Emiten

Radiant Utama Interinsco (RUIS) terus menjaga kelangsungan berbagai agenda bisnis

Senin, 30 November 2020 | 06:10 WIB   Reporter: Dimas Andi
Radiant Utama Interinsco (RUIS) terus menjaga kelangsungan berbagai agenda bisnis

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan jasa penunjang minyak dan gas (migas), PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS) terus mempertahankan kelangsungan bisnisnya kendati industri migas masih dalam tekanan.

Direktur Utama Radiant Utama Interinsco Sofwan Farisyi menyampaikan, pihaknya terus berupaya mencari kontrak-kontrak baru di bidang jasa penunjang migas. Ia menyebut, hingga kuartal III-2020, RUIS telah meraup kontrak baru di kisaran Rp 1 triliun. 

Jumlah ini tampak sudah menyamai target kontrak RUIS di tahun 2020 yang ditetapkan di atas Rp 1 triliun. “Kontrak baru yang didapat kebanyakan berasal dari sektor jasa penunjang operasi,” imbuh dia, Jumat (27/11).

Manajemen RUIS belum buka-bukaan terkait target kontrak baru di tahun depan. Berkaca pada berita sebelumnya, saat ini RUIS lebih fokus untuk mendapatkan kontrak berupa proyek jangka pendek berdurasi maksimal satu tahun, terutama untuk segmen bisnis jasa penunjang konstruksi sipil.

RUIS juga masih menggarap salah satu proyeknya, yaitu Mobile Offshore Production Unit (MOPU) di Lapangan Meliwis. Dalam proyek tersebut, RUIS melakukan penyambungan Lapangan Meliwis dengan MOPU milik perusahaan yang berada di Lapangan Maleo.

Sofwan bilang, hingga saat ini tahap akhir penyelesaian proyek MOPU di Lapangan Meliwis masih terus berlangsung. “Sejauh ini masih sesuai rencana walaupun kadang terdapat beberapa hambatan minor akibat efek pandemi,” ujar dia.

Baca Juga: Pendapatan Radiant Utama Interinsco (RUIS) tumbuh 6,25% yoy hingga kuartal III-2020

RUIS telah menggelontorkan dana investasi senilai US$ 14 juta untuk keperluan proyek MOPU. Adapun lapangan Meliwis yang menjadi lokasi proyek MOPU dikelola oleh Ophir Indonesia, anak usaha PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC).

Di samping itu, RUIS sebenarnya juga berkecimpung di bisnis energi baru terbarukan (EBT). Dalam catatan Kontan, RUIS sudah menjalin kerja sama pada tahun 2019 dengan mitra strategi untuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa Sampah (PLTSa) di sejumlah kota besar Indonesia.

Menurut Sofwan, keikutsertaan RUIS di proyek PLTSa masih terus dipertimbangkan. Dalam hal ini, RUIS mengkaji ekspektasi imbal hasil yang bisa diperoleh dari proyek tersebut. Ditambah lagi, RUIS juga mempertimbangkan efek pandemi Covid-19 yang membuat jadwal tender pengadaan pembangkit EBT tertunda.

Terlepas dari itu, RUIS masih mendapat beberapa proyek EBT seperti pemasangan panel surya di kawasan residensial dan kawasan industri. “Beberpa pekerjaan pemasangan panel surya masih terus berlangsung hingga saat ini,” ungkapnya.

Sebagai informasi, kinerja keuangan RUIS terbilang ciamik hingga kuartal III-2020. Tercatat, pendapatan RUIS tumbuh 6,25% (yoy) menjadi Rp 1,19 triliun per kuartal III-2020. Di saat yang sama, laba bersih RUIS naik 5,86% (yoy) menjadi Rp 22,58 miliar.

Sofwan mengonfirmasi, kinerja positif RUIS tak lepas dari tingginya nilai kontrak on-hand perusahaan yang sebagian besar tidak terdampak signifikan terhadap penurunan harga minyak dunia. Manajemen RUIS pun menilai, tidak terdapat hal-hal yang dapat mengubah secara signifikan potensi kinerja perusahaan hingga akhir tahun 2020.

Selanjutnya: Radiant Utama (RUIS) bidik pertumbuhan kinerja 10%-15% hingga akhir 2020

 

Editor: Handoyo .
Terbaru