Saham ANDA Masuk Book Building, Cek Profil, Lini Bisnis, dan Kinerja Terbarunya

Jumat, 06 November 2026 | 10:20 WIB
Saham ANDA Masuk Book Building, Cek Profil, Lini Bisnis, dan Kinerja Terbarunya

ILUSTRASI. PT Andalan Artha Primanusa (KONTAN/PT Andalan Artha Primanusa)


Penulis: Bimo Adi Kresnomurti  | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - Bursa Efek Indonesia (BEI) akan kedatangan calon emiten baru. Kali ini, ada emiten dari sektor energi melalui penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) PT Andalan Artha Primanusa Tbk dengan kode saham ANDA.

Perusahaan yang bergerak di bidang jasa penunjang operasional pertambangan ini menawarkan hingga 1,676 miliar saham baru atau setara 25,10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Dalam proses penawaran awal, ANDA menetapkan rentang harga Rp158–Rp189 per saham. Melalui aksi korporasi tersebut, perseroan berpotensi memperoleh dana segar maksimal Rp316,76 miliar. Selain saham, perusahaan juga menawarkan Waran Seri I dengan rasio tujuh saham baru mendapatkan satu waran.

Rencana IPO ANDA menarik perhatian karena perusahaan memiliki bisnis jasa kontraktor pertambangan batu bara dan mulai memperluas kegiatan operasional ke sektor nikel. Sebelum mempertimbangkan penawaran sahamnya, investor perlu mencermati profil perusahaan, lini bisnis, struktur IPO, jadwal pencatatan, hingga perkembangan kinerja keuangannya.

Lalu, seperti apa profil emiten ini? Cek mulai dari kinerja hingga kinerja terbarunya.

Baca Juga: IRSX Right Issue 12,39 Miliar Saham Baru, Intip Profil, Lini Bisnis, dan Kinerjanya

Profil PT Andalan Artha Primanusa Tbk (ANDA)

Melansir laman resmi ANDA, PT Andalan Artha Primanusa merupakan perusahaan jasa penunjang pertambangan yang didirikan pada 16 Juni 2014. Sebelumnya, perusahaan ini menggunakan nama PT Nusa Karya Realti sebelum berganti menjadi Andalan Artha Primanusa.

Perseroan berkedudukan di Jakarta dan menjalankan kegiatan usaha utama berupa aktivitas penunjang pertambangan dan penggalian lainnya dengan klasifikasi KBLI 09900.

Dalam operasionalnya, Andalan menyediakan layanan kontraktor pertambangan yang mencakup pengupasan lapisan tanah penutup, penambangan batu bara dan bijih, pengangkutan material, serta pengelolaan jalan angkut.

Perusahaan awalnya berfokus pada jasa pertambangan batu bara. Namun, seiring perkembangan usaha, Andalan melakukan diversifikasi dengan memasuki sektor pertambangan nikel.

Berdasarkan informasi perusahaan dan laman e-IPO, Andalan saat ini mengoperasikan tujuh lokasi pertambangan yang tersebar di empat provinsi, yaitu Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, dan Maluku Utara.

Berikut ringkasan profil perusahaan:

Keterangan Informasi
Nama perusahaan PT Andalan Artha Primanusa Tbk
Kode saham ANDA
Tahun berdiri 2014
Bidang usaha Jasa penunjang pertambangan
Sektor IPO Energi
Subsektor Peralatan dan jasa minyak, gas, serta batu bara
Komoditas utama Batu bara dan nikel
Lokasi operasional 7 lokasi di 4 provinsi
Penjamin pelaksana emisi PT Henan Putihrai Sekuritas
Rencana pencatatan 1 Desember 2026

Perusahaan memiliki pengalaman operasional melalui kemitraan dengan sejumlah pelaku industri pertambangan, antara lain PT Harum Energy Tbk, PT Bukit Asam Tbk, dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk.

Dari sisi manajemen, situs resmi perusahaan mencantumkan Gahari Christine sebagai Direktur Utama. Sementara itu, posisi Komisaris Utama dijabat Billy Theristine.

