Emiten

Saham BACH IPO Langsung ARA: Ada Antrean 1,2 Juta Lot, Intip Profil Emiten Ini

Rabu, 08 Juli 2026 | 11:00 WIB
Saham BACH IPO Langsung ARA: Ada Antrean 1,2 Juta Lot, Intip Profil Emiten Ini

ILUSTRASI. Investor ritel mengamati IHSG lewat gawainya yang Ditutup Melemah (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Penulis: Bimo Adi Kresnomurti  | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - Simak profil emiten BACH yang segera IPO. PT Bach Multi Global Tbk (BACH) yang resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana saham (IPO).

Perseroan menawarkan sebanyak 615 juta saham baru atau setara 15,06% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Adapun, harga penawaran saham BACH antara Rp400-500 per saham.

Kini, BACH mencatat debut yang impresif di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu, 8 Juli 2026.

Baca Juga: IPO JECX: Posisi ARA dan Antrean Capai 5,4 Juta Lot, Intip Profil Emiten Ini

Melansir grafik IPOT, saham BACH langsung menyentuh Auto Rejection Atas (ARA) di level Rp550 per saham, atau melonjak Rp108 (24,43%) pada perdagangan pukul 09.12 WIB.

Kenaikan tersebut turut diiringi tingginya minat investor, tercermin dari antrean beli yang mencapai sekitar 1,2 juta lot di level harga Rp550, sementara saham terkunci di batas kenaikan harian.

Lalu, seperti apa profil emiten BACH? Cek profil emiten dan kinerja terbarunya.

Baca Juga: IPO Saham JELI: Langsung ARA dan Antrean Capai 2,7 Juta Lot, Cek Profil Emiten Ini

Sejarah Singkat BACH

Mengutip BEI, BACH merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan solusi kelistrikan dan infrastruktur telekomunikasi.

Sejak didirikan pada September 2006, Perseroan terus mengembangkan bisnisnya dari sekadar penjualan genset menjadi penyedia layanan terintegrasi yang mencakup konstruksi dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi di berbagai wilayah Indonesia.

Pada awal operasinya, BACH berfokus pada penjualan generator set (genset) untuk memenuhi kebutuhan daya listrik sektor telekomunikasi.

Seiring berkembangnya industri telekomunikasi nasional dan meningkatnya kebutuhan pasokan listrik, Perseroan memperluas lini usahanya ke jasa konstruksi dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi.

Baca Juga: Raffi Ahmad dan Nagita Caplok 61,85% Saham VISI, Intip Profil Emiten dan Kinerjanya

Lini Usaha BACH

Untuk mendukung ekspansi bisnis tersebut, BACH mendirikan entitas anak PT BMI yang bergerak di bidang jasa konstruksi infrastruktur telekomunikasi. Saat ini, Perseroan memiliki dua segmen usaha utama yang menjadi sumber pendapatan perusahaan.

1. Penjualan dan Penyewaan Genset

Segmen ini mencakup penyediaan genset, instalasi, hingga layanan purna jual kepada pelanggan. BACH merupakan agen tunggal merek Himoinsa di Indonesia dan juga memasarkan berbagai merek genset internasional lainnya.

Selain penjualan, BACH juga menjalankan bisnis penyewaan genset untuk kebutuhan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) maupun kebutuhan komersial berbagai proyek di seluruh Indonesia.

Layanan ini banyak digunakan di wilayah yang memiliki keterbatasan pasokan listrik maupun proyek-proyek industri yang membutuhkan sumber daya listrik sementara.

Baca Juga: DOID Segera Buyback Saham: Intip Profil Emiten dari Lini Usaha hingga Kinerjanya

2. Jasa Konstruksi dan Pemeliharaan Infrastruktur Telekomunikasi

Pada segmen ini, Perseroan menyediakan berbagai layanan pembangunan infrastruktur telekomunikasi, meliputi:

  • Site Acquisition (SITAC)
  • Pembangunan menara BTS
  • Pekerjaan Civil, Mechanical and Electrical (CME)
  • Pembangunan jaringan fiber optik
  • Kolokasi perangkat telekomunikasi
  • Pembongkaran dan relokasi menara telekomunikasi

Selain pembangunan jaringan baru, BACH juga menyediakan layanan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi untuk memastikan kualitas layanan sesuai standar service level agreement (SLA).

Saat ini Perseroan mengelola dan melakukan pemeliharaan sekitar 41.000 site telekomunikasi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Dengan model bisnis yang mencakup sektor energi dan telekomunikasi, BACH memiliki sumber pendapatan yang berasal dari dua industri yang masih berkembang di Indonesia.

Baca Juga: IPO RANS Incar Dana Rp429 Miliar, Cek Profil Emiten, Pemegang Saham, dan Kinerjanya

Kinerja Keuangan Terbaru

Dari sisi laba bersih, BACH membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp155,55 miliar pada 2025, meningkat 97,55% dibandingkan Rp78,74 miliar pada 2024.

Sementara itu, jumlah laba komprehensif tahun berjalan tercatat Rp151,96 miliar, naik 90,21% dari posisi Rp79,89 miliar pada tahun sebelumnya.

Kinerja tersebut menunjukkan pertumbuhan yang solid, dengan peningkatan pendapatan yang disertai lonjakan profitabilitas. Hasil ini mencerminkan semakin baiknya efektivitas operasional dan efisiensi bisnis Perseroan saat initial public offering (IPO).

Tonton: Prabowo Hadiahi Modi Angklung, Momen Mainkan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tag

Terbaru