UNSP Langsung ARA Pasca Keluar Papan FCA, Cek Profil Emiten hingga Kinerja Terkininya

Kamis, 24 September 2026 | 11:37 WIB
UNSP Langsung ARA Pasca Keluar Papan FCA, Cek Profil Emiten hingga Kinerja Terkininya

ILUSTRASI. Kelapa sawit PT ASD-Bakrie Oil Palm Seed Indonesia - UNSP (KONTAN/Ratih Waseso)


Penulis: Bimo Kresnomurti  | Editor: Bimo Kresnomurti

KONTAN.CO.ID - Simak profil UNSP yang kembali diperdagangkan. Saham PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) kembali menjadi perhatian pasar setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) mengeluarkannya dari Papan Pemantauan Khusus dengan mekanisme Full Call Auction (FCA).

Perubahan tersebut berlaku mulai 23 September 2026 setelah perseroan berhasil memperbaiki posisi ekuitas yang sebelumnya masih negatif.

UNSP sebelumnya terkena suspensi perdagangan sejak 1 Juli 2026. BEI kemudian membuka kembali perdagangan saham UNSP pada 23 September 2026 setelah ekuitas perseroan kembali positif berdasarkan laporan keuangan per 31 Agustus 2026.

Baca Juga: Laba GOTO Rp607,5 Miliar Semester I-2026, Intip Profil Emiten hingga Data Keuangan

Pada perdagangan perdana setelah suspensi dibuka, saham UNSP langsung bergerak naik. Saham UNSP dibuka di Rp256 per saham pada 23 September 2026 atau meningkat 24,27% dari harga sebelum suspensi di Rp206.

Menurut data IPOT, harga saham UNSP kembali ARA dengan kenaikan ke Rp320/saham atau menguat 25,00% sesi 1 hari Kamis (24/9)

Lalu, seperti apa profil emiten ini? Cek informasi menarik mengenai saham UNSP.

Baca Juga: Saham GIAA Melesat, Intip Profil Emiten hingga Kinerja Keuangan Terbarunya

Profil Saham UNSP

PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk merupakan perusahaan perkebunan yang berada dalam kelompok usaha Bakrie. Perusahaan memiliki sejarah panjang di sektor agribisnis dan pada awalnya bergerak di perkebunan karet sebelum berkembang ke perkebunan kelapa sawit serta bisnis hilir berbasis komoditas.

Perseroan didirikan pada 1911 dengan nama Naamlooze Vennootschap Hollandsch Amerikaansche Plantage Maatschappij.

Setelah beberapa kali perubahan nama dan kepemilikan, perusahaan kemudian menjadi bagian dari Kelompok Usaha Bakrie pada 1986 dan berganti nama menjadi PT United Sumatra Plantations. Pada 1992, perusahaan menggunakan nama PT Bakrie Sumatera Plantations.

UNSP tercatat di Bursa Efek Indonesia dan menjalankan bisnis terintegrasi dari sektor hulu perkebunan hingga pengolahan produk turunannya.

Baca Juga: ASII Siap Buyback Saham Rp8 Triliun: Intip Profil Emiten hingga Kinerja Terbarunya

UNSP Keluar dari Papan FCA BEI

BEI mengeluarkan saham UNSP dari Papan Pemantauan Khusus dan mengembalikannya ke Papan Pengembangan mulai 23 September 2026. Dengan perubahan tersebut, saham UNSP tidak lagi diperdagangkan menggunakan mekanisme Full Call Auction atau FCA.

Sebelumnya, UNSP masuk Papan Pemantauan Khusus karena memenuhi kriteria terkait kondisi ekuitas negatif. Dalam laporan keuangan per 30 Juni 2026, perseroan masih membukukan defisiensi modal sebesar Rp5,54 triliun.

Perbaikan struktur permodalan dilakukan melalui private placement. Pada 4 Agustus 2026, UNSP menerbitkan 14,5 miliar saham Seri B dengan harga pelaksanaan Rp300 per saham sehingga memperoleh dana sekitar Rp4,35 triliun.

Dua investor yang menyerap porsi terbesar dalam aksi tersebut adalah Poseidon Corporate Services Limited sebanyak sekitar 9,46 miliar saham dan Unbounded Opportunities Fund SPC-Alpha Investments SP sebanyak sekitar 3 miliar saham.

Setelah aksi korporasi tersebut, BEI menyatakan perdagangan seluruh efek UNSP dapat kembali dilakukan di seluruh pasar setelah ekuitas perseroan menjadi positif berdasarkan posisi per 31 Agustus 2026.

Baca Juga: Akuisisi oleh Korporasi China Jadi Sorotan, Intip Profil EKAD hingga Kinerja Terbaru

Lini Bisnis UNSP

UNSP menjalankan bisnis sebagai perusahaan agrobisnis terintegrasi. Kegiatan usaha perseroan mencakup perkebunan kelapa sawit, pengolahan minyak sawit dan produk turunannya, perkebunan serta pengolahan karet alam, dan bisnis oleokimia.

