KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Investor pemburu dividen perlu bersiap menghadapi momentum penting pekan ini. Sebanyak empat emiten dengan tahun buku 2025 akan memasuki periode cum dividen yang kerap dimanfaatkan untuk strategi jangka pendek maupun panjang.
Pada Rabu (8/4), PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) dan PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF) dijadwalkan memasuki cum date dividen. TEBE akan membagikan dividen sebesar Rp 156 per saham, sementara WOMF sebesar Rp 12,28 per saham.
Selanjutnya, pada Kamis (9/4), PT Bank Mega Tbk (MEGA) dan PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) juga akan melaksanakan cum dividen. MEGA menawarkan dividen Rp 171,95 per saham, sedangkan BDMN sebesar Rp 142,19 per saham.
Mengacu pada harga penutupan perdagangan terakhir, TEBE mencatat yield dividen tertinggi sebesar 10,58%, disusul BDMN dengan 5,53%. Sementara itu, WOMF dan MEGA masing-masing menawarkan yield sebesar 4,01% dan 3,83%.
Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia, Muhammad Wafi, menilai TEBE dan BDMN menjadi pilihan menarik bagi investor karena historis yield yang kompetitif. Namun, ia mengingatkan bahwa pergerakan saham TEBE cenderung fluktuatif karena dipengaruhi siklus komoditas batubara.
Di sisi lain, Managing Director Research Samuel Sekuritas Indonesia, Harry Su, menilai tingginya yield TEBE menarik untuk strategi dividend capture jangka pendek. BDMN juga dinilai kompetitif di sektor perbankan, sementara MEGA dan WOMF tetap layak dipertimbangkan sesuai profil risiko investor.
Baca Juga: Reformasi Pasar Modal: Bobot Saham RI di Indeks Global Berpotensi Turun
Strategi Dividend Capture dan Risiko
Investor perlu memahami bahwa harga saham biasanya berpotensi terkoreksi setelah cum date akibat mekanisme ex dividend. Selain itu, aksi ambil untung (taking profit) oleh investor jangka pendek juga dapat menekan harga.
Untuk strategi jangka pendek, investor disarankan membeli saham beberapa hari sebelum cum date dan menjual setelah ex date. Sementara itu, untuk investasi jangka panjang, momentum terbaik adalah setelah harga terkoreksi pasca ex date.
Selain itu, penting bagi investor untuk memperhatikan fundamental perusahaan seperti:
- Pertumbuhan laba bersih
- Konsistensi dividend payout ratio
- Return on Equity (ROE)
- Return on Assets (ROA)
- Prospek bisnis ke depan
Tonton: Impor Plastik Murah Disikat! Menkeu Purbaya Kenakan Tarif BMAD, Cek Besarannya
Rekomendasi Saham
Samuel Sekuritas merekomendasikan hold saham BDMN dengan target harga Rp 2.590 per saham.
Sementara itu, proyeksi harga menurut KISI adalah:
- BDMN: Rp 2.800
- TEBE: Rp 1.350
- MEGA: Rp 5.300
- WOMF: Rp 380
Wafi juga menyarankan investor untuk melakukan profit taking saat cum date guna menghindari jebakan dividen. Namun, bagi investor jangka panjang, akumulasi beli saat harga terkoreksi tetap menjadi strategi yang menarik.
Kesimpulannya, momentum cum dividen pekan ini membuka peluang menarik, tetapi tetap memerlukan strategi dan manajemen risiko yang matang agar hasil investasi optimal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News