KONTAN.CO.ID - Simak profil emiten MYOR yang harga sahamnya naik rentang 13% sebulan. PT Mayora Indah Tbk (kode saham: MYOR) merupakan salah satu perusahaan Fast Moving Consumer Goods (FMCG) terbesar di Indonesia yang bergerak di industri makanan dan minuman.
Didirikan pada tahun 1977 dan tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak 1990, Mayora dikenal luas melalui berbagai merek populer seperti Kopiko, Roma, Beng-Beng, Torabika, Teh Pucuk Harum, dan lainnya.
Perusahaan ini mengoperasikan lebih dari 13 fasilitas produksi di Indonesia dan Filipina, serta mengekspor produknya ke lebih dari 100 negara di lima benua, menjadikannya pemain global dari Indonesia.
Lalu, seperti apa profil dari MYOR? Intip lini usaha hingga laporan kinerjanya terakhir.
Baca Juga: Harga Saham Turun Karena Revisi Outlook Moody's, Analis Malah Rekomendasi Beli
Lini Usaha MYOR
Mayora menjalankan kegiatan usaha melalui dua segmen utama:
1. Pengolahan Makanan Kemasan (Packaged Food Processing)
Segmen ini mencakup produk biskuit, wafer, permen, cokelat, dan aneka camilan. Kontribusinya terhadap total pendapatan mencapai sekitar 60–65%, sehingga menjadi penopang utama kinerja perseroan. Beberapa merek andalannya antara lain Roma Biscuits, Beng-Beng, dan Kopiko Candy.
2. Pengolahan Minuman Kemasan (Packaged Beverages Processing)
Segmen ini meliputi kopi siap saji, teh, dan minuman ringan lainnya. Produk unggulan di antaranya Kopiko Coffee, Torabika, dan Teh Pucuk Harum.
Selain itu, terdapat segmen jasa keuangan dengan kontribusi yang relatif kecil terhadap total pendapatan. Secara geografis, Mayora memiliki posisi yang kuat di pasar domestik dan terus memperluas ekspor ke kawasan Asia, Timur Tengah, Afrika, hingga Amerika.
Baca Juga: Jadwal Penting Dividen BOLT: Rp 25 Per Saham Cair Awal Maret 2026
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi (per Februari 2026)
Dewan Komisaris
- Komisaris Utama: Jogi Hendra Atmadja
- Komisaris: Hermawan Lesmana
- Komisaris: Gunawan Atmadja
- Komisaris Independen: Suryanto Gunawan (Ketua Komite Audit)
- Komisaris Independen: Anton Hartono
Dewan Direksi
- Direktur Utama: Andre Sukendra Atmadja
- Direktur Supply Chain: Hendarta Atmadja
- Direktur Umum dan Operasional: Wardhana Atmadja
- Direktur Keuangan: Hendrik Polisar
- Direktur Pemasaran: Muljono Nurlimo
- Direktur: Ricky Afrianto Gunadi.
Komposisi manajemen relatif stabil dalam beberapa tahun terakhir, dengan sejumlah posisi strategis diisi oleh keluarga pendiri, yakni keluarga Atmadja.
Baca Juga: Dua Saham Baru di Indeks IDX80 Tren Turun Harga Sejak Awal 2026, Pilih Beli / Jual?
Kinerja Keuangan 9 Bulan 2025 (Januari–September)
Melansir laporan keuangan interim konsolidasian periode Januari–September 2025, kinerja perseroan menunjukkan pertumbuhan pendapatan, meski laba mengalami tekanan akibat kenaikan biaya produksi.
Pendapatan Neto tercatat sebesar Rp 27,16 triliun, meningkat 6,0% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 25,64 triliun. Pertumbuhan terutama ditopang oleh segmen makanan kemasan yang naik 7,1%, sementara segmen minuman relatif melambat.
Laba Kotor sebesar Rp 5,76 triliun, turun 5,8% secara tahunan. Margin laba kotor menyusut menjadi 21,2% dari sebelumnya 23,9%, dipengaruhi kenaikan harga bahan baku seperti gandum, kakao, kopi, dan gula.
Laba Operasi tercatat Rp 2,39 triliun, turun 12,7% dibandingkan tahun sebelumnya.
Laba Bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 1,85 triliun, turun 8,2% dari Rp 2,02 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Penurunan laba terutama disebabkan tekanan biaya produksi dan meningkatnya beban operasional.
Di sisi lain, terdapat sejumlah indikator positif. Arus kas dari aktivitas operasi berbalik menjadi positif sebesar Rp 1,10 triliun, dibandingkan posisi negatif Rp 1,76 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Total aset per 30 September 2025 tercatat mencapai Rp 30,71 triliun.
Tonton: Prabowo Diskusi Ekonomi dengan Prajogo Pangestu hingga Anthony Salim
Selanjutnya: Robert Kiyosaki Borong Perak US$50.000, Pasang Target Harga US$200 pada 2026
Menarik Dibaca: Cara Mencegah Hidden Hunger pada Anak, Orang Tua Perlu Perhatikan Ini
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News