Emiten

Anak usaha Bintraco Dharma (CARS) akuisisi dua perusahaan di sektor perbengkelan

Minggu, 17 Januari 2021 | 17:10 WIB   Reporter: Arfyana Citra Rahayu
Anak usaha Bintraco Dharma (CARS) akuisisi dua perusahaan di sektor perbengkelan

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Anak usaha PT Bintraco Dharma Tbk (CARS), PT New Ratna Motor yang bergerak di bidang usaha reaparasi perawatan mobil, dan aktivitas penyewaan mengakuisisi 45% saham PT Nasmoco Bengawan Motor dan 45% saham PT Bengawan Abadi Mandiri. 

Kedua perusahaan ini menjalankan kegiatan usaha di bidang perbengkelan serta perdagangan terutama berbagai jenis kendaraan bermotor baru dan bekas.  

Rinciannya, New Ratna Motor membeli 45% atau sebanyak 450 saham Nasmoco Bengawan Motor dari Sebastianus Harno Budi. Total nilai transaksi ini mencapai Rp 33,60 miliar. 

Kemudian, New Ratna Motor juga membeli 45% setara dengan 1.350 saham milik PT Ahabe Niaga Selaras pada Bengawan Abadi Mandiri. Total nilai transaksinya senilai Rp 72,84 miliar.

Dalam keterbukaan informasi, Bintraco Dharma menjelaskan, transaksi afiliasi ini dilakukan bertujuan untuk memperkuat posisi keuangan group Bintraco Dharma dan meningkatkan daya saing New Ratna Motor. Selain itu juga mendukung kegiatan usaha New Ratna Motor dan menambah pendapatannya secara langsung. 

Baca Juga: Bintraco Dharma (CARS) optimistis kinerjanya tumbuh di tahun 2021

Adapun menurut analisis transaksi, manfaat rencana transaksi diperkirakan dapat meningkatkan pendapatan konsolidasi Bintraco Dharma yang berasal dari pendapatan  Nasmoco Bengawan Motor dan Bengawan Abadi Mandiri. Selain itu, dengan dilakukannya transaksi afiliasi ini maka laba yang di peroleh New Ratna Motor akan meningkatkan laba Bintraco Dharma secara konsolidasi. 

"Perolehan laba bersih New Ratna Motor dengan dilakukannya rencana transaksi meningkat rata-rata sebesar Rp 122,8 miliar per tahun dibandingkan dengan tidak dilakukannya rencana transaksi," kata Pemimpin Rekan KJPP Toto Suharto & Rekan, Toto Suharto dalam keterangan resmi yang dikutip Kontan.co.id, Jumat (15/1). 

Adapun dampak dari Rencana Transaksi yaitu, current ratio menurun dari 1,63 kali menjadi 1,57 kali. Sementara itu dampak terhadap peningkatan ekuitas yaitu debt to equity ratio BD menjadi meningkat dari 3,12 kali menjadi 3,40 kali dan debt to asset ratio meningkat dari 0,76 kali menjadi 0,77 kali. 

 

Selanjutnya: OJK memproyeksi bisnis multifinance tumbuh 5% tahun 2021

 

Editor: Anna Suci Perwitasari


Terbaru