Harga INDF Anjlok 2,90% Usai Penurunan Status MSCI, Pilih Beli / Jual?

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:25 WIB
Harga INDF Anjlok 2,90% Usai Penurunan Status MSCI, Pilih Beli / Jual?

ILUSTRASI. Harga INDF Anjlok 2,90% Usai Penurunan Status MSCI, Pilih Beli / Jual?


Reporter: Vatrischa Putri Nur  | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Kabar tak sedap dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) kembali menekan harga saham. Harga saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) semakin melemah karena diturunkan dari MSCI Global Standard Indexes ke MSCI Small Cap Indexes. Dengan pelemahan itu, investor lebih baik jual atau beli?

MSCI menurunkan saham INDF dari MSCI Global Standard Indexes ke MSCI Small Cap Indexes. Keputusan ini berlaku mulai Maret-Mei 2026. 

Harga saham INDF kembali melorot karena kabar tersebut. Pada perdagangan Rabu 11 Februari 2026, harga saham INDF ditutup di level 6.700, turun 200 poin atau 2,90% dibandingkan sehari sebelumnya. 

Selama perdagangan lima hari terakhir, harga saham yang dikuasai grup Salim ini terakumulasi melemah 350 poin atau 4,96%. 

Baca Juga: Target Harga PTRO Melambung! Ini Peluang Cuan Investor Jangka Pendek

Senior Equity Research Kiwoom Sekuritas, Sukarno Alatas, menilai penurunan status INDF berpotensi memicu arus keluar (passive outflow) seiring penyesuaian dana indeks.

“Tekanan ini bersifat teknikal dan umumnya terkonsentrasi di periode rebalancing. Besaran dampaknya tergantung pada bobot dan eksposur dana pasif sebelumnya,” ujar Sukarno, kepada Kontan, Rabu (11/2/2026).

Ia melihat sebagian tekanan jual sudah terefleksi pada harga saham INDF, tercermin dari aksi net sell investor asing dalam sepekan terakhir. Pun risiko pelemahan lanjutan masih terbuka, terutama di tengah depresiasi rupiah yang berpotensi meningkatkan beban kurs perseroan.

Kendati turun kelas, Sukarno menilai perubahan klasifikasi indeks tidak akan berdampak signifikan terhadap likuiditas maupun volatilitas INDF. Pasalnya, emiten konsumer tersebut tetap memiliki kapitalisasi pasar besar dan likuiditas yang terjaga.

 

 

Secara teknikal, INDF memiliki area support di kisaran Rp 6.550 - Rp 6.575 dan resistance di level Rp 7.000 per saham. Dengan harga terakhir di Rp 6.725, saham ini diperdagangkan pada price earnings ratio (PER) 5,6 kali dan price to book value (PBV) 0,84 kali.

“Secara valuasi, INDF tergolong undervalued sehingga membuka peluang akumulasi untuk jangka menengah,” jelasnya.

Tonton: Kejagung Bongkar Modus Ekspor CPO Disamarkan Jadi Limbah POME, Kerugian Negara Rp 11 T

Adapun katalis ke depan bagi INDF antara lain potensi perbaikan kinerja keuangan, stabilisasi nilai tukar rupiah, serta daya tarik dividend yield yang meningkat.

Dengan begitu Sukarno merekomendasikan investor untuk accumulate buy saham INDF dengan target harga Rp 7.500 per saham.

Outlook Kredit RI Negatif Danantara Siapkan Strategi Hadapi Moody's

Selanjutnya: Saham Nikel: Kuota Produksi Dipangkas, Siapa Paling Cuan 2026?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tag

Terbaru