KONTAN.CO.ID - Jakarta. Setelah sempat mendaki, harga saham bank dengan karakteristik blue chip di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali melemah. Apakah pelemahan ini menjadi periode yang tepat untuk beli, jual atau tahan dulu?
Saham blue chip adalah saham lapis satu yang telah berpengalaman lama di bursa efek dan berasal dari perusahaan dengan fundamental yang kuat. Saham blue chip biasanya memiliki nilai kapitalisasi pasar paling besar, mencapai puluhan hingga ratusan triliun rupiah.
Pada penutupan perdagangan Senin (9/2/2026) keempat saham bank blue chip terkoreksi ke zona merah. Penurunan terkecil dicatat oleh saham PT Bank Negara Indonesia (persero), diikuti oleh PT Bank Rakyat Indonesia (persero) dan PT Bank Mandiri (persero). Sementara itu, penurunan harga terdalam terjadi pada saham PT Bank Central Asia Tbk.
Baca Juga: Jadwal Penting Dividen BOLT: Rp 25 Per Saham Cair Awal Maret 2026
Berikut rincian pergerakan saham emiten big bank selama perdagangan hari ini:
PT Bank Negara Indonesia (BBNI) ditutup dengan koreksi 0,22% ke level Rp 4.520. Selama perdagangan, BBNI sempat menyentuh harga tertinggi yaitu Rp 4.570.
Kemudian PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun ke level Rp 3.770 dengan penurunan sebesar 0,26%. Meski begitu, sepanjang perdagangan hari ini BBRI juga sempat mencapai level tertinggi di harga Rp 3.800.
Lalu PT Bank Mandiri (BMRI) sempat menyentuh harga tertinggi di level Rp 5.075 sebelum akhirnya ditutup dengan penurunan mencapai 0,99% ke level Rp 5.000.
Sementara itu, PT Bank Central Asia (BBCA) turun 2,28% ke zona merah di level Rp 7.500. Adapun selama periode perdagangan hari ini, BBCA berhasil mencatat harga tertinggi Rp 7.725.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta memberikan pandangan yang positif pada keempat saham emiten big bank tersebut.
Menurutnya, saham BBCA diproyeksikan rebound dengan beberapa tahap take profit (TP). TP1 diperkirakan akan naik 6,26% ke level Rp 7.650, TP2 naik 17,36% ke harga Rp 8.450, hingga berpotensi TP maksimal Rp 9.750.
Dengan permodalan yang kuat (CAR tinggi) dan profit stabil, BBCA dicermati memiliki potensi dividen dan buyback menarik sehingga bagi investor jangka panjang saham BBCA tetap menarik.
Tonton: Manfaat Variasi Olahraga yang Jarang Disadari, Risiko Kematian Menurun
Rekomendasi Saham
Saham BBNI dinilai escalating potensial dengan peluang TP yang bertahap. TP1 diperkirakan naik 2,04% ke harga Rp 4.510, TP2 naik 4,30% ke level Rp 4.610, dan TP maksimal berpotensi naik hingga Rp 5.600.
Nafan juga mencermati potensi dividen dan imbal hasil mencapai 6,43% jika BBNI mempertahankan kebijakan dividen payout dengan yield yang relatif kompetitif.
Lalu saham BBRI diperkirakan tetap akan naik positif dengan TP yang juga bertahap. Ia mencermati tahapan TP, yaitu TP1 naik 3,44% ke harga Rp 3.910, TP2 naik 6,61% ke harga Rp 4.030, dan TP maksimal berpotensi hingga Rp 4.750.
Menurutnya, likuiditas dan permodalan BBRI masih sehat. Bagi Investor yang mencari imbal hasil saham ini tetap menarik dengan dividen yield sebesar 5,60%.
Sedangkan saham BMRI dicermati bergerak secara bertahap. Ia memproyeksikan harga saham BMRI dengan TP1 sebesar Rp 5.000, TP2 sebesar Rp 5.350 dengan TP maksimal Rp 6.200.
Nafan mencermati kalau BMRI tetap menarik terutama bagi investor yang mencari imbal hasil dengan perkiraan dividen yield adalah 9,63%.
Selanjutnya: Promo Paket Munggahan HokBen: Makan Hemat & Komplit Cuma Rp 50 Ribuan Per Orang
Menarik Dibaca: Promo Paket Munggahan HokBen: Makan Hemat & Komplit Cuma Rp 50 Ribuan Per Orang
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News