Emiten

Hari Ini (24/4) Terakhir, Beli Saham UNTR Bisa Dapat Dividen Rp 109.600 Per Lot

Jumat, 24 April 2026 | 07:15 WIB
Hari Ini (24/4) Terakhir, Beli Saham UNTR Bisa Dapat Dividen Rp 109.600 Per Lot

ILUSTRASI. Hari Ini (24/4) Terakhir, Beli Saham UNTR Bisa Dapat Dividen Rp 109.600 Per Lot


Reporter: Dimas Andi  | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Jangan lupa hari ini, Jumat 24 April 2026 adalah cum dividen date saham PT United Tractors Tbk (UNTR). Beli saham UNTR hari ini, investor bisa mendapatkan pembayaran dividen Rp 109.600 per lot.

Manajemen UNTR menetapkan total dividen tunai sebesar Rp 1.663 per saham atau setara Rp 5,92 triliun dari laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp 14,8 triliun.

Jumlah tersebut sudah termasuk dividen interim Rp 567 per saham yang telah dibagikan pada Oktober 2025. Dengan demikian, investor akan menerima sisa dividen final sebesar Rp 1.096 per saham.

Dengan jumlah tersebut, setiap pemegang satu lot saham UNTR mendapatkan pembayaran dividen sebesar Rp 109.600.

Namun, modal investasi di UNTR juga besar. Pada perdagangan Kamis (23/4/2026), harga saham UNTR ditutup di level Rp 32.500, stagnan dibandingkan sehari sebelumnya. Secara year to date (ytd), saham ini telah naik 2.400 poin atau 7,97%.

Baca Juga: BCA Naikkan DPR ke 72% dan Siapkan Dividen Interim Tiap Kuartal Mulai 2026  

Jadwal Dividen Final UNTR Tahun Buku 2025 (2026):

  • Cum Dividen (Pasar Reguler/Negosiasi): 24 April 2026
  • Ex Dividen (Pasar Reguler/Negosiasi): 27 April 2026
  • Cum Dividen (Pasar Tunai): 28 April 2026
  • Ex Dividen (Pasar Tunai): 29 April 2026
  • Recording Date: 28 April 2026
  • Pembayaran Dividen (Payment Date): 18 Mei 2026

Tonton: YouTube Blokir Akun Anak di RI Mulai Hari Ini Siapa Kena

Namun, di balik kinerja saham yang menguat, performa operasional UNTR justru menunjukkan pelemahan pada awal 2026.

Penjualan alat berat Komatsu turun 10,50% YoY menjadi 869 unit pada Januari-Februari 2026. Produksi batubara oleh PT Pamapersada Nusantara juga turun 6,85% YoY menjadi 20,4 juta ton.

Selain itu, volume overburden removal terkoreksi 7,49% YoY menjadi 156,9 juta bcm. Penjualan batubara melalui PT Tuah Turangga Agung juga melemah 2,81% YoY menjadi 2,77 juta ton.

Dari lini emas, penjualan hanya mencapai 2.000 ounce, jauh di bawah periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 38.000 ounce.

Di sisi lain, segmen nikel menjadi penopang dengan pertumbuhan 30,37% YoY menjadi 455.000 ton.

Presiden Direktur UNTR Iwan Hadiantoro menyebut, tantangan utama berasal dari keterlambatan persetujuan RKAB 2026 yang berdampak pada aktivitas produksi dan permintaan alat berat.

Selain itu, persaingan dengan produk alat berat asal China juga semakin ketat.

Tonton: KEMLU RI TANGGAPI PELANGGARAN UDARA PESAWAT MILITER AS

Untuk menghadapi kondisi ini, UNTR mengadopsi strategi defensif dengan fokus pada penguatan fundamental bisnis dan diversifikasi portofolio ke sektor mineral dan energi.

Salah satu katalis positif adalah rencana beroperasinya kembali Tambang Emas Martabe pada pertengahan 2026 dengan target produksi 60.000 ounce.

UNTR juga memperkuat ekspansi melalui akuisisi Tambang Emas Doup yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2028.



 

Listrik Padam di Jakarta, PLN Akui Terjadi Gangguan Suplai Listrik

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru