KONTAN.CO.ID - Jakarta. Peluang meraih cuan dari dividen saham kembali terbuka lebar. Pada Rabu, 8 April 2026, sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) memasuki cum date dividen, momen penting bagi investor pemburu dividen.
Cum date dividen merupakan batas terakhir investor membeli saham agar berhak atas pembagian dividen. Artinya, investor harus memiliki saham tersebut paling lambat di tanggal ini untuk mendapatkan dividen.
Hari ini, dua emiten yang memasuki cum dividen adalah PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) dan PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF). TEBE akan membagikan dividen sebesar Rp 156 per saham, sementara WOMF sebesar Rp 12,28 per saham.
Baca Juga: Dividen Jumbo ROTI April 2026: Yield Tembus 10%, Investor Perlu Cermati Potensinya
Mengacu pada penutupan perdagangan Selasa (7/4/2026), saham TEBE berada di level Rp 1.560, naik 5,76% secara harian. Dengan harga tersebut, yield dividen TEBE mencapai sekitar 10%, tergolong sangat tinggi di pasar.
Sementara itu, saham WOMF ditutup di level Rp 316, naik 3,27%, dengan yield dividen sekitar 3,8%–4,01%.
Besok, Kamis (9/4/2026), giliran saham perbankan PT Bank Mega Tbk (MEGA) dan PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) yang memasuki cum dividen. MEGA akan membagikan Rp 171,95 per saham dan BDMN sebesar Rp 142,19 per saham.
Berdasarkan data pasar, yield dividen BDMN berada di kisaran 5,53%, sedangkan MEGA sekitar 3,8%.
Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi, menilai saham-saham ini menarik untuk strategi jangka pendek. Ia menyebut TEBE dan BDMN unggul dari sisi yield historis.
"BDMN dan MEGA memiliki fundamental solid, WOMF stabil, sementara TEBE cenderung fluktuatif mengikuti siklus batubara," jelasnya.
Baca Juga: Harga Saham ADRO Naik Tersulut Rencana Buyback Rp 5 Triliun, Saatnya Beli atau Jual?
Managing Director Research Samuel Sekuritas Indonesia, Harry Su, menambahkan bahwa TEBE sangat menarik untuk strategi dividend capture karena yield yang jauh di atas rata-rata pasar.
Namun, investor perlu mewaspadai risiko koreksi harga setelah cum date. Secara historis, harga saham cenderung turun saat memasuki ex dividend akibat penyesuaian harga dan aksi ambil untung.
Untuk strategi jangka pendek, investor dapat membeli saham beberapa hari sebelum cum date dan menjual setelah ex date guna memaksimalkan dividend capture.
Sementara untuk jangka panjang, momentum terbaik adalah membeli setelah harga terkoreksi pasca ex date, sehingga memperoleh valuasi lebih menarik dan yield efektif lebih tinggi.
Selain itu, investor disarankan memperhatikan fundamental seperti pertumbuhan laba, konsistensi dividend payout ratio, return on equity (ROE), dan return on assets (ROA).
Tonton: Harga Avtur Naik, Kemenhaj Diminta Antisipasi Lonjakan Biaya Haji
Harry Su merekomendasikan hold saham BDMN dengan target harga Rp 2.590 per saham.
Di sisi lain, Wafi menyarankan investor melakukan profit taking saat cum date untuk menghindari jebakan dividen. Untuk jangka panjang, akumulasi beli saat koreksi dinilai lebih optimal.
Adapun proyeksi harga saham menurut analis adalah BDMN di Rp 2.800, TEBE Rp 1.350, MEGA Rp 5.300, dan WOMF Rp 380 per saham.
Dengan strategi yang tepat, momentum musim dividen April 2026 ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh investor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News