IPO Saham EMMI Dibuka Menghijau: Cek Profil dan Kinerja Emiten Alat Kesehatan Ini

Rabu, 08 Juli 2026 | 10:25 WIB
IPO Saham EMMI Dibuka Menghijau: Cek Profil dan Kinerja Emiten Alat Kesehatan Ini

ILUSTRASI. IHSG Melemah (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Sumber: Bursa Efek Indonesia (BEI  | Editor: Bimo Kresnomurti

KONTAN.CO.ID - Periksa profil emiten EMMI yang IPO di BEI. PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) resmi mencatatkan saham perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Juli 2026 dengan kode saham EMMI.

Perseroan bergerak di sektor kesehatan, dengan fokus pada distribusi dan produksi alat kesehatan kritikal yang digunakan di rumah sakit.

Emiten ini bergerak khususnya untuk ruang operasi, unit perawatan intensif (ICU), instalasi gawat darurat (IGD), serta berbagai layanan kesehatan lainnya.

Baca Juga: Cek Profil TAXI: Emiten Transportasi yang Akhiri Kerja Sama dengan GOTO

EMMI mencatat debut positif pada hari pertama perdagangan sahamnya di BEI. Pada perdagangan perdana, saham EMMI menguat ke level Rp565 per saham atau naik rentang 18-20% (Pukul 10.15 WIB), dikutip dari IPOT.

Kenaikan tersebut mencerminkan antusiasme investor terhadap saham emiten sektor kesehatan ini pada awal pencatatannya di BEI.

Lalu, seperti apa profil emiten EMMI? Cek profil emiten hingga kinerja terbarunya.

Baca Juga: 500.000 Lebih Investor Antre IPO Saham EMMI, Penawaran Umum Ditutup Hari Ini Jam 9!

Lini Usaha EMMI

Kegiatan usaha utama Perseroan meliputi distribusi alat kesehatan, manufaktur perangkat medis tertentu, serta penyediaan layanan purna jual berupa instalasi, pemeliharaan, dan perbaikan peralatan medis.

EMMI juga merupakan distributor resmi sejumlah merek alat kesehatan internasional dan memiliki fasilitas produksi yang berlokasi di Cikupa, Tangerang, serta Solo, Jawa Tengah.

Produk yang dipasarkan Perseroan mencakup berbagai peralatan medis bernilai tinggi (capital equipment), seperti peralatan ruang operasi, ventilator, monitor pasien, sistem anestesi, ICU, hingga perlengkapan penunjang rumah sakit.

Basis pelanggan EMMI terdiri dari lebih dari 200 rumah sakit di Indonesia, baik rumah sakit pemerintah maupun swasta, dengan mayoritas penjualan berasal dari proyek pengadaan pemerintah melalui sistem e-Katalog LKPP.

Baca Juga: ALDO Berencana Buyback Saham Rp10 Miliar, Periksa Profil Emiten Manufaktur Ini

Struktur Pemegang Saham EMMI

Pemegang Saham

Status

Jumlah Saham

Kepemilikan

Surya Gunawan Widjaja

Komisaris

367.246.000

21,1%

Andrew Ignatius Widjaja

Direksi

285.410.000

16,4%

Florian Chris Widjaja

Direksi

195.200.000

11,2%

Andrian Matthew Widjaja

Komisaris

195.200.000

11,2%

Eddy Lie

Direksi

176.944.000

10,2%

Masyarakat (Free Float)

Publik

522.857.000

30,0%

Secara keseluruhan, setelah pelaksanaan IPO, 30% saham EMMI dimiliki oleh publik (free float), sementara sisanya tetap dikuasai oleh para pendiri dan pemegang saham pengendali yang juga menduduki posisi di jajaran direksi dan komisaris Perseroan.

Melalui IPO, Perseroan menawarkan maksimal 522,86 juta saham baru atau sekitar 30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum, sehingga porsi kepemilikan masyarakat menjadi sekitar 30%, sedangkan para pendiri tetap menjadi pemegang saham pengendali.

Baca Juga: TOWR Buyback Saham Rp300 Miliar, Cek Profil, Lini Usaha, hingga Kinerjanya

Kinerja Keuangan Terbaru

Melansir laman BEI, PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) membukukan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun buku 2025 (FY25). Perseroan mencatat pendapatan sebesar Rp454,6 miliar, meningkat 18,1% secara tahunan (YoY) dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya permintaan alat kesehatan serta kontribusi sejumlah proyek pengadaan di sektor kesehatan. Dari sisi profitabilitas, EMMI mencatat lonjakan laba bersih yang signifikan menjadi Rp32,4 miliar, atau tumbuh 188,2% YoY.

Pertumbuhan laba yang jauh lebih tinggi dibandingkan kenaikan pendapatan mencerminkan membaiknya efisiensi operasional dan peningkatan margin usaha Perseroan.

Kinerja positif tersebut terutama ditopang oleh realisasi proyek penguatan infrastruktur kesehatan nasional yang didanai oleh Islamic Development Bank (IsDB) dan World Bank. Proyek-proyek tersebut meningkatkan penjualan berbagai peralatan medis untuk rumah sakit, sekaligus memperkuat posisi EMMI sebagai salah satu penyedia alat kesehatan bagi fasilitas layanan kesehatan di Indonesia.

Tonton: Boom AI Dipertanyakan, Saham Samsung Ambruk 10%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru