Ditopang Saham Bank, Bursa Wall Street Menguat di Akhir Pekan

Sabtu, 14 Januari 2023 | 12:08 WIB Sumber: Reuters
Ditopang Saham Bank, Bursa Wall Street Menguat di Akhir Pekan

ILUSTRASI. Indeks bursa Wall Street ditutup meghijau dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq berakhir di level tertinggi dalam sebulan, Jumat (13/1).


WALL STREET - NEW YORK. Kenaikan saham-saham perbankan menopang Indeks bursa Wall Street. Bursa saham Amerika Serikat (AS) ini ditutup menguat dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq berakhir pada level tertinggi dalam sebulan pada Jumat (13/1).

Wall Street tertopang kenaikan saham JPMorgan Chase dan saham bank lain menyusul hasil kinerja kuartalan yang meningkat.

Jumat (13/1), indeks Dow Jones Industrial Average naik 112,64 poin atau 0,33% menjadi 34.302,61. Indeks S&P 500 menguat 15,92 poin atau 0,40% menjadi 3.999,09 dan Nasdaq Composite naik 78,05 poin atau 0,71% ke level 11.079,16.

S&P 500 ditutup pada level tertinggi sejak 13 Desember 2022. Sedangkan Nasdaq berakhir pada level tertinggi sejak 14 Desember 2022.

Untuk minggu ini, S&P 500 telah naik 2,7% dan Dow menguat 2%. Sementara, Nasdaq melejit 4,8%, persentase kenaikan mingguan terbesar sejak 11 November 2022.

Pasar saham AS akan ditutup pada hari Senin untuk liburan Hari Martin Luther King Jr.

Baca Juga: Mayoritas Bursa Asia Naik, Ada Ekspektasi Perlambatan Laju Kenaikan Bunga The Fed

Pada perdagangan Jumat (13/1), sektor keuangan menjadi salah satu sektor yang memberikan dukungan paling besar bagi S&P 500.

Ini setelah JPMorgan Chase & Co dan Bank of America Corp mengalahkan perkiraan pendapatan triwulanan. Sementara laba triwulanan Wells Fargo & Co dan Citigroup Inc jatuh jauh dari perkiraan.

Tetapi saham keempat perusahaan tersebut naik, bersama dengan indeks bank S&P 500 yang berakhir naik 1,6%. Saham JPMorgan sendiri naik 2,5%.

Bank-bank terbesar Wall Street menimbun lebih banyak dana untuk mempersiapkan kemungkinan resesi dan melaporkan hasil perbankan investasi yang lemah sambil menunjukkan kehati-hatian tentang perkiraan pertumbuhan pendapatan. Mereka mengatakan bunga yang lebih tinggi membantu meningkatkan keuntungan.

Ahli strategi mengatakan investor akan mengawasi panduan lebih lanjut dari eksekutif perusahaan dalam beberapa minggu mendatang.

"Ini telah mengalihkan fokus investor kembali ke pendapatan emiten," kata Peter Tuz, presiden Chase Investment Counsel di Charlottesville, Virginia seperti dikutip Reuters.

Pendapatan tahun-ke-tahun dari perusahaan S&P 500 diperkirakan turun 2,2% untuk kuartal tersebut, menurut data Refinitiv.

Baca Juga: The Fed Beri Sinyal akan Mengerem Laju Kenaikan Suku Bunga, Tapi Tak Ada Pelonggaran

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Khomarul Hidayat

Terbaru