KONTAN.CO.ID - Jakarta. Dividen jumbo di Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai bertebaran. Terbaru, PT Bank Permata Tbk (BNLI) mengumumkan rencana pembayaran dividen jumbo bernilai lebih dari Rp 1 triliun. Keputusan pembayaran dividen ini langsung mendorong harga saham BNLI.
Pembayaran dividen saham BNLI sudah disetuji dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026, Selasa (7/4/2026). RUPST juga menyetujui enam agenda utama, termasuk penggunaan laba bersih, pengangkatan direksi baru, serta penetapan remunerasi manajemen.
Pada agenda penggunaan laba, BNLI membukukan laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp 3,6 triliun. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp 1,266 triliun atau 35% dialokasikan sebagai dividen tunai final.
Dengan demikian, pemegang saham akan menerima dividen sebesar Rp 35 per saham, menjadikan BNLI tetap konsisten memberikan imbal hasil kepada investor.
Pada perdagangan Rabu 8 April 2026 jam 10.00 WIB, harga saham BNLI di level 3.020, naik 190 poin atau 6,71% dibandingkan saat pembukaan. Kenaikan ini membalikkan pergerakan harga saham BNLI yang melemah sebesar 2.005 poin atau 39,90% sejak awal tahun.
Baca Juga: Cum Dividen Hari Ini! TEBE hingga WOMF Bagi Dividen Jumbo, Bandingkan Nilainya!
Selain dividen, RUPST juga menyetujui pengangkatan Sorakrit Phruthanontachai sebagai direktur baru. Penunjukan ini akan efektif setelah memperoleh persetujuan regulator hingga periode jabatan berakhir pada 2029.
Sorakrit diketahui memiliki pengalaman lebih dari 27 tahun di Bangkok Bank, yang diharapkan dapat memperkuat strategi bisnis dan ekspansi BNLI ke depan.
Direktur Utama Permata Bank, Meliza Musa Rusli, menyampaikan bahwa sepanjang 2025 perusahaan terus fokus pada inovasi layanan, efisiensi operasional, serta penguatan tata kelola perusahaan.
Menurutnya, dukungan Bangkok Bank sebagai pemegang saham pengendali menjadi fondasi penting bagi Permata Bank untuk terus tumbuh dan menciptakan nilai tambah bagi nasabah dan pemangku kepentingan.
Tonton: Aksi Jual Investor Asing Masih Berlanjut
Kinerja BNLI
Dari sisi kinerja, BNLI mencatat laba bersih Rp 3,6 triliun sepanjang 2025. Total aset meningkat 3,6% secara tahunan menjadi Rp 268,3 triliun.
Permodalan bank juga tergolong sangat kuat, dengan rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 34,6% dan CET-1 sebesar 26,6%.
Capaian ini memperkuat posisi Permata Bank sebagai salah satu bank komersial besar di Indonesia, sekaligus menjadi modal utama untuk mendorong pertumbuhan bisnis berkelanjutan.
Dengan kinerja solid dan pembagian dividen yang konsisten, saham BNLI tetap menarik untuk investor yang mencari kombinasi antara pertumbuhan dan income.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News