KONTAN.CO.ID - Simak update manajemen dari emiten BMRI pasca RUPST 2026. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) resmi merombak susunan pengurus dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2025 yang digelar pada 29 April 2026.
Perubahan ini mencakup penyegaran jajaran komisaris serta penegasan kembali struktur direksi sebagai bagian dari strategi memperkuat tata kelola dan transformasi bisnis perseroan.
Dalam RUPST tersebut, pemegang saham menyetujui perubahan pada Dewan Komisaris, termasuk pengurangan jumlah anggota dari tujuh menjadi enam orang.
Lalu, seperti apa profil dari emiten BMRI? Cek penjelasan selengkapnya.
Baca Juga: Pabrik VKTR Diresmikan Presiden Prabowo, Cek Profil Emiten hingga Kinerjanya
Profil Emiten BMRI
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau Bank Mandiri merupakan salah satu bank terbesar di Indonesia yang berdiri pada tahun 1998 sebagai bagian dari program restrukturisasi perbankan pasca krisis finansial Asia.
Bank ini terbentuk dari penggabungan empat bank milik pemerintah, yakni Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank Ekspor Impor Indonesia (Bank Exim), dan Bapindo.
Saat ini, Bank Mandiri berstatus sebagai bank BUMN dan menjadi tulang punggung pembiayaan sektor korporasi, komersial, hingga ritel di Indonesia.
Baca Juga: Pendapatan ASLC Sentuh Rp1 Triliun, Cek Profil Emiten Otomotif Digital Ini
Secara bisnis, Bank Mandiri memiliki lini usaha yang cukup lengkap dan terdiversifikasi, antara lain:
1. Corporate Banking
Melayani perusahaan besar (korporasi) dengan produk seperti kredit investasi, kredit modal kerja, pembiayaan proyek, serta layanan transaksi keuangan skala besar.
2. Commercial Banking
Menyasar segmen usaha menengah dengan kebutuhan pembiayaan, cash management, dan solusi bisnis lainnya.
3. Retail & Consumer Banking
Meliputi layanan untuk individu, seperti tabungan, deposito, kredit pemilikan rumah (KPR), kartu kredit, hingga kredit tanpa agunan (KTA).
4. Micro Banking
Fokus pada pembiayaan usaha mikro dan kecil, termasuk penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang menjadi salah satu andalan pemerintah.
5. Treasury & International Banking
Menangani transaksi pasar uang, valuta asing, serta layanan internasional seperti trade finance dan remitansi.
6. Digital Banking
Bank Mandiri juga активно mengembangkan layanan digital melalui platform seperti aplikasi Livin’ by Mandiri untuk nasabah ritel dan Kopra by Mandiri untuk nasabah bisnis.
Baca Juga: RUPST Bank Mandiri Restui Dividen Jumbo dan Buyback Rp1,17 Triliun
Kinerja Keuangan Terbaru (Q1 2026)
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatatkan kinerja pada periode 3M26 dengan pendapatan sebesar Rp 48,53 triliun, turun 8,5% secara tahunan (YoY) dibandingkan Rp 53,06 triliun pada 3M25.
Laba kotor tercatat Rp 36,21 triliun atau melemah 2,3% YoY dari Rp 37,07 triliun. Sementara itu, EBITDA justru meningkat 9,9% YoY menjadi Rp 21,27 triliun dari Rp 19,35 triliun.
Di sisi bottom line, laba bersih BMRI pada 3M26 mencapai Rp 15,38 triliun, tumbuh 16,6% YoY dibandingkan Rp 13,20 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan capaian tersebut, laba bersih per saham tercatat sebesar Rp 166,49 per lembar.
Baca Juga: RUPST Bank Mandiri Ubah Direksi dan Komisaris, Ini Susunan Terbarunya
Hasil RUPST 2026: Penyegaran Komisaris
Hasil dari RUPST BMRI mendapati satu keputusan penting adalah pemberhentian Muhammad Yusuf Ateh dari posisi komisaris. Adapun susunan terbaru Dewan Komisaris Bank Mandiri adalah:
- Komisaris Utama/Independen: Zulkifli Zaini
- Wakil Komisaris Utama: M. Rudy Salahuddin Ramto
- Komisaris: Luky Alfirman
- Komisaris: Yuliot
- Komisaris Independen: Mia Amiati
- Komisaris Independen: Bintoro K. Pardewo
Perubahan ini merupakan kelanjutan dari restrukturisasi sebelumnya pada akhir 2025 yang memang difokuskan untuk memperkuat fungsi pengawasan dan tata kelola perusahaan.
Baca Juga: Saham LAJU Sempat Melesat, Cek Profil Emiten Logistik hingga Kinerja Keuangan
Susunan Direksi Terbaru
Selain komisaris, RUPST juga menetapkan kembali susunan direksi dengan sejumlah penegasan posisi strategis. Beberapa direksi lama tetap dipertahankan untuk menjaga kesinambungan bisnis.
Berikut jajaran Direksi Bank Mandiri terbaru:
- Direktur Utama: Riduan
- Wakil Direktur Utama: Henry Panjaitan
- Direktur Operations: Timothy Utama
- Direktur Human Capital & Compliance: Eka Fitria
- Direktur Risk Management: Danis Subyantoro
- Direktur Commercial Banking: Totok Priyambodo
- Direktur Corporate Banking: Mochamad Rizaldi
- Direktur Consumer Banking: Saptari
- Direktur Treasury & International Banking: Ari Rizaldi
- Direktur Finance & Strategy: Novita Widya Anggraini
- Direktur Network & Retail Funding: Jan Winston Tambunan
- Direktur Information Technology: Sunarto
Menariknya, Timothy Utama sempat diberhentikan namun langsung diangkat kembali pada posisi yang sama, mencerminkan kebutuhan kontinuitas pada fungsi operasional.
Selain itu, RUPST Bank Mandiri juga menyepakati pembagian dividen sebesar Rp44,47 T atau 79 persen dari laba.
Perombakan jajaran komisaris dan direksi Bank Mandiri pasca RUPST 2026 menegaskan langkah perseroan dalam menjaga momentum transformasi dan pertumbuhan.
Dengan kombinasi wajah lama dan baru di level manajemen, BMRI diharapkan mampu memperkuat posisi sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia sekaligus mendorong kinerja berkelanjutan ke depan.
Tonton: Prabowo Gaspol! 13 Proyek Raksasa Rp 116 Triliun Dimulai—600 Ribu Lapangan Kerja Terbuka!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News