utama Tbk (JELI) dan PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX).
Pencatatan saham tersebut dilakukan setelah kedua perusahaan menyelesaikan proses distribusi saham kepada investor pada Senin (6/7/2026). Dengan selesainya distribusi, investor yang memperoleh penjatahan efek telah resmi memiliki saham hasil penawaran umum perdana (IPO).
Saham JELI yang dikenal melalui merek dagang INACO akan tercatat di papan pengembangan BEI. Sementara itu, saham JECX yang mengelola jaringan Jakarta Eye Center (JEC) Hospital & Clinic akan masuk ke papan utama.
Dari sisi sektor, JELI berada pada sektor Barang Konsumen Primer dengan subindustri Makanan Olahan. Adapun JECX masuk dalam sektor Kesehatan dengan subindustri Penyedia Jasa Kesehatan.
Baca Juga: Cek Profil TAXI: Emiten Transportasi yang Akhiri Kerja Sama dengan GOTO
Pada perdagangan hari perdana di BEI, harga dua saham ini diprediksi naik tinggi. Pasalnya, banyak investor yang meminati penawaran umum atas IPO dua saham tersebut.
Pada penawaran umum IPO saham JELI terjadi kelebihan permintaan alias oversubscribed sebesar 273,37 kali pada porsi pooling dengan partisipasi mencapai 606.892 SID.
Sedangkan penawaran umum IPO saham JECX diikuti lebih dari 400.000 SID.
Biasanya, harga saham IPO di BEI langsung melonjak hingga mencapai auto rejection atas (ARA) jika terjadi oversubscribed.
Dana IPO PT Niramas Utama Tbk (JELI)
Dalam penawaran umum perdana saham, JELI melepas sebanyak 266 juta saham atau setara 21,01% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
Dengan harga penawaran final Rp900 per saham, PT Niramas Utama Tbk memperoleh dana segar sebesar Rp239,4 miliar. Berdasarkan harga tersebut, kapitalisasi pasar perseroan saat pencatatan mencapai sekitar Rp1,14 triliun.
Perseroan mengalokasikan dana hasil IPO untuk beberapa kebutuhan, yakni:
- 4,23% untuk biaya emisi saham.
- 22,36% sebagai modal kerja, termasuk pengadaan bahan baku.
- 10,04% untuk pembelian dan pemasangan mesin produksi.
- 56,70% sebagai penyertaan modal kepada entitas anak.
- 10,09% untuk pelunasan utang jangka pendek.
Tonton: Bank Mandiri Perkuat UMKM Lewat KUR Rp17,77 Triliun
Dana IPO PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX)
Sementara itu, PT Nitrasanata Dharma Tbk menawarkan sekitar 2,76 miliar saham baru atau setara 15% dari total modal setelah IPO.
Dengan harga penawaran Rp1.250 per saham, JECX berhasil menghimpun dana sebesar Rp609,98 miliar. Kapitalisasi pasar perseroan saat mulai diperdagangkan mencapai sekitar Rp4,07 triliun.
Setelah dikurangi biaya emisi sebesar 1,25%, dana hasil IPO akan digunakan untuk:
- 46,72% sebagai modal kerja.
- 30,33% disalurkan kepada entitas anak untuk melunasi utang.
- 22,95% digunakan membayar utang perseroan kepada BCA dan HSBC.
Tonton: Masih Ada 10.068 Lokasi Belum Berlistrik, Ini Strategi Pemerintah Kejar Target 2029
Dua Emiten Baru Ramaikan Bursa Efek Indonesia
Masuknya PT Niramas Utama Tbk (JELI) dan PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) menambah daftar emiten yang melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2026.
Kedua perusahaan berasal dari sektor yang berbeda, yakni industri makanan olahan dan layanan kesehatan. Dana yang berhasil dihimpun melalui IPO akan dimanfaatkan untuk mendukung ekspansi usaha, memperkuat modal kerja, investasi aset produksi, hingga memperbaiki struktur permodalan melalui pelunasan utang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News