KONTAN.CO.ID - Jakarta. Harga saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) melesat setelah munculnya rencana penjualan saham tambang di Australia. Kenaikan ini memicu pertanyaan investor: apakah saham AADI masih layak dikoleksi atau justru saatnya taking profit?
Pada perdagangan Rabu (15/4/2026), saham AADI ditutup di level Rp 10.800, naik 500 poin atau 4,85% dibandingkan hari sebelumnya.
Kenaikan ini terjadi setelah manajemen AADI memutuskan untuk menjual seluruh kepemilikan saham di Kestrel Coal Group Pty Ltd yang berbasis di Australia melalui anak usahanya, Adaro Capital Limited.
Detail Transaksi Penjualan Kestrel
Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Adaro Capital telah menandatangani Sale and Purchase Agreement (SPA) pada 14 April 2026.
Jumlah saham yang dilepas mencapai 720,38 juta saham atau setara dengan 47,99% kepemilikan di Kestrel.
Nilai transaksi terdiri dari:
- Upfront cash: US$ 1,85 miliar
- Contingent payment: hingga US$ 550 juta (dibayarkan selama 5 tahun)
Manajemen menyebutkan bahwa transaksi ini bertujuan untuk memperkuat strategi bisnis dan investasi perusahaan ke depan.
Baca Juga: Resmi! Ini Jadwal Cum & Tanggal Pembayaran Dividen BBRI, Total Dana Rp 31,7 Triliun
Dampak ke Kinerja dan Strategi AADI
Langkah divestasi ini dinilai memberikan sejumlah dampak positif dan negatif:
Sentimen Positif
- Tambahan kas besar meningkatkan likuiditas
- Potensi pembagian dividen lebih besar
- Mengurangi risiko operasional lintas negara
- Mendukung ekspansi tanpa tambahan utang
Sentimen Negatif
- Kehilangan diversifikasi geografis
- Berkurangnya eksposur batubara metalurgi premium Australia
Namun demikian, analis menilai fundamental AADI tetap solid karena bisnis tambang domestik masih menjadi penopang utama pendapatan.
Tonton: El Nino Godzilla Ancam Kesehatan Warga Jakarta!
Prospek Saham AADI 2026
Analis melihat prospek AADI masih cukup menarik, terutama didorong oleh:
- Tren harga batubara yang kembali menguat
- Stabilitas produksi domestik
- Peluang ekspansi dan akuisisi tambang baru
- Fokus pada hilirisasi batubara metalurgi
Meski begitu, investor tetap perlu mencermati sejumlah risiko seperti:
- Sentimen ESG yang menekan pendanaan sektor batubara
- Ketidakpastian regulasi pertambangan
Baca Juga: Harga Turun 66% Setahun, Emiten Ini Beri Saham Gratis untuk Investor dengan Rasio 6:1
Rekomendasi Saham AADI
Berikut pandangan analis terhadap saham AADI:
- Muhammad Wafi (KISI): Rekomendasi beli, target harga Rp 13.000
- Nafan Aji Gusta (Mirae Asset): Rekomendasi akumulasi beli, target harga Rp 11.075
Masih Layak Dibeli atau Taking Profit?
Dengan harga saat ini di Rp 10.800, saham AADI masih memiliki upside terbatas menuju target konsensus analis.
Strategi yang bisa dipertimbangkan:
- Investor jangka pendek: Waspadai potensi profit taking setelah kenaikan signifikan
- Investor jangka menengah-panjang: Masih menarik untuk akumulasi bertahap, terutama saat koreksi
Kesimpulannya, saham AADI masih prospektif, namun keputusan investasi sebaiknya disesuaikan dengan profil risiko dan horizon investasi masing-masing.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News