China Bersiap Sambut Tren IPO Antariksa Usai Rekor SpaceX

Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
China Bersiap Sambut Tren IPO Antariksa Usai Rekor SpaceX

ILUSTRASI. Ekonomi China (REUTERS/Kim Kyung Hoon)


Sumber: Reuters  | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - Rekor IPO SpaceX senilai US$75 miliar tidak hanya menjadi sorotan industri antariksa global, tetapi juga memicu optimisme baru di China.

Sejumlah startup antariksa di negara tersebut kini semakin agresif menyiapkan langkah menuju pasar modal dengan harapan dapat mengikuti jejak perusahaan milik Elon Musk itu.

IPO SpaceX dipandang sebagai tolok ukur penting bagi industri antariksa komersial China yang masih relatif muda.

Keberhasilan SpaceX memperlihatkan besarnya potensi valuasi yang dapat diraih perusahaan antariksa yang berhasil mengembangkan teknologi dan model bisnis berkelanjutan.

Baca Juga: Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq Menguat Usai Trump Batalkan Rencana Serangan ke Iran

Sejumlah Startup China Siapkan IPO

Antusiasme terhadap sektor antariksa terlihat dari semakin banyaknya perusahaan yang mulai mempersiapkan penawaran saham perdana maupun tahap pra-IPO.

Mengutip laporan Reuters pada Jumat (12/6), setidaknya tujuh perusahaan roket dan satelit China saat ini sedang menjalankan rencana tersebut, termasuk LandSpace dan CAS Space.

Meski detail nilai penggalangan dana belum diungkap, langkah itu menunjukkan meningkatnya minat investor terhadap industri antariksa komersial di China.

Soochow Securities bahkan memperkirakan nilai pasar antariksa komersial China dapat melampaui US$1 triliun pada 2030, memperkuat keyakinan bahwa sektor ini masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar.

Baca Juga: Konflik Iran Bikin Investor Mulai Tinggalkan Obligasi? Ini Penjelasan Analis

Investor Nikmati Lonjakan Nilai Investasi

Huang Yan, pendiri Lantern Capital, mengungkapkan investasi yang ia tanamkan di LandSpace pada 2016 kini memberikan keuntungan sekitar 100 kali lipat menjelang rencana pencatatan saham perusahaan tersebut.

Menurut Huang, keputusan itu diambil dengan mempertimbangkan nilai strategis industri antariksa dalam jangka panjang, meski pada masa awal banyak pihak meragukan prospeknya.

"Saya melihat adanya keunggulan teknologi dan nilai strategis jangka panjang dari industri ini," ujarnya, seperti dikutip Reuters.

Meski tren IPO mulai menguat, sejumlah analis menilai perusahaan-perusahaan China masih menghadapi tantangan besar dibandingkan SpaceX.

Banyak startup antariksa China bergerak menuju pasar modal ketika pendapatan mereka masih terbatas dan teknologi utama yang menjadi fondasi kesuksesan SpaceX belum sepenuhnya terbukti.

Sebagai gambaran, LandSpace mencatat pendapatan 36,4 juta yuan atau sekitar US$5,2 juta pada semester pertama 2025. Sementara itu, pendapatan SpaceX pada 2025 mencapai hampir US$19 miliar.

Baca Juga: Apa Risiko IPO SpaceX? Investor Veteran Jim Chanos Beri Peringatan

SpaceX Jadi Acuan Industri Antariksa China

Bagi banyak perusahaan dan investor, IPO SpaceX menjadi bukti bahwa sektor antariksa dapat berkembang menjadi bisnis bernilai sangat besar.

Hal inilah yang mendorong semakin banyak startup China untuk mempercepat rencana IPO dan menarik pendanaan baru guna mengembangkan bisnis mereka.

Dengan semakin banyak perusahaan yang bersiap melantai di bursa, industri antariksa komersial China tampaknya tengah memasuki fase baru pertumbuhan yang dipicu oleh kesuksesan SpaceX di pasar modal.

Baca Juga: China Kian Ketat Awasi Investasi Offshore, Apa Dampaknya bagi Investor?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tag

Terbaru