DSSA Resmi Stock Split 1:25, Harga Saham Berpotensi Turun ke Kisaran Rp 3.100

Kamis, 12 Maret 2026 | 07:05 WIB
DSSA Resmi Stock Split 1:25, Harga Saham Berpotensi Turun ke Kisaran Rp 3.100

ILUSTRASI. DSSA Resmi Stock Split 1:25, Harga Saham Berpotensi Turun ke Kisaran Rp 3.100


Reporter: Avanty Nurdiana  | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Informasi penting untuk para investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Salah satu emiten saham di BEI akan melakukan pemecahan harga saham atau stock split.

Stock split dilakukan oleh PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA). Manajemen DSSA  memperoleh persetujuan pemegang saham untuk melakukan pemecahan nilai nominal saham atau stock split dengan rasio 1:25.

Keputusan tersebut diambil melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Rabu, 11 Maret 2026.

Presiden Direktur DSSA L. Krisnan Cahya menjelaskan bahwa langkah ini dilakukan untuk meningkatkan jumlah saham yang beredar sehingga harga saham menjadi lebih terjangkau bagi berbagai kalangan investor.

Dengan demikian, aksi korporasi ini diharapkan dapat memperluas basis investor tanpa mengubah nilai ekonomi kepemilikan pemegang saham yang sudah ada.

“Dengan menjangkau basis investor yang lebih luas, kami berharap dapat mendorong penguatan praktik tata kelola perusahaan serta meningkatkan tanggung jawab dan akuntabilitas kami sebagai perusahaan terbuka,” ujar Krisnan dalam keterangan resmi, Rabu (11/3/2026).

Baca Juga: Pembayaran Dividen Jumbo BBNI Segera Cum Date, Ini Jadwal Lengkapnya

Melalui stock split ini, DSSA berharap dapat membuka akses yang lebih luas bagi calon investor baru. Selain itu, langkah ini juga diharapkan mampu memperkuat struktur kepemilikan saham serta membangun hubungan yang lebih inklusif dengan investor di pasar modal Indonesia.

Secara teknis, aksi korporasi ini akan meningkatkan jumlah saham beredar secara proporsional dari 7,705 miliar lembar menjadi 192,638 miliar lembar saham.

Manajemen menilai peningkatan jumlah saham beredar berpotensi mendorong likuiditas perdagangan saham DSSA. Dengan likuiditas yang lebih tinggi, perdagangan harian saham diharapkan menjadi lebih dinamis dan dapat membentuk persepsi pasar yang lebih positif terhadap kinerja perusahaan.

Perusahaan juga menegaskan bahwa stock split tidak akan mengubah hak suara maupun nilai ekonomi kepemilikan saham. Perubahan hanya terjadi pada jumlah lembar saham dan nilai nominal per saham secara proporsional.

Tonton: Tarif KRL Berpotensi Naik! Pemerintah Dinilai Terbebani Subsidi

Sebagai bagian dari Grup Sinar Mas, DSSA menegaskan komitmennya untuk melaksanakan aksi korporasi ini dengan prinsip transparansi serta tetap melindungi hak para pemegang saham.

Setelah mendapatkan persetujuan RUPSLB, perusahaan akan melanjutkan proses administrasi untuk pelaksanaan stock split. Targetnya, perdagangan saham dengan nilai nominal baru mulai efektif pada 7 April 2026.

Berikut jadwal pelaksanaan stock split DSSA:

Jadwal Stock Split DSSA

- 26 Maret 2026: Pengajuan pencatatan saham tambahan ke BEI  
- 1 April 2026: Keterbukaan informasi terkait stock split  
- 6 April 2026: Hari terakhir perdagangan saham dengan nilai nominal lama  
- 7 April 2026: Mulai perdagangan saham dengan nilai nominal baru di pasar reguler dan negosiasi  

Pada perdagangan Rabu (11/3/2026), harga saham DSSA ditutup menguat 0,26% dibandingkan hari sebelumnya menjadi Rp 77.750 per saham.

Jika menggunakan harga tersebut sebagai acuan, maka setelah stock split 1:25 harga saham DSSA secara teoritis berpotensi berada di kisaran Rp 3.110 per saham.

 

HEBOH! Netanyahu Dikabarkan Tewas dalam Serangan Terbaru Iran, Benarkah?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Video Terkait


Terbaru