Baca Juga: Saham Terbang Pasca Suspensi, Cek Profil Emiten ZATA, Lini Usaha, dan Kinerjanya

Lini Bisnis ANDA

Kegiatan usaha ANDA berfokus pada penyediaan jasa operasional pertambangan. Perusahaan tidak hanya mengerjakan proses penggalian, tetapi juga menyediakan layanan pendukung yang dibutuhkan agar kegiatan produksi tambang berjalan secara terintegrasi.

Berikut lini bisnis utama dan penunjang perusahaan.

1. Pengupasan Lapisan Tanah Penutup (Overburden Removal)

Overburden removal merupakan kegiatan pengupasan lapisan tanah atau material yang menutupi cadangan batu bara maupun mineral sebelum proses penambangan dilakukan.

Layanan ini menjadi salah satu sumber pendapatan utama Andalan. Pada 2025, pendapatan dari jasa pengupasan lapisan tanah penutup mencapai Rp292,90 miliar.

2. Penambangan Batu Bara dan Bijih (Coal and Ore Mining)

Andalan juga menyediakan jasa penambangan batu bara dan bijih mineral. Kegiatan tersebut mencakup proses penggalian material tambang sesuai kebutuhan dan kontrak dengan pemilik izin usaha pertambangan.

Awalnya, kegiatan operasional perusahaan lebih banyak berhubungan dengan batu bara. Namun, perusahaan mulai memperluas layanan ke pertambangan nikel melalui proyek di Halmahera Timur, Maluku Utara.

Baca Juga: Saham Naik 36,6% Sepekan, Cek Profil ESTI dari Lini Bisnis hingga Kinerja Terbaru

3. Pengangkutan Material Tambang (Hauling)

Layanan hauling mencakup pengangkutan material hasil penambangan dari lokasi penggalian menuju tempat penampungan atau titik pengolahan.

Kegiatan ini membutuhkan armada truk dan pengelolaan jalur angkut untuk mendukung kelancaran distribusi material tambang.

4. Pengelolaan dan Pemeliharaan Jalan Angkut

Perusahaan juga menyediakan layanan pengelolaan serta pemeliharaan jalan angkut. Infrastruktur tersebut diperlukan untuk menjaga kelancaran mobilitas alat berat dan kendaraan pengangkut material.

5. Penyewaan Alat Berat dan Jasa Pendukung

Selain kegiatan utama, Andalan menjalankan sejumlah kegiatan penunjang, antara lain penyewaan alat berat konstruksi beserta operator, konstruksi bangunan sipil pertambangan, aktivitas perusahaan holding, dan konsultasi manajemen.

Dengan kombinasi layanan tersebut, perusahaan berupaya menyediakan solusi operasional pertambangan dari tahap produksi hingga kegiatan pendukung lainnya.

Baca Juga: Masuk Radar UMA, Cek Profil Emiten AYAM, Lini Bisnis, dan Kinerja Terkini

Sebaran Proyek dan Mitra Operasional ANDA

Andalan menjalankan tujuh lokasi pertambangan di empat provinsi. Sebagian besar proyeknya masih berhubungan dengan komoditas batu bara, sedangkan proyek nikel menjadi bagian dari strategi diversifikasi perusahaan.

Berikut sebaran lokasi operasional berdasarkan informasi perusahaan:

Provinsi Mitra atau Lokasi Proyek Komoditas
Sumatera Selatan PT Bukit Bara Alam, PT Satria Bahana Sarana, PT Budi Gema Gempita Batu bara
Kalimantan Tengah PT Daya Bumindo Karunia dan PT Intan Bumi Persada Batu bara
Kalimantan Timur PT Arkara Prathama Energi Batu bara
Maluku Utara PT Position Nikel

Salah satu perkembangan penting terjadi pada 22 Januari 2026 ketika Andalan memperoleh Letter of Award dari PT Position untuk pengembangan dan operasi penambangan nikel di Desa Maba, Halmahera Timur.

Ekspansi tersebut menambah cakupan komoditas perusahaan di luar batu bara. Selain itu, Andalan juga menandatangani adendum kontrak dengan PT Bukit Asam pada 1 Desember 2025 yang mencakup tambahan volume produksi dan jasa angkutan material.

Diversifikasi ke nikel berpotensi membuka sumber pendapatan baru. Namun, kontribusi proyek tersebut terhadap pendapatan dan laba perusahaan masih perlu dipantau seiring pelaksanaan kontrak.

Baca Juga: Saham Melesat Sentuh ARA, Cek Profil Emiten MEDS hingga Kinerja Terkini

Kinerja Keuangan ANDA Terbaru

Mengutip data Prospektus BEI, kinerja keuangan menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan menjelang IPO. Berdasarkan laporan keuangan semester I 2026, Andalan mencatat pendapatan neto Rp200,12 miliar.

Angka tersebut turun 8,69% dibandingkan pendapatan Rp219,15 miliar pada semester I 2025. Meski demikian, perusahaan berhasil meningkatkan laba bruto, laba usaha, dan laba bersih karena penurunan beban pokok pendapatan lebih besar dibandingkan penurunan pendapatan.

Berikut perbandingan kinerja keuangan ANDA pada semester I 2026 dan periode yang sama tahun sebelumnya:

Indikator Semester I 2026 Semester I 2025 Perubahan
Pendapatan neto Rp200,12 miliar Rp219,15 miliar -8,69%
Beban pokok pendapatan Rp148,31 miliar Rp175,97 miliar -15,72%
Laba bruto Rp51,81 miliar Rp43,18 miliar +19,99%
Laba usaha Rp34,53 miliar Rp23,03 miliar +49,94%
Laba sebelum pajak Rp15,26 miliar Rp3,26 miliar +367,79%
Laba bersih Rp11,77 miliar Rp3,26 miliar +260,99%
Arus kas operasi Rp26,41 miliar Rp58,34 miliar -54,74%

Dari tabel tersebut, terlihat bahwa pendapatan perusahaan mengalami kontraksi. Namun, beban pokok pendapatan turun 15,72% menjadi Rp148,31 miliar, sehingga laba bruto meningkat menjadi Rp51,81 miliar.

Laba usaha juga tumbuh 49,94% menjadi Rp34,53 miliar. Sementara itu, laba bersih periode berjalan mencapai Rp11,77 miliar, meningkat 260,99% dibandingkan Rp3,26 miliar pada semester I 2025.

Meski demikian, peningkatan laba bersih perlu dicermati bersama komponen beban keuangan. Pada semester I 2026, beban keuangan perusahaan mencapai Rp20,45 miliar, naik dari Rp19,85 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain itu, arus kas operasi turun 54,74% menjadi Rp26,41 miliar. Artinya, meskipun laba bersih meningkat, kemampuan menghasilkan kas dari aktivitas operasional masih perlu diperhatikan.

Baca Juga: Saham TCPI Terkonsentrasi Tinggi, Cek Profil Emiten Transportasi Ini

Jadwal IPO Saham ANDA November–Desember 2026

Proses IPO ANDA dimulai dengan periode penawaran awal pada 5 November 2026. Setelah itu, perusahaan dijadwalkan melanjutkan proses penawaran umum pada akhir November sebelum mencatatkan saham di BEI pada awal Desember.

Berikut jadwal lengkap IPO ANDA:

Tahapan Jadwal
Penawaran awal (book building) 5–17 November 2026
Perkiraan tanggal efektif 23 November 2026
Penawaran umum 24–27 November 2026
Tanggal penjatahan 27 November 2026
Pengembalian uang pemesanan 30 November 2026
Distribusi saham dan waran elektronik 30 November 2026
Pencatatan saham di BEI 1 Desember 2026
Awal perdagangan Waran Seri I 1 Desember 2026
Periode pelaksanaan Waran Seri I 1 Juni 2027–1 Desember 2028

Jadwal tersebut merupakan jadwal yang dipublikasikan dalam informasi penawaran awal dan dapat berubah mengikuti proses serta ketentuan regulator.

Tonton: Transformasi Perbankan Ritel: Cara KB Bank Membaca Kebutuhan Nasabah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru