Ada Pengendali Baru, Simak Profil Emiten TGUK, Lini Bisnis, dan Kinerja Terkini

Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:23 WIB
Ada Pengendali Baru, Simak Profil Emiten TGUK, Lini Bisnis, dan Kinerja Terkini

ILUSTRASI. Minuman Teguk, PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK) (KONTAN/Muradi)


Penulis: Bimo Kresnomurti  | Editor: Bimo Kresnomurti

KONTAN.CO.ID - Simak profil emiten TGUK yang memiliki pengendali baru. Saham PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK), pengelola merek minuman Teguk, memiliki pengendali baru setelah investor asal Singapura, Visionary Capital Global Pte. Ltd. (VCG), mengambil alih mayoritas saham perseroan.

Perubahan pengendalian tersebut terjadi setelah VCG membeli 2.030.032.377 saham TGUK dari PT Dinasti Kreatif Indonesia (DKI) dengan harga Rp20 per saham.

Transaksi yang diselesaikan pada 2 Oktober 2026 itu memiliki nilai sekitar Rp40,60 miliar dan membuat VCG menguasai 56,84% hak suara TGUK.

Baca Juga: Rambah AI Data Center, Intip Profil Emiten MGLV, Lini Bisnis, dan Kinerja Terkini

Dengan kepemilikan mayoritas tersebut, VCG resmi menjadi pengendali baru TGUK. Sementara itu, kepemilikan DKI sebagai pengendali sebelumnya turun dari 69,33% menjadi 12,49%, atau sebanyak 446.217.623 saham.

Mengutip data IPOT, harga saham TGUK alami pelemahan ke level Rp111/saham atau turun 7,50% pada perdagangan sesi 1 Rabu (7/10).

Lalu, seperti apa profil emiten ini? Cek informasi mengenai informasi saham TGUK hingga kinerjanya.

Baca Juga: Lanjutkan Penguatan, Cek Profil Emiten KIJA, Lini Bisnis, dan Kinerja Terbaru Q2 2026

Profil Saham TGUK

PT Platinum Wahab Nusantara Tbk merupakan perusahaan yang dikenal melalui merek Teguk, jaringan gerai minuman kekinian yang telah beroperasi sejak 2018.

Secara historis, bisnis utama TGUK berada di sektor food and beverage (F&B), khususnya penjualan minuman melalui jaringan gerai Teguk. Perseroan juga pernah melakukan ekspansi ke pasar internasional dengan membuka gerai di New York, Amerika Serikat.

Namun, model bisnis TGUK mulai mengalami perubahan sejak akhir 2025. Perseroan melakukan diversifikasi usaha dengan masuk ke perdagangan frozen meat dan frozen processed food sebagai sumber pendapatan baru di luar bisnis minuman.

Transformasi tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam perubahan kinerja TGUK pada 2026.

Baca Juga: Masuk Radar UMA, Cek Profil Emiten AYAM, Lini Bisnis, dan Kinerja Terkini

Visionary Capital Global Jadi Pengendali Baru TGUK

VCG merupakan perusahaan yang berkedudukan di Singapura. Dalam transaksi pengambilalihan TGUK, VCG membeli 2,03 miliar saham atau 56,84% hak suara perseroan dengan harga Rp20 per saham.

Berikut rincian transaksi pengambilalihan tersebut:

Keterangan Data
Pengendali baru Visionary Capital Global Pte. Ltd.
Negara Singapura
Saham yang dibeli 2.030.032.377 saham
Harga pembelian Rp20 per saham
Nilai transaksi Rp40,60 miliar
Kepemilikan setelah transaksi 56,84%
Penjual PT Dinasti Kreatif Indonesia
Kepemilikan DKI setelah transaksi 12,49%

VCG menyatakan pengambilalihan tersebut merupakan investasi langsung berdasarkan Conditional Share Purchase Agreement (CSPA). Tujuannya adalah mendukung pengembangan usaha TGUK melalui peluang sinergi dan kolaborasi antara pengendali baru dengan perseroan.

VCG juga menyatakan komitmen untuk mempertahankan statusnya sebagai pengendali TGUK.

Baca Juga: PTRO Miliki 19,88% Saham, Cek Profil Emiten SINI, Lini Bisnis, dan Kinerja Terbarunya

Siapa di Balik Pengendali Baru TGUK?

Perubahan pengendalian TGUK memiliki hubungan dengan sejumlah nama yang sudah berada dalam struktur perseroan.

Antonius Bobby Siswanto tercatat sebagai pemegang saham sekaligus Direktur VCG. Di TGUK, ia menjabat sebagai Komisaris Utama. Sementara itu, Agus Suhada merupakan pemegang saham VCG sekaligus Direktur Utama TGUK.

Susunan tersebut menunjukkan adanya keterkaitan antara investor baru dengan manajemen TGUK.

Situs resmi Teguk juga mencantumkan Antonius Bobby S sebagai Komisaris Utama dan Bambang Sugeng, SH sebagai Komisaris serta Komisaris Independen.

Baca Juga: Saham Naik 50% Sepekan, Intip Profil Emiten NICE, Lini Bisnis, dan Kinerja Keuangan

Manajemen TGUK

Beberapa nama yang menjadi bagian penting dalam struktur manajemen dan pengendalian TGUK saat ini antara lain:

Nama Posisi
Agus Suhada Direktur Utama
Antonius Bobby Siswanto Komisaris Utama
Bambang Sugeng, SH Komisaris/Komisaris Independen

Agus Suhada menjadi salah satu figur utama dalam transformasi bisnis TGUK, terutama ketika perseroan mulai mengembangkan bisnis perdagangan dan pengolahan daging beku.

Baca Juga: Lanjutkan Penguatan, Intip Profil Saham TEBE, Lini Bisnis, dan Kinerja Terkini

Lini Bisnis TGUK

1. Food and Beverage

Bisnis F&B merupakan lini usaha yang menjadi identitas utama TGUK melalui merek Teguk.

Produk Teguk mencakup berbagai minuman kekinian, seperti seri boba, cheese, tea, fruit, coffee, coconut, chocolate, dan produk lainnya. Perusahaan mengembangkan bisnisnya melalui jaringan gerai serta kanal penjualan lainnya.

Dalam perkembangannya, bisnis F&B menghadapi tekanan sehingga perseroan melakukan evaluasi terhadap jaringan gerai dan menerapkan strategi ekspansi yang lebih selektif.

2. Perdagangan Frozen Meat

TGUK kemudian memperluas bisnis ke perdagangan daging beku atau frozen meat.

Bisnis ini dikembangkan sebagai sumber pendapatan baru dengan memanfaatkan jaringan pemasok dan pelanggan serta pengalaman manajemen di industri daging. Perseroan menilai pasar daging memiliki volume permintaan yang besar dan relatif stabil.

3. Frozen Processed Food

Selain daging beku, TGUK masuk ke bisnis frozen processed food atau makanan olahan beku. Pengembangan lini ini menjadi bagian dari diversifikasi agar perseroan tidak hanya bergantung pada bisnis minuman. Produk yang dikembangkan antara lain makanan olahan yang dapat dipasarkan melalui berbagai kanal distribusi.

4. Toko Daging Platinum

TGUK juga mengembangkan konsep Toko Daging Platinum. Konsep tersebut menggabungkan produk daging beku, makanan olahan, makanan siap saji, serta produk Teguk dalam satu lokasi. Perseroan sebelumnya menyampaikan rencana membuka tiga gerai Toko Daging Platinum pada tahap awal.

Ke depan, model bisnis tersebut dapat dikembangkan melalui jaringan agen, penjualan B2B, serta kanal digital untuk memperluas distribusi.

Baca Juga: Lanjutkan Pergerakan ARA, Cek Profil Saham POLA, Lini Bisnis, dan Kinerja Terbaru

Kinerja Keuangan TGUK Terbaru

Merangkum data BEI, kinerja keuangan terbaru TGUK menunjukkan perubahan signifikan setelah perseroan mengembangkan bisnis frozen meat dan frozen processed food.

Pada semester I 2026, TGUK membukukan penjualan sebesar Rp327,35 miliar dan laba bersih Rp2,50 miliar. Kinerja tersebut berbalik dibandingkan semester I 2025 ketika perseroan hanya mencatat penjualan Rp1,76 miliar dan rugi bersih Rp8,44 miliar.

Kinerja Semester I 2026 Semester I 2025
Penjualan Rp327,35 miliar Rp1,76 miliar
Laba/(rugi) bersih Rp2,50 miliar -Rp8,44 miliar

Lonjakan penjualan tersebut terutama berkaitan dengan mulai berkontribusinya lini usaha baru di bidang perdagangan dan pengolahan daging beku.

Perseroan menyebut diversifikasi yang dimulai sejak akhir 2025 mulai memberikan kontribusi terhadap pendapatan sekaligus profitabilitas pada semester I 2026.

Perubahan tersebut menjadi penting bagi TGUK karena perseroan sebelumnya menghadapi tekanan berat pada bisnis minuman. Pada semester I 2025, penjualan bersih TGUK anjlok 97,31% menjadi Rp1,76 miliar dari Rp65,75 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Lanjutkan Penguatan, Cek Profil Saham SEMA, Lini Bisnis, dan Kinerja Terbarunya

TGUK Siapkan Mandatory Tender Offer

Setelah VCG menjadi pengendali baru, proses pengambilalihan akan dilanjutkan dengan Mandatory Tender Offer (MTO) atau penawaran tender wajib.

VCG telah menunjuk PT Artha Global Trikanaka Investama untuk melaksanakan penawaran tender wajib sesuai ketentuan POJK Nomor 9/POJK.04/2018 mengenai pengambilalihan perusahaan terbuka.

Tahapan MTO menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan pemegang saham publik karena merupakan bagian dari proses perubahan pengendalian perusahaan terbuka.

Baca Juga: Ada GAMA hingga PTPP, Cek Daftar Saham yang Disuspensi BEI pada 5 Oktober 2026

Rencana Bisnis TGUK Setelah Pengendali Baru

Perubahan pengendali berlangsung ketika TGUK sedang melakukan transformasi bisnis. Perseroan sebelumnya telah menyatakan strategi untuk memperkuat bisnis frozen meat dan frozen processed food, melakukan ekspansi secara selektif, serta mengevaluasi gerai yang kurang optimal.

Selain itu, konsep Toko Daging Platinum dikembangkan untuk menggabungkan produk Teguk dengan berbagai produk makanan beku dan siap saji. Perseroan juga berencana memperluas penjualan melalui agen, B2B, dan kanal digital.

Dengan demikian, TGUK saat ini tidak lagi hanya mengandalkan bisnis minuman. Struktur pendapatan perseroan mulai bergeser dengan masuknya bisnis perdagangan dan pengolahan daging.

Tonton: MK Tolak Sengketa Syarat Pendidikan Gibran, Gugatan Denny Indrayana Tak Dapat Diterima

Riwayat Suspensi Saham TGUK

Saham TGUK sebelumnya sempat mengalami suspensi perdagangan di BEI selama lebih dari satu tahun. BEI kemudian mencabut suspensi saham TGUK mulai 6 Agustus 2026 setelah perseroan menyelesaikan permasalahan yang menjadi penyebab penghentian perdagangan.

Kembalinya saham TGUK ke perdagangan terjadi bersamaan dengan proses transformasi bisnis perseroan dan perubahan pengendali.

Karena itu, investor perlu memperhatikan keterbukaan informasi mengenai MTO, struktur pemegang saham, rencana aksi korporasi, serta perkembangan bisnis setelah masuknya VCG.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru