Indeks

Keluarkan BREN DSSA NCKL HEAL CTRA, Ini Daftar Saham Blue Chip Baru Mei-Juli 2026

Sabtu, 25 April 2026 | 06:58 WIB
Keluarkan BREN DSSA NCKL HEAL CTRA, Ini Daftar Saham Blue Chip Baru Mei-Juli 2026

ILUSTRASI. Keluarkan BREN DSSA NCKL HEAL CTRA, Ini Daftar Saham Blue Chip Baru Mei-Juli 2026


Reporter: Yuliana Hema  | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Daftar saham blue chip di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan berubah mulai Mei 2026. BEI mengeluarkan lima saham dari kelompok blue chip dan menggantinya dengan lima saham baru.

Saham blue chip adalah saham lapis satu yang telah berpengalaman di pasar modal dan memiliki nilai kapitalisasi pasar besar serta likuiditas tinggi. Di BEI, saham blue chip biasanya menjadi indeks mayor seperti LQ45.

BEI merombak komposisi indeks LQ45 dalam evaluasi mayor yang berlaku untuk periode 4 Mei 2026 sampai 31 Juli 2026. Perubahan ini menjadi perhatian pelaku pasar karena menyangkut saham-saham unggulan yang identik dengan saham blue chip dan kerap menjadi acuan investor institusi.

Baca Juga: Hindari Dividen Trap! 13 Saham Ini Masuk Cum Date Mulai 27 April 2026

Dalam evaluasi terbaru, lima saham dikeluarkan dari indeks LQ45, yakni:

- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
- PT Ciputra Development Tbk (CTRA)
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
- PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL)
- PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL)

Sebagai pengganti, BEI memasukkan lima saham baru ke indeks LQ45:

- PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)
- PT Darma Henwa Tbk (DEWA)
- PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA)
- PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA)
- PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI)

Tonton: Usai Khalid Basalamah, KPK Panggil Empat Bos Biro Travel Haji

Sebelumnya BREN Berstatus Pendatang Baru di LQ45

Menarik dicermati, lima saham yang kini keluar dari LQ45 sebelumnya merupakan bagian dari konstituen periode efektif 2 Februari 2026–30 April 2026.

Dalam komposisi sebelumnya, BREN bahkan berstatus saham baru di LQ45, sementara CTRA, DSSA, HEAL dan NCKL berstatus tetap. Artinya, evaluasi mayor kali ini menunjukkan perubahan signifikan dalam komposisi indeks unggulan.

Dengan perubahan ini, komposisi baru LQ45 menegaskan rotasi sektor yang menarik, terutama menguatnya tema energi, digital dan sumber daya.

Sementara sejumlah anggota lama LQ45 lain tetap bertahan seperti BBCA, BBRI, BMRI, TLKM, ASII, ANTM, AMMN, ADRO, ADMR, PGEO hingga UNTR.

Keberlanjutan saham-saham inti tersebut memberi sinyal bahwa indeks masih ditopang emiten berkapitalisasi besar dengan likuiditas tinggi, sementara saham yang masuk baru memberi warna pertumbuhan baru. 

Saham BREN, DSSA dan NCKL Juga Keluar dari IDX80

Tidak hanya dari LQ45, tiga saham yakni BREN, DSSA dan NCKL juga terdepak dari indeks IDX80.

Ketiganya keluar bersama dua emiten lain:

- PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS)
- PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL)

Berikut daftar saham Indeks LQ45 periode 4 Mei 2026 s.d. 31 Juli 2026 

  1. AADI    PT Adaro Andalan Indonesia Tbk
  2. ADMR    PT Adaro Minerals Indonesia Tbk
  3. ADRO    ADARO ENERGY Tbk
  4. AKRA    AKR Corporindo Tbk
  5. AMMN    PT Amman Mineral Internasional Tbk.
  6. AMRT    Sumber Alfaria Trijaya Tbk
  7. ANTM    Aneka Tambang (Persero) Tbk
  8. ASII    Astra International Tbk
  9. BBCA    Bank Central Asia Tbk
  10. BBNI    Bank Negara Indonesia Tbk
  11. BBRI    PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
  12. BBTN    Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
  13. BMRI    Bank Mandiri (Persero) Tbk
  14. CUAN    PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk
  15. BRPT    Barito Pacific Tbk
  16. BUMI    Bumi Resources Tbk
  17. CPIN    Charoen Pokphand Indonesia Tbk
  18. DEWA  PT Darma Henwa Tbk
  19. EMTK    Elang Mahkota Teknologi Tbk
  20. ESSA  PT ESSA Industries Indonesia Tbk 
  21. EXCL    PT XL Axiata Tbk
  22. GOTO    PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk
  23. HRTA   PT Hartadinata Abadi Tbk 
  24. ICBP    Indofood CBP Sukses Makmur Tbk
  25. INCO    Vale Indonesia Tbk
  26. INDF    Indofood Sukses Makmur Tbk
  27. INKP    Indah Kiat Pulp & Paper Tbk
  28. ISAT    Indosat Tbk
  29. ITMG    Indo Tambangraya Megah Tbk
  30. JPFA    JAPFA Comfeed Indonesia Tbk
  31. KLBF    Kalbe Farma Tbk
  32. MAPI    Mitra Adiperkasa Tbk
  33. MBMA    PT Merdeka Battery Materials Tbk
  34. MDKA    PT Merdeka Copper Gold Tbk.
  35. MEDC    Medco Energi Internasional Tbk
  36. PGAS    Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk
  37. PGEO    PT Pertamina Geothermal Energy Tbk
  38. PTBA    Tambang Batubara Bukit Asam Tbk
  39. SCMA    Surya Citra Media Tbk
  40. SMGR    Semen Indonesia (Persero) Tbk
  41. TLKM    PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.
  42. TOWR    Sarana Menara Nusantara Tbk
  43. UNTR    United Tractors Tbk
  44. UNVR    Unilever Indonesia Tbk 
  45. WIFI PT Solusi Sinergi Digital Tbk

Tonton: Ekonom Ingatkan Inflasi Terancam Naik Jika Harga Minyak Bertahan Tinggi



 

RI Mau Pungut Tarif Selat Malaka, Malaysia & Singapura Langsung Menolak!

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru