Profil Emiten VISI: Lini Usaha Advertising dan Rencana Akuisisi Nagita Slavina

Jumat, 13 Februari 2026 | 14:01 WIB
Profil Emiten VISI: Lini Usaha Advertising dan Rencana Akuisisi Nagita Slavina

ILUSTRASI. Logo PT Satu Visi Putra Tbk (/satuvisiputra.com)


Penulis: Bimo Kresnomurti  | Editor: Bimo Kresnomurti

KONTAN.CO.ID - Simak profil emiten VISI yang ramai pasca pengumuman rencana akuisisi oleh Nagita Slavina. Pada 11 Februari 2026, VISI mengumumkan melalui keterbukaan informasi BEI bahwa Nagita Slavina (selebriti, pengusaha, dan istri Raffi Ahmad) sedang negosiasi pengambilalihan saham sebagai calon pengendali baru.

Nagita berencana mengakuisisi minimal 51% saham dari pemegang saham penjual (kemungkinan termasuk David Dwiputra). Saat ini, Nagita belum memiliki saham VISI secara langsung maupun tidak langsung.

Proses ini masih tahap negosiasi awal dan belum berdampak signifikan terhadap operasional atau keuangan VISI (seperti dinyatakan manajemen).

Baca Juga: Apa Arti Pemegang Saham Pengendali? Pos Baru Nagita Slavina yang Segera Akuisisi VISI

Jika terealisasi, Nagita akan menjadi pengendali mayoritas, memicu kewajiban tender offer wajib bagi pemegang saham minoritas sesuai POJK 9/POJK.04/2018.

Pengumuman ini langsung memengaruhi harga saham VISI, yang sempat menyentuh Auto Reject Bawah (ARB) -9,89% ke Rp 820 per lembar pada 12 Februari 2026, mencerminkan volatilitas tinggi emiten kecil saat berita selebriti muncul.

Lalu, seperti apa profil dari emiten VISI? Cek penjelasan selengkapnya.

Baca Juga: Manajemen Pastikan Saham Blue Chip Ini Akan Beri Dividen Tambahan Di 2026

Profil VISI

PT Satu Visi Putra Tbk (kode saham: VISI) adalah perusahaan perdagangan besar bahan advertising dan printing yang berbasis di Surabaya, Jawa Timur. Didirikan pada 14 Februari 2018 (dengan akar bisnis sejak 2007), VISI resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 27 Februari 2024 melalui IPO di papan pengembangan.

Perusahaan ini dikenal sebagai distributor utama bahan baku percetakan digital outdoor dan advertising, seperti banner flex, display, tinta printing, PVC board, dan UPB board.

VISI mengimpor sebagian besar bahan baku dari produsen besar di China dan mendistribusikannya ke seluruh Indonesia melalui jaringan gudang (11 gudang di Surabaya, 1 di Bekasi, plus 5 gudang sewa) serta 13 truk pengiriman.

Visi perusahaan adalah menjadi pemain nasional dan internasional terpercaya di sektor barang plastik dan bahan advertising.

Baca Juga: Rumor Raffi Ahmad Borong Saham Segera Terbukti, Tapi Harga Sahamnya Malah Turun

Lini Usaha Utama

VISI berfokus pada perdagangan besar bahan advertising dan printing (KBLI 46651 dan 46699), dengan produk unggulan:Banner flex dan bahan outdoor printing.

  • Display, tinta digital printing.
  • PVC board dan UPB board untuk kebutuhan promosi bisnis, seperti spanduk, backdrop, dan media visual lainnya.
  • Bisnis ini menargetkan segmen UMKM, agensi iklan, percetakan digital, dan perusahaan promosi.
  • Operasional didukung rantai pasok impor dan distribusi domestik yang kuat.

Susunan Direksi & Dewan Komisaris (per Februari 2026)

Direktur

  • David Dwiputra sebagai Direktur Utama
  • Farrel Yonathan sebagai Direktur

Komisaris

  • Robert Putra Sampurna sebagai Komisaris Utama
  • Uriep Budhi Prasetyo sebagai Komisaris

Sementara itu, David Dwiputra juga pemegang saham mayoritas saat ini dengan sekitar 71,54%. Susunan lengkap direksi dan komisaris relatif stabil sejak IPO 2024, dengan fokus pada profesional di sektor perdagangan dan logistik.

Baca Juga: Profil PTRO: Emiten Tambang yang Sempat Memerah Kini Kembali Menghijau

Kinerja Keuangan Terbaru (per Q3/9M 2025)

Melansir data BEI, VISI mencatat kinerja yang fluktuatif pasca-IPO:

  • Pendapatan Bersih (9M 2025): sekitar Rp 250 miliar (turun sekitar 22% YoY dari Rp 320 miliar di periode sama 2024).
  • Laba Bersih (Q3 2025): Rp 2,5 miliar (naik tipis dari Rp 2,4 miliar di Q3 2024).
  • Total Aset (per September 2025): Rp 293,79 miliar.
  • Ekuitas: Rp 185,48 miliar.
  • Liabilitas: Rp 108,31 miliar.
  • DER (rasio hutang): sekitar 0,48 kali (masih sehat).
  • Market Cap (per Februari 2026): sekitar Rp 2,5 triliun (tier 3, saham kecil dengan volatilitas tinggi).

Perusahaan menargetkan pertumbuhan penjualan 5% pada 2026, didukung pemulihan ekonomi dan ekspansi distribusi.

Tonton: 6 Rutinitas Pagi Ampuh Menjaga Gula Darah Tetap Stabil

Selanjutnya: Sideways Usai Cetak Rekor, Ini Proyeksi Harga Emas dan Perak hingga Kuartal II 2026

Menarik Dibaca: Promo Es Krim Alfamart Spesial Valentine, Beli 1 Gratis 1 dan Beli 2 Gratis 1

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru