ABM Investama (ABMM) targetkan dua kontrak baru jasa penambangan batubara tahun ini

Senin, 04 Januari 2021 | 07:25 WIB   Reporter: Ridwan Nanda Mulyana
ABM Investama (ABMM) targetkan dua kontrak baru jasa penambangan batubara tahun ini


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT ABM Investama Tbk (ABMM) membidik tambahan kontrak jasa penambangan batubara di tahun ini.

Direktur ABM Investama Adrian Erlangga menyebutkan, paling tidak ada dua kontrak baru untuk jasa penambangan batubara yang dibidik ABMM sepanjang 2021. "Di tahun 2020 kami meraih tiga kontrak pertambangan baru. Di 2021 kami berharap ada dua kontrak yang baru," kata Adrian kepada Kontan.co.id, Minggu (3/1).

Terbaru, pada Desember lalu, ABMM melalui anak usahanya, PT Cipta Kridatama, kembali meraih kontrak kerjasama jasa pertambangan dengan PT Energi Batubara Lestari, anak usaha dari Hasnur Group. Kesepakatan kontrak kerjasama jasa pertambangan tersebut setara dengan Rp 661 miliar.

Sayangnya, untuk kontrak jasa penambangan baru yang sedang dibidik ABMM di tahun 2021, Adrian belum memberikan gambarannya. Dia juga masih belum membeberkan secara detail target pengupasan lapisan tanah atau overburden removal ABMM pada tahun ini.

Baca Juga: 5 Komoditas ini permintaannya bakal tinggi di China tahun depan

Yang pasti, dari sisi belanja modal alias capital expenditure (capex), ABMM bakal mengalokasikan dana lebih besar dibandingkan realisasi selama 2020. Menurut Adrian, sepanjang tahun lalu, serapan capex ABMM berkisar di angka US$ 48 juta, yang terutama dialokasikan untuk pemeliharaan alat dan infrastruktur operasional.

"Di 2021 capex maintenance akan meningkat seiring penambagan volume," sebut Adrian.

Pada tahun ini, ABMM memang membidik produksi batubara yang lebih tinggi dibanding tahun lalu. Dalam pemberitaan Kontan.co.id sebelumnya, ABMM menyambut baik tren kenaikan harga batubara di akhir 2020.

Menurut Adrian, adanya vaksin Covid-19 memicu sentimen positif dan pemulihan ekonomi di dunia, khususnya negara-negara di Asia. Seperti diketahui, pasar utama batubara ditopang oleh sejumlah negara seperti China, India, Vietnam, Malaysia, Filipina dan juga dari Indonesia.

Jika vaksin covid-19 terbukti efektif pada kuartal I-2021, maka pemulihan index harga batubara akan bertahan di tahun depan. "Dengan perbaikan harga, produsen kembali bergairah dan tentunya diharapkan kinerja di 2021 akan semakin baik," kata Adrian.

Pada 2021, ABMM akan fokus pada peningkatan volume produksi serta operational improvements agar secara konsisten bisa memperbaiki struktur biaya. "Karena kemampuan bertahan kami bukan di perbaikan harga batubara, namun pada efisiensi biaya dari operational improvement," ujar Adrian.

Sepanjang tahun 2021, rencananya ABMM akan memproduksi sekitar 13 juta ton batubara. Lebih tinggi dibandingkan proyeksi  batubara yang diproduksi ABMM hingga tutup tahun 2020 yang berkisar diangka 11,5 juta ton.

Kendati begitu, Adrian kembali menegaskan bahwa peningkatan produksi bukan semata-mata karena perbaikan harga. "Kami terus akan meningkatkan volume batubara kami sebagai salah satu upaya menurunkan costs. Economies of scale," imbuhnya.

Mengenai pasar batubara, ABMM akan mengoptimalkan volume penjualan ke negara-negara yang kebutuhan energinya masih tumbuh, termasuk di pasar Indonesia. Selain itu, ada sejumlah negara yang potensial sebagai pasar ekspor, yakni China, Taiwan, Korea, Vietnam, Filipina, Malaysia, India, dan negara-negara Asia Selatan lainnya.

"Pasar batubara seluruh perusahaan di Indonesia hampir selalu sama beberapa tahun terakhir. The growing Asia yang masih terus membutuhkan tambahan energi untuk mendukung pertumbuhan ekonominya," jelas Adrian.

Adrian berharap, kondisi pasar dan harga batubara pada 2021 bisa membaik. Berbarengan dengan itu, ABMM pun tetap membuka peluang untuk melakukan aksi korporasi berupa akuisisi tambang. "Cadangan kami terdeplesi setiap hari, sehingga kami perlu mendapat cadangan baru untuk sustainability usaha," imbuh Adrian.

 

Selanjutnya: Saham sektor tambang masih direkomendasikan tahun ini, jangan lupa diversifikasi

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Khomarul Hidayat

Terbaru