KONTAN.CO.ID - Mengenal apa itu FCA dalam perdagangan saham di BEI. Investor di Bursa Efek Indonesia (BEI) tentu pernah mendengar istilah FCA.
FCA menjadi salah satu mekanisme perdagangan yang berbeda dari sistem normal yang biasa digunakan di bursa.
Mekanisme Full Call Auction (FCA) diterapkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk saham yang masuk dalam Papan Pemantauan Khusus (PPK).
Saham yang masuk ke dalam Papan Pemantauan Khusus diidentifikasi berdasarkan 11 kriteria.
Baca Juga: Strategi Buyback Saham: Alasan Perusahaan Membeli Kembali Aset dan Efeknya
Pengertian FCA (Full Call Auction)
Full Call Auction (FCA) adalah metode perdagangan saham di mana transaksi tidak terjadi secara terus-menerus (continuous trading), melainkan dikumpulkan terlebih dahulu dalam periode tertentu, lalu dieksekusi sekaligus pada satu harga keseimbangan.
Artinya, selama sesi FCA berlangsung Investor bisa memasukkan antrean beli dan jual. Namun transaksi baru terjadi pada waktu tertentu (batch execution).
Harga ditentukan berdasarkan keseimbangan terbaik antara permintaan dan penawaran.
Baca Juga: Apa Saja yang Mesti Diperhatikan Sebelum Berburu Saham Bonus?
Kriteria Emiten yang masuk FCA
- Harga dan likuiditas rendah
Saham memiliki harga rata-rata di Pasar Reguler dan/atau Pasar Regular Periodic Call Auction di bawah Rp51,00, dengan likuiditas rata-rata kurang dari Rp5 juta serta volume transaksi kurang dari 10.000 saham dalam tiga bulan terakhir. - Opini audit tidak menyatakan pendapat
Laporan keuangan audit terakhir memperoleh opini disclaimer atau tidak menyatakan pendapat dari auditor. - Tidak ada pendapatan signifikan
Perusahaan tidak membukukan pendapatan atau tidak menunjukkan perubahan pendapatan dibandingkan laporan sebelumnya. - Belum menghasilkan dari bisnis inti
Perusahaan belum memperoleh pendapatan dari kegiatan usaha utama (core business) hingga tahun buku keempat sejak tercatat, termasuk bagi perusahaan induk di sektor tambang minerba. - Ekuitas negatif
Perusahaan memiliki kondisi ekuitas negatif. - Tidak memenuhi ketentuan pencatatan
Perusahaan tidak memenuhi persyaratan pencatatan dan ketentuan free float saham sesuai Peraturan Bursa I-A dan I-V. - Likuiditas transaksi rendah
Saham memiliki tingkat likuiditas transaksi yang rendah selama tiga bulan terakhir. - Dalam proses hukum keuangan
Perusahaan sedang berada dalam proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), pailit, atau pembatalan perjanjian perdamaian. - Anak usaha terdampak masalah hukum
Perusahaan memiliki anak usaha dengan kontribusi pendapatan material yang sedang dalam kondisi PKPU, pailit, atau pembatalan perdamaian. - Suspensi perdagangan
Saham dikenakan penghentian sementara (suspensi) perdagangan lebih dari satu hari bursa akibat aktivitas perdagangan tertentu. - Kondisi lain dari regulator
Kriteria lain yang ditetapkan oleh Bursa dengan persetujuan atau perintah dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Baca Juga: Lima Saham Ini Paling Banyak Dibeli Asing, Pilih ASII, INCO, MDKA, FAPA atau BRMS?
Tujuan Diberlakukannya FCA
Penerapan FCA biasanya bukan tanpa alasan. Bursa menerapkannya untuk:
- Menjaga stabilitas harga saham: FCA digunakan ketika terjadi pergerakan harga yang tidak wajar atau terlalu volatil.
- Mencegah manipulasi pasar: Dengan sistem lelang, peluang pihak tertentu menggoreng saham menjadi lebih kecil.
- Memberikan waktu bagi investor untuk menganalisis: Investor tidak bisa langsung eksekusi cepat, sehingga keputusan lebih rasional.
Kapan FCA Diterapkan?
FCA biasanya diberlakukan pada saham yang:
- Mengalami lonjakan atau penurunan ekstrem
- Terindikasi aktivitas tidak wajar (unusual market activity)
- Masuk dalam pengawasan khusus oleh bursa.
Dalam kondisi ini, saham bisa dipindahkan sementara dari perdagangan normal ke sistem FCA.
Baca Juga: Upaya BEI Agar Saham di Papan FCA Tak Lagi Mati Suri
Cara Kerja FCA
Secara sederhana, mekanisme FCA berjalan seperti ini:
- Investor memasukkan order beli/jual
- Order dikumpulkan dalam periode tertentu
- Sistem menentukan harga yang paling banyak mempertemukan transaksi
- Transaksi dieksekusi secara bersamaan pada harga tersebut
Berbeda dengan perdagangan biasa yang berlangsung real-time, FCA bersifat periodik.
Dampak FCA bagi Investor
FCA memiliki beberapa konsekuensi yang perlu dipahami:
Kelebihan:
- Harga lebih stabil
- Mengurangi spekulasi berlebihan
- Melindungi investor ritel
Kekurangan:
- Tidak bisa transaksi cepat
- Likuiditas bisa menurun sementara
- Strategi trading jangka pendek jadi terbatas
FCA atau Full Call Auction adalah mekanisme perdagangan saham berbasis lelang yang digunakan untuk menjaga stabilitas pasar. Meski membatasi kecepatan transaksi, sistem ini justru bertujuan melindungi investor dan menciptakan harga yang lebih wajar.
Tonton: Pemerintah Tegaskan Petugas Haji Melayani, Dilarang Terima Tip dari Jemaah
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News