Buyung Poetra Sembada (HOKI) kejar pertumbuhan kinerja hingga 15% pada tahun 2021

Jumat, 05 Februari 2021 | 06:45 WIB   Reporter: Kenia Intan
Buyung Poetra Sembada (HOKI) kejar pertumbuhan kinerja hingga 15% pada tahun 2021

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produsen beras merek Topi Koki, PT Buyung Poetra Sembada Tbk, optimistis kinerjanya membaik di tahun 2021. Emiten dengan kode HOKI itu memprediksi  top line maupun bottom line-nya tumbuh hingga dua digit, antara 10% hingga 15%. 

Direktur PT Buyung Poetra Sembada Tbk Budiman Susilo mengungkapkan, target tersebut mempertimbangkan kondisi ekonomi yang diprediksi akan membaik siring dengan vaksinasi yang masih berlangsung. 

Selain itu, target tersebut juga mempertimbangkan penambahan produk-produk consumer good yang menarik di bawah anak usaha baru PT Distribusi Niaga. HOKI juga berharap penambahan kapasitas pabrik di Palembang, Sumatera Selatan dapat berkontribusi terhadap peningkatan pendapatannya. 

Baca Juga: Harga menanjak, Bukit Asam (PTBA) tetap fokus jual batubara ke pasar domestik

Asal tahu saja, saat ini HOKI dalam proses meningkatkan kapasitas pabrik sebesar 40 ton per jam. Penambahan sebesar 20 ton per jam ditargetkan akan selesai di kuartal III tahun 2021 ini. Dengan demikian, kapasitas pabrik akan meningkat menjadi 75 ton per jam dari sebelumnya 55 ton per jam.

Sementara itu, penambahan 20 ton per jam lainnya akan direalisasikan tahun depan. Sehingga, total kapasitas pabrik HOKI bisa mencapai 95 ton per jam di tahun 2022.  Untuk melancarkan rencana ini, HOKI menganggarkan alokasi belanja modal atau capex sekitar Rp 100 miliar. 

"Dengan sumber dana internal cash kami dan juga dari pinjaman bank untuk melanjutkan penambahan mesin dryer dan pecah kulit," jelas Budiman dalam acara Instargram Live Fresh From Factory Mirae Asset Sekuritas dan PT Buyung Poetra Sembada Tbk, Kamis  (4/2). 

Di samping itu, pendapatan HOKI juga akan bertambah dari penyewaan pembangkit listrik tenaga sekam. Selain digunakan untuk keperluan pengolahan limbah perusahaan, Budiman bilang pembangkit listrik itu juga disewakan. Selain diolah menjadi energi listrik alternatif, sekam juga diolah menjadi pelet dan briket sehingga dapat dijual dan mendatangkan margin terhadap perseroan. 

Baca Juga: Perekonomian belum stabil, Intiland Development (DILD) hati-hati menaikkan harga

Pengolahan limbah merupakan bentuk kepedulian HOKI terhadap lingkungan. HOKI saat ini telah mengantongi sertifkat Environmental, Social and Governance (ESG) dari The Planet Mark UK yang akan berakhir di tahun 2021. Budiman pun berharap, sertifikasi keberlanjutan tersebut dapat diperpanjang setelahnya. 

Sekadar informasi, tahun 2020 sebenarnya bukan tahun yang mudah bagi HOKI. Budiman mengungkapkan, bisnis HOKI turut merasakan dampak pandemi Covid-19 setelah kuartal I 2020. Apalagi, dengan diterapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang menekan penjualan baik dari sisi modern market maupun general trade

Tidak hanya pembatasan operasional yang mempengaruhi penjualan HOKI, bantuan sosial pemerintah terhadap masyarakat juga turut memberatkan. Budi menjelaskan, masyarakat yang menerima bantuan menjadi tidak perlu lagi membeli beras. Melihat kondisi ini, HOKI menyiasati dengan menambah area jual sehingga pendapatan tetap terjaga. Adapun HOKI terus menggenjot jalan penjualan dari segala saluran, utamanya modern market dan online trade.  

Selanjutnya: Didorong sentimen kenaikan harga minyak, intip prospek saham Medco (MEDC)

 

Editor: Tendi Mahadi
Terbaru