Rekomendasi

Dharma Satya (DSNG) Berkinerja Positif di Semester I, Bagaimana Rekomendasi Sahamnya?

Senin, 19 September 2022 | 22:51 WIB   Reporter: Nur Qolbi
Dharma Satya (DSNG) Berkinerja Positif di Semester I, Bagaimana Rekomendasi Sahamnya?

ILUSTRASI. Pabrik pengolahan kelapa sawit PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG)


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten perkebunan dan pengolahan kelapa sawit PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) mencatatkan kinerja yang tergolong bagus pada semester 1 2022. Pendapatan DSNG tercatat tumbuh 15% year on year (YoY) menjadi Rp 3,79 triliun dengan peningkatan EBITDA 50% YoY menjadi Rp 1,22 triliun.

Head of Research Henan Putihrai Sekuritas Robertus Yanuar Hardy dan Analis Henan Putihrai Sekuritas Alroy Suparto mengatakan, pendapatan dan EBITDA DSNG semester 1 2022 masing-masing mencerminkan 49,5% dan 51,5% dari run-rate proyeksinya untuk sepanjang tahun 2022.

Menurut keduanya, pencapaian kinerja ini didorong oleh lonjakan harga jual rata-rata alias average selling price (ASP) crude palm oil (CPO) dan peningkatan profitabilitas. Laba bersih DSNG bahkan tercatat melonjak 123% YoY menjadi Rp 463 miliar, menyusul peningkatan profitabilitas yang signifikan dan basis semester 1 2021 yang relatif rendah.

Baca Juga: Tahun Ini, Dharma Satya Nusantara (DSNG) Targetkan Produksi TBS Tumbuh di Atas 10%

Kenaikan kinerja DNSG di tengah kontroversi seputar pasokan minyak goreng domestik terutama yang terjadi pada kuartal II-2022 membuat Henan Putihrai Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy untuk DSNG.

Sebagai gambaran, pendapatan kuartal II-2022 dan EBITDA tumbuh 30% dan 28% QoQ masing-masing menjadi Rp 2,14 triliun dan Rp 684 miliar, mengikuti peningkatan volume produksi CPO yang naik 32% qoq menjadi 141 ribu ton.

"DSNG juga mempunyai keunggulan karena pohon-pohonnya yang berumur prima dengan rata-rata 12,8 tahun dan diversifikasinya ke produk kayu yang berkontribusi 12% terhadap laba," kata kedua analis tersebut saat dihubungi Kontan.co.id, Senin (19/9).

Akan tetapi, Henan Putihrai Sekuritas menurunkan target harga DSNG menjadi Rp 600 per saham dari sebelumnya Rp 850 per saham. Pasalnya, ada revisi proyeksi pendapatan dan EBITDA DSNG yang turun seiring perkiraan ASP yang lebih rendah karena harga CPO jatuh baru-baru ini.

Target harga tersebut mengimplikasikan 4,9x dari rasio EV/EBITDA 2022 dan 0,8x dari rasio PBV 2022. Valuasinya dinilai masih cukup murah jika dibandingkan dengan median sektor IDX Non-Cyclical yang masing-masing 10,0x dan 1,7x.

Baca Juga: Dharma Satya Nusantara (DSNG) Ekspansi Kapasitas Produksi Panel Kayu pada 2022

Untuk ke depannya, Henan Putihrai Sekuritas memperkirakan, rata-rata harga CPO pada semester 2 2022 akan lebih rendah dari semester 1 2022. Hal ini seiring dengan besarnya kemungkinan ada peningkatan ketersediaan pasokan minyak nabati substitusi dan CPO pada paruh kedua tahun ini.

Harga CPO kontrak pengiriman Desember 2022 telah turun 40% menjadi RM 3.784 per ton dari RM 6.300 per ton pada April 2022.

"Tidak menutup kemungkinan harga CPO kontrak pengiriman Desember 2022 dapat turun lebih jauh jika ketersediaan seperti yang disebutkan di atas melimpah," kata kedua analis tersebut.

Dalam riset tanggal 25 Agustus 2022, Analis CGSCIMB Peter P. Sutedja juga merekomendasikan add DSNG dengan target harga Rp 570 per saham. Hal ini sejalan dengan realisasi kinerja semester 1 2022 DSNG yang sesuai dengan harapannya.

DSNG juga dipilih karena mencatatkan tren pertumbuhan produksi yang kuat dan fokus pada praktik ESG. "Pertumbuhan yang kuat dibanding peers-nya sejalan dengan umur perkebunan DSNG yang relatif lebih muda," ucap Peter.

Akan tetapi, untuk semester 2 2022, Peter memprediksi, pertumbuhan laba inti DSNG bisa lebih lambat dibandingkan semester 1 2022. Pasalnya, harga CPO domestik sudah turun 45% dari puncak di kuartal II-2022 yang sebesar Rp 17.000 per ton meskipun penjualan CPO pulih.

Baca Juga: Rekomendasi Saham UNVR, DSNG, SRTG, ASII, dan GZCO untuk Perdagangan Rabu (14/9)

Dalam riset tanggal 29 Juli 2022, Analis Ciptadana Sekuritas Yasmin Soulisa juga merekomendasikan buy DSNG dengan target harga Rp 990 per saham.

Target harga ini naik dari sebelumnya yang sebesar Rp 970 per saham seiring dengan adanya penyempurnaan proyeksi laba dan pengunaan multiple PE yang lebih tinggi,  yakni 11,9x (rata-rata lima tahun).

Yasmin yakin, penjualan dari inventaris dan produksi yang lebih tinggi akan terus mendorong pertumbuhan pendapatan DSNG di semester 2 2022.

Proyeksi pendapatan sepanjang 2022 direvisi menjadi Rp 7,76 triliun dari sebelumnya Rp 7,80 triliun dan laba bersih direvisi turun menjadi Rp 834 miliar dari Rp 803 miliar.

 

 

Selanjutnya: Kementan Gelar Workshop Ekosistem Wirusaha Muda Berbasis Korporasi Petani

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto

Terbaru