Dapat dana segar, Armada Berjaya (JAYA) akan beli 50 unit dump truck baru

Jumat, 26 November 2021 | 05:45 WIB   Reporter: Ika Puspitasari
Dapat dana segar, Armada Berjaya (JAYA) akan beli 50 unit dump truck baru

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Armada Berjaya Trans Tbk (JAYA) baru saja merampungkan aksi korporasi rights issue sebanyak 375.000.105 saham baru atau sebanyak 50% dari total modal ditempatkan atau disetor penuh dengan nilai nominal Rp 100 setiap saham.

Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) ini mematok harga pelaksanaan sebesar Rp 104 per saham. Dengan demikian Armada Berjaya meraih dana segar sebesar Rp 39 miliar.

Direktur Utama Armada Berjaya Darmawan Suryadi menjelaskan, dana hasil dari rights issue tersebut akan digunakan untuk memperluas bisnis Armada Berjaya sebagai perusahaan jasa angkutan. Dimana pada tahun depan Armada Berjaya akan merambah segmen angkutan dump truck.

“Sekitar 88% akan digunakan untuk pembelian sebanyak-banyaknya 50 unit dump truck dari pihak ketiga dalam rangka pengembangan kegiatan usaha Perseroan,” jelasnya pada Kontan, Rabu (24/11).

Baca Juga: Resources Alam (KKGI) targetkan produksi batubara mencapai 4 juta ton pada 2022

Lebih rincinya, dump truck yang akan dibeli berstatus bekas bermerek Hino dan Isuzu, dengan tahun pembuatan 2017 – 2019 dengan kisaran harga Rp 675 juta - Rp 875 juta per unit.

Nantinya, pembelian dump truck tersebut akan dilaksanakan secara bertahap dalam kurun waktu maksimal 12 bulan sejak dana hasil PUT I telah efektif diterima oleh JAYA dengan memperhatikan kebutuhan volume pengangkutan calon pelanggan.

Darmawan berharap sudah dapat merealisasikan pembelian 50 unit armada tersebut pada paruh pertama tahun 2022. Sementara itu, sisa dari hasil rights issue akan digunakan untuk modal kerja, termasuk untuk biaya operasional, seperti biaya bahan bakar minyak (BBM), biaya tol, biaya bongkar muat dan upah mitra supir.

Berbicara mengenai calon pelanggan, Darmawan mengaku sekarang ini sudah dalam proses menjalin kerja sama dengan salah satu calon klien untuk angkutan bahan baku beton.

Selanjutnya: Harga minyak melemah tipis, pasar menanti respons OPEC+

Editor: Tendi Mahadi
Terbaru