SK Hynix Akhirnya Pilih Nasdaq untuk IPO AS, Ternyata Ini Alasannya

Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
SK Hynix Akhirnya Pilih Nasdaq untuk IPO AS, Ternyata Ini Alasannya

ILUSTRASI. Bursa Nasdaq AS (Anthony Behar/Sipa USA via Reuters )


Sumber: Reuters  | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - Produsen chip memori asal Korea Selatan, SK Hynix, dikabarkan telah menentukan pilihan untuk rencana pencatatan sahamnya di Amerika Serikat.

Perusahaan disebut lebih memilih Nasdaq dibandingkan New York Stock Exchange (NYSE), di tengah tingginya minat investor terhadap saham-saham yang terkait dengan kecerdasan buatan (AI).

Mengutip laporan Reuters hari Jumat (12/6), dua sumber yang mengetahui rencana tersebut mengatakan SK Hynix memilih bursa yang identik dengan perusahaan teknologi itu untuk mendukung langkah ekspansi globalnya.

Jika sesuai jadwal, pencatatan saham di AS dapat dilakukan paling cepat pada Agustus mendatang.

Baca Juga: 2 Emiten Ini Dukung Penyiaran Piala Dunia 2026, Cek Profil Saham WIFI dan IRSX

Mengapa SK Hynix Memilih Nasdaq?

Ada beberapa alasan yang diyakini berada di balik keputusan SK Hynix memilih Nasdaq.

Pertama, Nasdaq merupakan rumah bagi banyak perusahaan teknologi terbesar dunia, termasuk Nvidia, Microsoft, Amazon, Alphabet, hingga Micron yang juga bergerak di bisnis chip memori. 

Kehadiran emiten teknologi besar membuat Nasdaq menjadi tujuan utama investor yang mencari eksposur ke sektor teknologi dan AI.

Kedua, para analis menilai perusahaan teknologi umumnya memperoleh valuasi yang lebih tinggi di Nasdaq dibandingkan di NYSE.

Faktor ini dinilai penting bagi SK Hynix yang saat ini sedang menikmati momentum pertumbuhan berkat ledakan industri AI.

Analis senior Meritz Securities, Kim Sunwoo, mengatakan perubahan tren investasi global membuat Nasdaq semakin menarik bagi perusahaan teknologi.

"Sebagian besar aliran dana pasif terkonsentrasi pada saham-saham yang tercatat di Nasdaq, sehingga bursa ini menjadi pilihan yang sangat menarik bagi perusahaan teknologi yang ingin memperluas basis investornya," ujar Kim Sunwoo.

Menurutnya, banyak indeks teknologi dan produk ETF global memiliki porsi besar pada saham-saham Nasdaq.

Karena itu, perusahaan yang melantai di bursa tersebut berpotensi menjangkau investor dalam jumlah yang lebih besar.

Baca Juga: Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq Menguat Usai Trump Batalkan Rencana Serangan ke Iran

Ledakan AI Jadi Faktor Penting

Selain faktor valuasi, posisi SK Hynix dalam industri AI juga menjadi pertimbangan penting.

Sebagai produsen chip memori terbesar kedua di dunia, SK Hynix merupakan pemasok utama bagi Nvidia.

Perusahaan juga memiliki posisi dominan di pasar high-bandwidth memory (HBM), yaitu chip memori berkecepatan tinggi yang digunakan untuk mendukung server dan sistem AI.

Reuters sebelumnya melaporkan bahwa SK Hynix menerima tanggapan yang sangat positif dari investor terkait rencana listing di Amerika Serikat.

Baca Juga: Apa Risiko IPO SpaceX? Investor Veteran Jim Chanos Beri Peringatan

Berpotensi Menggalang Dana Hingga US$14 Miliar

SK Hynix pada Maret lalu mengumumkan bahwa mereka telah mengajukan dokumen secara rahasia untuk pencatatan saham di Amerika Serikat.

Saat itu, salah satu sumber menyebut nilai penawaran berpotensi mencapai US$14 miliar.

Sementara itu, sumber lain mengatakan Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) kemungkinan akan memberikan persetujuan terhadap pencatatan American Depositary Receipt (ADR) SK Hynix pada pekan yang dimulai 22 Juni 2026.

Hingga kini, perusahaan belum mengungkapkan secara resmi besaran dana yang ingin dihimpun maupun jumlah saham yang akan ditawarkan kepada investor.

Baca Juga: Konflik Iran Bikin Investor Mulai Tinggalkan Obligasi? Ini Penjelasan Analis

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tag

Terbaru