KONTAN.CO.ID - Jakarta. Harga saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) mulai menunjukkan pergerakan menarik pada awal pekan ini setelah sebelumnya mengalami tren pelemahan.
Investor sebaiknya memanfaatkan momentum ini untuk beli atau jual saham ADRO?
Pada perdagangan Senin (6/4/2026), saham ADRO ditutup di level 2.510 atau turun tipis 0,40% dibandingkan hari sebelumnya. Dalam lima hari terakhir, saham ini tercatat melemah 1,95%. Meski demikian, sentimen positif mulai muncul seiring rencana perusahaan meningkatkan anggaran buyback saham.
Manajemen Alamtri Resources Indonesia menyatakan kondisi keuangan perusahaan tetap solid sehingga mampu menaikkan alokasi dana buyback dari Rp 4 triliun menjadi Rp 5 triliun.
Aksi buyback ini direncanakan berlangsung hingga 12 bulan setelah mendapatkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 17 April 2026. Target pelaksanaan buyback dimulai pada 18 April 2026.
Perusahaan juga memastikan aksi ini tidak akan melebihi 10% dari modal disetor dan tidak mengganggu kesehatan keuangan, termasuk menjaga ekuitas tetap di atas batas minimal.
Tonton: Wall Street Menguat! Harapan Damai AS-Iran Picu Lonjakan Saham Global
Dampak Buyback terhadap Kinerja
Dengan asumsi penggunaan dana Rp 5 triliun untuk buyback, laba per saham (EPS) ADRO diproyeksikan meningkat dari US$ 0,01526 menjadi US$ 0,01668. Namun, total aset dan ekuitas diperkirakan sedikit menurun sebagai konsekuensi penggunaan kas untuk pembelian saham kembali.
Baca Juga: Jadwal Cum Dividen Pekan Ini: TEBE, BDMN, hingga MEGA, Mana Paling Cuan?
Strategi Investor: Beli atau Jual?
VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, menilai pergerakan saham ADRO saat ini masih dalam fase sideways. Secara teknikal, saham ini belum mampu menembus resistance MA10 di level 2.534.
Indikator MACD juga menunjukkan tren pelemahan yang masih berlangsung, sehingga investor perlu berhati-hati dalam mengambil posisi.
Rekomendasi yang diberikan adalah:
- Buy on breakout di atas level 2.540
- Target kenaikan menuju 2.670
- Stop loss di bawah 2.400
Artinya, investor sebaiknya menunggu konfirmasi penguatan sebelum masuk untuk meminimalkan risiko false breakout.
Baca Juga: Didominasi 1 Investor, Saham DSSA & BREN Diambang Koreksi? Ini Analisisnya!
Kesimpulan
Rencana buyback Rp 5 triliun menjadi katalis positif bagi saham ADRO, terutama dalam meningkatkan nilai EPS dan memberikan sentimen kepercayaan pasar.
Namun, secara teknikal, saham ini masih belum menunjukkan tren bullish yang kuat. Oleh karena itu:
- Trader jangka pendek disarankan menunggu breakout
- Investor jangka panjang dapat mencermati momentum koreksi untuk akumulasi bertahap
Dengan strategi yang tepat dan disiplin manajemen risiko, peluang dari saham ADRO tetap terbuka di tengah dinamika pasar saat ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News