Analis Kompak Rekomendasi Beli Saham GOTO, Harga Ditarget Naik dari 52 Jadi 90-1100

Kamis, 16 April 2026 | 06:15 WIB
Analis Kompak Rekomendasi Beli Saham GOTO, Harga Ditarget Naik dari 52 Jadi 90-1100

ILUSTRASI. Analis Kompak Rekomendasi Beli Saham GOTO, Harga Ditarget Naik dari 52 Jadi 90-1100


Reporter: Vendy Yhulia Susanto  | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah analis kompak rekomendasi beli saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Perusahaan sektor teknologi ini diproyeksikan berbalik mencetak laba pada tahun 2026. Segmen financial technology (fintech) diperkirakan menjadi motor utama pertumbuhan kinerja perseroan.

Research Analyst Deutsche Bank, Peter Milliken, menilai kinerja GOTO pada kuartal IV-2025 melanjutkan tren perbaikan signifikan dalam 18 bulan terakhir.

Pada periode tersebut, EBITDA yang disesuaikan mencapai Rp 672 miliar. Secara full year 2025, EBITDA yang disesuaikan tercatat Rp 2 triliun, melampaui target manajemen di kisaran Rp 1,8 triliun hingga Rp 1,9 triliun.

Manajemen menargetkan EBITDA yang disesuaikan meningkat menjadi Rp 3,2 triliun hingga Rp 3,4 triliun pada tahun 2026.

Baca Juga: Saham AADI Melonjak Tersulut Divestasi, Analis Rekomendasi Beli, Cek Target Harga

Menurut Peter, titik balik utama berasal dari segmen fintech yang kini telah mencapai profitabilitas dan diperkirakan berkontribusi sekitar dua pertiga dari pertumbuhan pendapatan grup di 2026.

Selain itu, pertumbuhan juga ditopang oleh:
- Kinerja iklan yang kuat sebagai hasil strategi monetisasi
- Efisiensi biaya dari pengendalian insentif
- Skala ekonomi yang meningkatkan efisiensi operasional

Strategi baru perusahaan melalui kampanye “harga murah setiap hari” juga dinilai berhasil meningkatkan profitabilitas dengan menggantikan model promosi berbasis insentif.

GOTO menargetkan pertumbuhan satu digit tinggi di 2026, dengan fokus pada penguatan pasar massal, efisiensi biaya, serta peningkatan prediktabilitas bisnis. Upaya ini dilakukan melalui strategi zonasi dan penggabungan operasional yang diperkirakan lebih terasa pada semester II-2026.

Analis Ciptadana Sekuritas Asia, Christopher Rusli, mencatat segmen fintech dan On-Demand Services (ODS) menunjukkan kinerja solid.

Tonton: Skandal FH UI 27 Korban Dugaan Pelecehan Seksual Terungkap

Segmen fintech mencatat:
- MTU naik 30% YoY
- GTV inti tumbuh 62% YoY (kuartal IV-2025)
- Pendapatan bersih naik 62% menjadi Rp 5,8 triliun
- EBITDA mencapai Rp 497 miliar

Pertumbuhan ini didorong oleh ekspansi pinjaman dan manajemen risiko yang disiplin.

Sementara itu, segmen ODS mencatat:
- GTV tumbuh 8% YoY menjadi Rp 66,5 triliun
- Pendapatan naik 16% menjadi Rp 12,6 triliun
- EBITDA melonjak 105% menjadi Rp 1,4 triliun

Tonton: Media Rusia Sebut Indonesia Minta Minyak dari Moskwa

Kinerja ODS didukung oleh peningkatan bauran produk, pendapatan iklan, optimalisasi berbasis AI, serta pertumbuhan di layanan mobilitas dan pengiriman.

Analis OCBC Sekuritas, Gani, menilai segmen GoTo Financial akan menjadi pengungkit utama profitabilitas di 2026, sementara ODS tetap menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan margin.

Produk seperti GoFood Hemat dan layanan Express dinilai mampu meningkatkan efisiensi operasional. Di sisi lain, sinergi dengan Bank Jago memperkuat bisnis pinjaman dan pembayaran tunda.

Dengan dukungan teknologi AI, GOTO juga diharapkan mampu menjaga kualitas kredit tetap sehat.

Secara keseluruhan, analis memproyeksikan:
- Pendapatan 2026: Rp 18,49 triliun
- Laba bersih: Rp 439 miliar

Sebagai perbandingan, pada 2025 GOTO mencatat pendapatan Rp 18,32 triliun dan masih rugi Rp 1,18 triliun.

Tonton: 53 Juta Warga AS Dapat Refund Pajak Hingga Rp 50 Jutaan! Rekor Baru Era Trump 2026

Mayoritas analis merekomendasikan Buy saham GOTO dengan target harga:
- Rp 95 per saham (Deutsche Bank)
- Rp 100 per saham (Ciptadana Sekuritas Asia)
- Rp 110 per saham (OCBC Sekuritas)

Harga saham GOTO pada perdagangan Rabu 14 April 2026 ditutup stagan di level 52.

Meski demikian, risiko tetap perlu dicermati, seperti meningkatnya persaingan, tekanan ekonomi makro, serta potensi kenaikan kredit macet.

Dengan perbaikan fundamental dan dorongan kuat dari segmen fintech, peluang GOTO untuk mencetak laba di 2026 semakin terbuka lebar.


 

Isu Izin Terbang AS Dibantah! Kemenhan Tak Masuk Perjanjian MDCP

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tag

Terbaru