1. Perkebunan Kelapa Sawit

Kelapa sawit menjadi salah satu bisnis utama UNSP. Perseroan mengelola kegiatan dari perkebunan hingga pengolahan tandan buah segar menjadi produk seperti crude palm oil (CPO) dan palm kernel (PK).

Bahan baku CPO dan PK berasal dari kebun inti milik perseroan, kebun plasma, serta pembelian dari pihak ketiga. UNSP mengoperasikan lima pabrik pengolahan kelapa sawit.

2. Bisnis Karet

UNSP juga memiliki sejarah panjang di industri karet. Perusahaan membuka perkebunan karet pertama di Kisaran, Sumatera Utara, pada 1911.

Saat ini, bisnis karet mencakup produksi lateks dan berbagai produk karet alam, termasuk centrifuge latex (cenex) serta Block Skim Rubber (BSR). Pada 2025, produksi getah karet UNSP tercatat sekitar 4.980,14 ton.

3. Oleokimia

Selain bisnis perkebunan, UNSP menjalankan kegiatan pengolahan oleokimia. Perseroan mengoperasikan satu fasilitas pengolahan oleokimia.

Bisnis ini menjadi bagian dari strategi perseroan untuk mengembangkan rantai nilai dari komoditas perkebunan menjadi produk dengan proses pengolahan lebih lanjut.

4. Pengembangan Benih Sawit

UNSP juga memiliki kegiatan riset dan pengembangan melalui PT ASD-Bakrie Oil Palm Seed Indonesia, perusahaan patungan yang bergerak dalam penelitian, pemuliaan tanaman, produksi, pengolahan, serta pemasaran benih kelapa sawit.

Perseroan mengembangkan varietas benih sawit yang ditujukan untuk meningkatkan produktivitas perkebunan tanpa harus mengandalkan ekspansi lahan.

Baca Juga: Saham Melesat Sentuh ARA, Cek Profil Emiten MEDS hingga Kinerja Terkini

Manajemen UNSP

Berdasarkan profil manajemen dan Laporan Tahunan 2025, susunan manajemen UNSP terdiri dari tiga anggota Dewan Komisaris dan empat anggota Direksi.

1. Direksi

Nama Jabatan
Bayu Irianto Direktur Utama
B.S. Vinayak Wakil Direktur Utama
Adhika Andrayudha Bakrie Direktur Commerce
Andi W. Setianto Direktur Hubungan Investor

2. Dewan Komisaris

Nama Jabatan
Nalinkant A. Rathod Komisaris Utama
Anindya N. Bakrie Komisaris
Nengah Rama Gautama Komisaris Independen

Susunan tersebut juga tercantum dalam profil manajemen resmi perusahaan.

Baca Juga: BUVA Right Issue Rp1,54 Triliun, Intip Profil Emiten Properti dan Real Estate Ini

Kinerja Terbaru UNSP 2026

Mengutip data BEI, UNSP membukukan pendapatan Rp1,28 triliun pada semester I 2026, naik 12,1% dibandingkan Rp1,14 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pendapatan tersebut terutama berasal dari penjualan produk kelapa sawit sebesar sekitar Rp1,23 triliun dan karet sekitar Rp45 miliar.

Namun, peningkatan pendapatan tersebut belum diikuti peningkatan laba. Laba bruto semester I 2026 tercatat Rp301,0 miliar, turun sekitar 7% dari Rp323,6 miliar pada semester I 2025.

EBITDA juga turun menjadi sekitar Rp183,6 miliar dari Rp232,2 miliar. Sementara itu, UNSP membukukan rugi bersih Rp264,8 miliar, berbalik dari laba bersih Rp16,2 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja Keuangan UNSP Semester I 2026

Keterangan 6M 2026 6M 2025 Perubahan
Pendapatan Rp1,28 triliun Rp1,14 triliun +12,1%
Laba bruto Rp301,0 miliar Rp323,6 miliar -7,0%
EBITDA Rp183,6 miliar Rp232,2 miliar -20,9%
Laba bersih Rugi Rp264,8 miliar Laba Rp16,2 miliar Berbalik rugi
EPS -Rp105,90 - -

Data laporan keuangan juga menunjukkan bahwa per 30 Juni 2026 UNSP memiliki total aset sekitar Rp3,47 triliun, sementara total liabilitas mencapai Rp9,01 triliun. Pada periode tersebut, defisiensi modal tercatat Rp5,54 triliun.

Tonton: QRIS Antarnegara Makin Ramai, Transaksi Wisman di Indonesia Tembus Rp5,9 Triliun

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru