KONTAN.CO.ID - Jakarta. Informasi penting untuk investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Salah satu emiten dengan kapitalisasi besar (big cap), PT Astra International Tbk (ASII) akan menggelar aksi korporasi berupa pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai jumbo. Apakah ini menjadi pertanda investor untuk beli saham ASII atau saatnya jual?
Manajemen ASII mengumumkan buyback saham dengan nilai maksimal Rp 2 triliun. Corporate Secretary ASII Gita Tiffany Boer mengatakan aksi buyback saham akan menggunakan dana internal perusahaan dan bukan dari pinjaman atau dana hasil penawaran umum.
"Jumlah saham yang akan dibeli kembali dalam pelaksanaan buyback tidak akan melebihi 20% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor perseroan, dengan tetap memperhatikan ketentuan bahwa jumlah saham free float setelah pelaksanaan buyback tidak akan menjadi kurang dari 7,5% dari modal ditempatkan dan disetor," tulis Gita dalam keterangan tertulisnya, Jumat (13/3/2026).
Pihak ASII memperkirakan pelaksanaan buyback saham akan berlangsung mulai 16 Maret 2026 sampai 15 Juni 2026.
Baca Juga: Catat! BBCA Akan Bayar Dividen Interim Tiap 4 Bulan
Di samping itu, Gita mengungkapkan aksi buyback ini dapat menjaga stabilitas harga saham ASII di tengah kondisi pasar yang fluktuatif, sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap nilai fundamental perseroan.
“Untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham serta mendukung upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas dan kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia, ASII berencana melakukan pembelian kembali saham,” tambahnya.
Selain itu, buyback saham juga memberikan fleksibilitas bagi ASII dalam pengelolaan modal jangka panjang.
Saham treasuri hasil buyback dapat dijual kembali di masa mendatang dengan nilai yang optimal apabila perseroan membutuhkan tambahan modal.
Tonton: Prabowo Sebut Ada Oknum Ekonom Tak Senang dengan Keberhasilan Pemerintahannya
Rekomendasi Saham ASII
Pengamat Pasar Modal dan Founder Republik Investor Hendra Wardana merekomendasikan buy on weakness saham ASII di kisaran level Rp 5.675 per saham dengan potensi kenaikan menuju target jangka pendek di area Rp 6.000 per saham.
Hendra mengatakan, aksi buyback saham ini pada dasarnya ditujukan untuk menjaga stabilitas harga saham dan mendongkrak kepercayaan investor.
Langkah ini menjadi sinyal bahwa manajemen emiten masih memiliki keyakinan terhadap fundamental bisnisnya di tengah kondisi pasar yang cenderung bergejolak akibat faktor eksternal seperti kenaikan harga energi global dan meningkatnya kekhawatiran inflasi.
"Buyback ini mencerminkan keyakinan manajemen bahwa valuasi saham ASII saat ini masih cukup menarik dibandingkan fundamental bisnisnya yang solid," kata dia, Sabtu (14/3/2026).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News